alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdbaa04529a459b088b4583/peraturan-maskapai-murah-dikaji-ulang-tarif-tiket-disorot

Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot

Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) menyampaikan keterangan terkait perkembangan kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).
Presiden Joko 'Jokowi' Widodo memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengevaluasi ulang dan memperketat manajemen keselamatan maskapai penerbangan, khususnya yang berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC).

Tujuan perintah yang ia berikan jelas. Supaya kasus kecelakaan pesawat seperti yang terjadi pada Lion Air JT610 pada Senin (29/10/2018) lalu tidak terulang.

Jokowi mengatakan, pengetatan diperlukan untuk menjamin keselamatan penumpang dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran maskapai murah atau LCC di Indonesia bukan suatu masalah, terlebih Indonesia memiliki target bisa dikunjungi 20 juta wisatawan mancanegara tahun depan.

"Saya sampaikan ke menteri perketat manajemen keselamatan penumpang," ujar Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Menanggapi permintaan Jokowi tersebut, Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan meninjau kembali seluruh peraturan yang ada tentang keselamatan penerbangan.

"Tidak terbatas pada LCC saja. Jadi sangat dimungkinkan kami melakukan suatu evaluasi, kami melakukan pengetatan atas fungsi-fungsi investigasi, klarifikasi, pelaporan, dan sebagainya," ujar Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (1/11).

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Pramintohadi Sukarno, menambahkan pihaknya akan minta pendampingan dari Federal Aviation Administration (FAA), International Civil Aviation Organization (ICAO), dan European Union (EU) untuk melakukan pengetatan regulasi yang berkaitan dengan keselamatan terbang.

Tidak hanya dari segi teknis, evaluasi juga akan dilakukan terhadap batasan tarif bawah. Aturan tarif bawah banyak disorot banyak pihak karena diduga sebagai salah satu faktor maskapai rela mengurangi aspek keselamatan akibat beban biaya yang ditanggung tidak sebanding dengan pemasukan.

Dugaan tersebut salah satunya muncul dari wakil rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai, biaya tiket yang murah identik dengan mengesampingkan aspek-aspek keselamatan penerbangan.

"Salah satu yang kita evaluasi adalah komponen-komponen tiket berbiaya murah. Apakah komponen-komponen maintenance (perawatan)-nya, biaya operasionalnya itu juga bisa menutupi dan sebagainya," kata Ketua Komisi V DPR, Fary Djemy Francis.

Namun Budi Karya justru lebih mengarahkan evaluasi batas tarif bawah dilakukan lebih karena kondisi eksternal, yakni kenaikan harga bahan bakar avtur dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Ia menampik anggapan jika maskapai menawarkan tiket dengan harga murah berarti mengurangi unsur keselamatan.

"Mungkin saya akan evaluasi terutama berkaitan tarif batas bawah. Untuk diketahui kalau dievaluasi dampaknya ke semua konsumen. Makanya kita hati-hati sekali. Makanya kenaikan 5 persen itu diharapkan bisa meng-cover dolar dan avtur," jelas Budi.

Mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Biaya Penerbangan dan Tarif Penumpang, penentuan tarif batas bawah yang berlaku saat ini adalah sebesar 30 persen dari tarif batas atas.

Aturan tersebut menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan (Permen) Nomor 126 Tahun 2015 yang mengatur tarif batas bawah sebesar 40 persen dari tarif batas atas.

Usulan kenaikan batas tarif bawah sebelumnya pernah disuarakan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA).

Ketua Umum INACA Bidang Penerbangan Berjadwal, Bayu Sutanto, mengakui maskapai harus menanggung beban biaya tambahan akibat pelemahan rupiah.

Bayu mengatakan, pelemahan rupiah sangat terasa karena komponen biaya untuk mengoperasikan pesawat dibayar mengacu pada kurs dolar. Ia menjelaskan hampir 70 persen komponen biaya pesawat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Batas tarif bukanlah faktor
Menurut Tengku Burhanuddin, Sekretaris Jenderal INACA, harga tiket yang murah tidak berarti maskapai mengabaikan prosedur keselamatan penumpang.

"Sebaiknya Menteri Perhubungan sebagai regulator fokus saja untuk memastikan agar (maskapai) patuh menerapkan prosedur keselamatan," kata Burhanuddin kepada Beritagar.id, Jumat (2/11).

Menurutnya, LCC wajib mematuhi prosedur tanpa kompromi. Regulator, di sisi lain, harus terus menerus meningkatkan pengawasan.

Ia menjelaskan kemampuan maskapai LCC bisa menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau dibanding maskapai dengan layanan penuh (Full Service Airline/FSA) karena mampu melakukan efisiensi pelayanan.

Misalnya, jarak antar kursi LCC biasanya lebih rapat dibandingkan FSA. Konsekuensinya, untuk jenis pesawat yang sama, kapasitas kursi LCC lebih banyak dibandingkan FSA. Kemudian, harga tiket maskapai LCC belum termasuk harga makanan penumpang. Umumnya, makanan dijual secara terpisah di luar tiket.

Selain itu, kapasitas bagasi penumpang LCC terbatas. Biasanya, harga tiket hanya mencakup bagasi kabin dengan berat maksimal 7 kilo gram (kg). Jika membawa banyak koper, penumpang harus membeli jatah bagasi tambahan yang dijual terpisah dari harga tiket.
Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tiket-disorot

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot Kenaikan upah 8,03 persen disambut beragam

- Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot Sandi tantang Jokowi berburu tempe

- Peraturan maskapai murah dikaji ulang, tarif tiket disorot Umumnya pekerja milenial dibayar dengan upah minim



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di