alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bukukan Laba Rp9,6 Triliun, PLN Tegaskan Arus Kas Sehat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdb12a4529a45193e8b456a/bukukan-laba-rp96-triliun-pln-tegaskan-arus-kas-sehat

Bukukan Laba Rp9,6 Triliun, PLN Tegaskan Arus Kas Sehat

Mohammad Faizal
Kamis, 1 November 2018 - 18:01 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) menegaskan bahwa pada triwulan III/2018 secara operasional perusahaan mencetak laba sebelum selisih kurs sebesar Rp9,6 triliun, meningkat 13,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,5 triliun.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan serta adanya kebijakan pemerintah mengenai DMO (domestic market obligation) harga batu bara.

PLN menyebutkan, nilai penjualan tenaga listrik mengalami kenaikan sebesar Rp12,6 triliun atau 6,93% sehingga menjadi Rp194,4 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp181,8 triliun. Volume penjualan sampai dengan September 2018 sebesar 173 Terra Watt hour (TWh) atau tumbuh 4,87% dibanding dengan tahun lalu sebesar 165,1 TWh.

Perusahaan juga terus mempertahankan tarif listrik tidak naik, dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan agar bisnis serta industri semakin kompetitif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi pelanggan, pada triwulan III/2018 PLN mencatat jumlahnya telah mencapai 70,6 juta atau bertambah 2,5 juta pelanggan dari akhir tahun 2017, sehingga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional dari 95,07 % pada 31 Desember 2017 menjadi 98,05% pada 30 September 2018. Capaian rasio elektrifikasi ini telah melebihi target tahun 2018 yang dipatok sebesar 96,7%.

Sejalan dengan kemajuan program 35 GW, maka sejak Januari 2015 sampai dengan September 2018 PLN telah menanamkan investasi sebesar Rp248 triliun, dimana pada periode yang sama peningkatan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp148 triliun atau 60% dari total investasi.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (1/11/2018) menegaskan, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai, yaitu sekitar 40% atau Rp100 triliun dari seluruh kebutuhan investasi tersebut.

Sementara itu, meski sebagian besar pinjaman PLN baru akan jatuh tempo pada 10-30 tahun mendatang, namun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan hanya untuk keperluan pelaporan keuangan, maka pinjaman valas tersebut harus diterjemahkan (kurs) ke dalam rupiah sehingga memunculkan adanya pembukuan rugi selisih kurs yang belum jatuh tempo (unrealized loss) sebesar Rp18 triliun.

Unrealized forex loss atau kerugian secara pembukuan akibat kenaikan kurs mata uang asing tersebut ditegaskannya tidak berdampak kepada arus kas atau cash flow.

Dijelaskan Sarwono, PLN memang memiliki kewajiban atau utang dalam bentuk dolar. Bahkan, kata dia, seringkali kontrak PLN dengan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam bentuk dolar.

"Sehingga kalau kewajiban jangka panjangnya dihitung berdasarkan kurs sekarang ini, maka akan terjadi yang disebut unrealize forex loss. Namun kewajiban jangka panjang tersebut masih jauh masa jatuh temponya. Tapi utang tersebut harus dibuku (tercatat) dengan kurs saat ini. Itulah kenapa disebut unrealize," paparnya.

Sarwono menegaskan, keadaan PLN secara arus kas jelas sehat. Bagi sebuah perusahaan, jelas dia, yang terpenting adalah bagaimana menjaga kesehatan arus kasnya. "Dalam hal ini PLN dalam kondisi yang sehat," pungkasnya.
(fjo)

sumber https://ekbis.sindonews.com/read/135...hat-1541069989

Rini Jelaskan soal Kerugian PLN Rp 18 Triliun

Jakarta - PT PLN (Persero) mengalami kerugian pada kuartal III-2018. Berdasarkan keterbukaan informasi, kerugian PLN tercatat Rp 18,48 triliun.

Menanggapi hal tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan hal tersebut terjadi karena adanya pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Urusan PLN itu karena ada rupiah yang melemah, sehingga ada yang dikatakan unrealized loss. Ini karena PLN punya kewajiban membayar dengan dolar AS," kata Rini di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Unrealized loss adalah kerugian yang belum terealisasi karena belum jatuh tempo, jadi kerugian terjadi di pembukuan. Bukan kerugian riil yang terjadi pada usaha.

Baca juga: Bos PLN Buka Suara soal Kerugian Rp 18 Triliun

Dia menambahkan selama ini PLN sering kali kontrak dengan independent power producer (IPP) dan menggunakan dolar AS untuk transaksi pembayaran.

"Kalau sekarang saya bayar memang akan segini (rugi), tetapi sekarang belum ada yang dibayar jadi belum realize. Keadaan PLN itu sehat secara cashflow, kan kalau perusahaan yang penting bagaimana cashflow-nya. PLN itu sangat sehat," jelas dia.

PLN mengantongi pendapatan usaha Rp 200,9 triliun. Angka itu naik 6,9% dari pendapatan usaha di kuartal III-2017 sebesar Rp 187,88 triliun.

Namun jumlah beban usaha perusahaan naik dari Rp 200,3 triliun menjadi Rp 224 triliun. Beban paling besar adalah beban bahan bakar dan pelumas yang naik cukup tinggi yakni dari Rp 85,28 triliun menjadi Rp 101,87 triliun.

Baca juga: PLN Catat Rugi Rp 18 Triliun

Hal itu membuat rugi usaha sebelum subsidi naik dari Rp 12,42 triliun menjadi Rp 23 triliun. Sementara ditambah subsidi pemerintah naik tipis dari Rp 36,19 triliun menjadi Rp 39,77 triliun.

Sehingga laba setelah subsidi anjlok cukup parah dari Rp 23,76 triliun menjadi Rp 16,69 triliun. Beban keuangan perseroan juga bertambah dari Rp 14,78 menjadi Rp 16,18 triliun. (kil/ara)

https://finance.detik.com/energi/d-4...-rp-18-triliun
Halaman 1 dari 2
Kata wowok bumn krisis cuk Bukukan Laba Rp9,6 Triliun, PLN Tegaskan Arus Kas Sehat
Quote:
jadii.. PLN itu 2018 ini untung atau rugi sih?

Beban meningkat, PLN merugi sampai Rp 18,5 triliun akhir September 2018
https://industri.kontan.co.id/news/beban-meningkat-pln-merugi-sampai-rp-185-triliun-akhir-september-2018
Selasa, 30 Oktober 2018 / 14:58 WIB
Diubah oleh tukangkredit
Rugi /untung minta naik juga.
Balasan post tukangkredit
Quote:



harus baca pelan2
kata si RINI 'unrealized loss'
artinya ada potensi loss karena perubahan kurs

kenapa bisa terjadi?
kemungkinan besar karena PLN mendapat pinjaman dalam bentuk MATA UANG ASING .. sehingga punya kewajiban juga dalam mengembalikan dalam bentuk MATA UANG ASING TERSEBUT.

jumlah kewajiban sih tidak ada perubahan, tapi kaerna ada PERUBAHAN KURS .. maka terjadi perubahan jumlah kewajiban jika dihitugn dalam mata uang rupiah.

karena apa? karena PLN saat ini hanya mendapatkan income dalam mata uang rupiah sedangkan kewajibannya ada yang dalam bentuk DOLLAR/MATA UANG ASING.

nah unrealized loss ini terjadi karna loss atau kerugian itu belum direalisasikan, karena CICILAN hutang atau pengembalian pinjaman yagn diterima PLN itu bisa sampai 30 tahun; jadi total unrealized loss itu dihitung JIKA PLN mengembalikan semua hutangnya saat ini juga, tapi karena dia nyicil sampe 30 tahun maka unrelized loss itu cuma terealisasi berdasarkan jumlah cicilan hutang tahun ini saja. sisanya kan dibayar nyicil tahun2 berikutnya

nah unrealized loss ini bisa jadi unrelized profit jika rupiah menguat, atau bisa lebih buruk bila rupiah melemah lagi.

---------

nah bagaimana dengan laporan keuangna tahun ini? bisa jadi PLN untung, karena loss dari perubahan mata uang rupiah itu hanya berdampak pada cicilan yagn kena tahun ini;

============

makanya harusnya PLN ini dibuat jadi perusahaan publik saja, biar bisa ngeluarin surat hutang rupiah, walaupun suku bunga rupiah lebih tinggi .. menurut gw masih bisa lebih predictable dibandingkan bila terkena imbas fluktuasi nilai tukar.




gawat juga tuh media nyomot unrealized loss doang nggak pratiin situasi secara keseluruhan. padahal penjualan scopenya aja udah ratusan triliun, blom lagi PLN pasti udah pake akuntansi derivatif dan lindung nilai untuk kurs emoticon-Big Grin
Diubah oleh unwell
Unrealized loss? Lo kira dolar bisa balik ke 13 rebu atau 10 rebu? Apbn aja udh ketok palu dolar 15 rebu..percuma untung pake rupiah kalo.utangnya pake dolar, bego lu pln isinya maling semua..anjing cuih
bayar ke powerplant swasta kan dlm dollar kontraknya

emang dibayar nya per bulan atau pertahun

kalau dollar tinggi tiap bulan lsg direalize loss nya

emoticon-Tepar
Balasan post smedev.id
Quote:

jadi lu percaya potensial Loss 18,5 T cuma gara gara perubahan kurs?

emangnya utang PLN berapa triliun dollar? gara gara perubahan kurs menyebabkan selisih 18.5T
Balasan post tukangkredit
Quote:


kalau soal percaya atau tidak pecaya, itu harus lihat dulu laporan keuangannya secara rinci.

gw cuma mau menjelaskan apa itu unrealized loss

Hmmm, ada benernya jugaaa
Quote:


kalau semua utang PLN sampai 30 tahun lagi di bayar sekarang maka PLN akan rugi 18T. tapi karena jatuh trmponya masih 10-30 tahun lagi maka tuh kerugian kagak bakalan ada. lagia entar juga ada penyesuaian tarif. baik tarif jual maupun beli. jadi tolong dipahami secara seksama apa itu unrealized loss.
Balasan post unwell
Quote:

nah.. pasti udah hedging itu buat bayar utang
Quote:

Balasan post ketadopamine
Quote:

dimulai dari (1)
beli dari swasta berapa Tera Watt Hour vs terjual ke masyarakat berapa Tera Watt Hour

lalu lanjut ke angka (2)
"berapa sen harga beli per kwh" vs " berapa rupiah harga jual per kwh"

dari poin (1) loss berapa?
dari poin (2) loss/profit berapa?
Diubah oleh tukangkredit
Jadi untung atau rugi?
laporan untung rugi mbulet bos
jadi gimana?
kalo laba, pegawainya makin makmur.
nunggu komentar si lucu Sandiaga
emoticon-Kaskus Radio
rugi gan
itu laba karena utangnya belum diitung :P
laporan keuangan pln sudah terbuka & bisa diakses publik

http://www.pln.co.id/stakeholder/laporan-keuangan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di