alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pariwisata Jadi Momentum Bangkit Ekonomi NTB Paska Bencana
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdb24825a5163753e8b4568/pariwisata-jadi-momentum-bangkit-ekonomi-ntb-paska-bencana

Pariwisata Jadi Momentum Bangkit Ekonomi NTB Paska Bencana

Pariwisata Jadi Momentum Bangkit Ekonomi NTB Paska Bencana
Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani bersama Wagub NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam kegiatan diskusi Pariwisata dan Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB.(Foto: Humas Pemprov NTB)

MATARAM - Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Juli-Agustus lalu, cukup berdampak pada perekonomian daerah ini. Untuk bangkit kembali, potensi sektor Pariwisata merupakan salah satu kekuatan yang harus terus digali, selain sektor Pertanian.

Hal ini menjadi benang merah dalam Diseminasi Kajian Ekonomi Regional, yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Kamis (1/11) di Hotel Santika Mataram.

Kegiatan dihadiri Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani, Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah, dan juga narasumber Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Wahyu Ari Wibowo, Akademisi Unram Muh Risnain, serta sejumlah peserta dari jajaran Pemprov NTB dan stakeholders terkait lainnya.

Membuka kegiatan bertema Pariwisata dan Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB tersebut, Kepala BI Perwakilan NTB, Achris Sarwani mengatakan, tantangan ekonomi NTB bukan saja dihadapkan pada dampak bencana gempa bumi, namun juga tantangan global akibat risiko perekonomian global yang berasal dari pertarungan ekonomi negara-negara besar dunia.  

Kondisi ekonomi global tidak seperti yang diharapkan dan ekspor nasional ternyata terpengaruh terhadap kondisi global tersebut, sementara di saat yang sama Provinsi NTB menderita kerugian kurang lebih Rp18 Triliun akibat gempa bumi beruntun beberapa waktu lalu.

Namun, menurut Achris, NTB memiliki potensi kekuatan tersendiri untuk bisa segara bangkit, terutama dengan mengandalkan sektor pariwisata.

"Di tengah tantangan yang cukup berat tersebut, Provinsi NTB menyimpan potensi yang sangat besar untuk bangkit paska gempa bumi. Salah satunya sektor Pariwisata, ini yang harus digali terus agar bisa menjadi momentum NTB bangkit kembali," kata Achris.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, bencana gempa bumi yang melanda NTB beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi stimulus untuk NTB bisa berlari lebih kencang. Termasuk untuk menyikapi kondisi ekonomi global saat ini.

"Hal yang penting di tengah kondisi global yang tidak mudah adalah harus mandiri dengan segala potensi dan keunikan. Kami berharap jajaran yang menangani ekonomi dan keuangan untuk menyusun langkah strategis bagi perbaikan ekonomi NTB," katanya. 

Rohmi mengatakan, seluruh peserta diseminasi agar dapat bersama-sama mendiskusikan langkah-langkah strategis perbaikan Ekonomi NTB melalu sektor Pariwisata, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk ekonomi di NTB 

"Bagaimana kita mandiri, percaya kepada kemampuan potensi yang ada di NTB, dan menggalinya untuk dijadikan suatu keunikan kita di NTB," katanya.

Ia juga meminta dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Ekonomi di NTB untuk mencapai "NTB Gemilang" sebagaimana Visi Pemprov NTB. 

Pariwisata Jadi Motor Penggerak

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Ari Wibowo mengatakan, sektor Pariwisata memang menjadi potensi sebagai motor penggerak ekonomi NTB terutama pasca bencana saat ini.

"Salah satu motor penggeraknya adalah Pariwisata. Karena industri ini meliputi multi sektoral mulai transportasi, akomodasi dan hotel, makanan minuman, oleh-oleh, jasa, perbankan, hingga industri olahan. Multipliernya besar," katanya.

NTB secara nyata juga sudah memiliki modal alam dan infrastruktur pariwisata yang memadai. 

"Tinggal bagaimana marketing dan channeling untuk keluar, serta membenahi yang di dalam baik dalam hal SDM, kualitas, serta amenitas," tukasnya.

Wahyu memaparkan, pertumbuhan ekonomi NTB sebelum gempa bumi hingga Triwulan II 2018 cukup baik dengan pertumbuhan meningkat dari 4,87 persen yoy menjadi 7,32 persen yoy.

Namun pasca gempa bumi, terjadi shock yang cukup besar terhadap sektor-sektor perekonomian, yang ujungnya berdampak terhadap konsumsi rumah tangga. Sehingga diperkirakan kondisi ekonomi NTB terkini akan mengalami kontraksi atau tumbuh negatif.

Sejumlah sumber referensi menyebutkan, kerugian materiil NTB akibat gempa bumi mencapai Rp18 Triliun, atau lebih besar dari kerugian gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang berkisar Rp12 Triliun.

Menurut Wahyu, estimasi dan analisa wajar diperkirakan NTB membutuhkan waktu hingga tahun 2020 untuk bisa kembali benar-benar stabil kembali. 

"Namun kalau kita optimis dan bekerjsa sinergis, diharapkan tahun depan (2019) bisa mulai running lagi.Yang terpenting sektor Pariwisata ini harus terus didorong, sebab ini bisa jadi motor penggeraknya," kata dia.

Ia juga menyampaikan, meski terdampak bencana gempa bumi tapi kinerja kredit perbankan masih menunjukan hal yang menggembirakan. 

"Data perbankan menunjukkan kinerja kredit masih bagus disertai risiko NPL yang rendah atau tidak naik. Artinya kinerja kredit masih stabil," katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah mengatakan, pengembangan sektor pariwisata tetap menjadi fokus pemerintah daerah hingga lima tahun ke depan.

Selain mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata di Mandalika, Lombok Tengah, Pemprov NTB juga terus mendorong terbangunnya destinasi wisata berkonsep Desa Wisata di sejumlah wilayah.

"Selain pengembangan ITDC (KEK Mandalika), dalam lima tahun ke depan Provinsi NTB akan fokus pada Desa Wisata dan peningkatan kebersihan," kata Ridwan Syah.

Menurutnya, untuk upaya bangkit kembali pasca bencana Pemprov NTB memiliki tagline "Gemilang" yang merupakan akronim dari Growth, Environment, Manpower, Industrialization, Low Enforcement, Administration Reform, Networking, dan Good Governance.

Dari diskusi yang berlangsung tersebut, dapat ditarik sebuah benang merah bahwa kondisi makro ekonomi di Provinsi NTB akan berbalik menguat kembali pasca gempa bumi melalui percepatan program di sektor pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan. 

Selain itu, diperlukan sejumlah komitmen dari berbagai aspek dalam mewujudkan NTB GEMILANG, dan aspek hukum seperti Perda atau Pergub diperlukan dalam percepatan pembangunan paska gempa dan implementasi Desa Wisata.

Sumber : KATAKNEWS.com
wisata syariah
Balasan post _Hell_
Iya gan. Muslim friendly tourism, Wisata Halal
Mari datang ke Lombok gan

emoticon-Tepuk Tangan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di