alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penjelasan Pemerintah soal Peringkat Berusaha RI yang Turun Padahal Indeks Naik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdb105698e31b08128b4567/penjelasan-pemerintah-soal-peringkat-berusaha-ri-yang-turun-padahal-indeks-naik

Penjelasan Pemerintah soal Peringkat Berusaha RI yang Turun Padahal Indeks Naik

Pemerintah memberi penjelasan tingkat berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia yang turun dari 72 ke 73. Penjelasan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri KUM dan HAM Yasonna Laoly, serta Kepala BKPM Thomas Lembong

Dalam laporan Doing Business 2019 yang dikeluarkan Bank Dunia (World Bank/WB), Rabu (31/10/2018), indeks Indonesia naik tipis 1,42 menjadi 67,96 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan tahun 2018, indeks kemudahan berusaha Indonesia tercatat naik 2,25 menjadi 66,47 dan membawa Indonesia ke peringkat 72.


Performa Indonesia mengalami perbaikan, yang tergambar dari peningkatan dari 66,47 ke 67,96. Skor secara keseluruhan, yakni 1,42%.

"Dalam beberapa tahun terakhir pun, peringkat indeks kemudahan berusaha sudah naik signifikan, dari 120 pada 2014 menjadi 73 pada 2019," kata Darmin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Dalam kesempatan itu, Darmin menjelaskan, peringkat EoDB yang dilakukan oleh Bank Dunia atau World Bank didapatkan dari beragam penilaian. Ada 10 penilaian yang dilakukan oleh Bank Dunia, di antaranya seperti starting a business atau memulai suatu usaha, paying taxes atau pembayaran pajak, hingga trading across border atau perdagangan lintas batas.

Darmin mengatakan, bahwa turunnya peringkat Indonesia karena saat ini seluruh negara terus berlomba untuk bisa membuat kebijakan yang lebih kompetitif dalam berusaha. Negara-negara lain lebih keras dalam meningkatkan indikator reformasi yang dinilai oleh Bank Dunia tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani dan Tom Lembong Merapat ke Kantor Darmin, Bahas Apa?

"Karena negara lain ada atau banyak yang (indikator) reform-nya lebih cepat di bidang masing-masing itu," kata Darmin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Darmin mengatakan, dari 10 indikator yang dinilai oleh Bank Dunia, 6 indikator di antaranya mengalami perbaikan atau meningkat nilainya. Sementara 4 indikator tak mengalami perbaikan alias jalan di tempat.

Adapun 6 indikator yang mengalami peningkatan skor ialah starting a business, dealing with construction permits atau pengurusan perizinan mendirikan bangunan komersial, memperoleh pinjaman atau getting credit, serta pendaftaran properti atau registering property, getting electricity atau memperoleh sambungan listrik, dan resolving insolvency atau penyelesaian proses kepailitan,

Sedangkan 4 indikator yang tak mengalami perbaikan ialah paying taxes atau pembayaran pajak, protecting minority investor atau melindungi investor minoritas, trading across border atau perdagangan lintas batas, dan enforcing contract atau melakukan kontrak.

Darmin menjelaskan, saat ini Cina, India dan Kenya tercatat menyelenggarakan indikasi reformasi yang lebih signifikan dibanding dengan Indonesia. Selain itu, negara-negara lain juga melakukan hal yang serupa. Sehingga mengakibatkan peringkat Indonesia menjadi turun.

"Ini kita bandingkan negara sekitar kita yang dekat rankingnya itu sudah ranking seperti apa. Brunei Darusalam naik 1 peringkatnya 55 dia reform 3 area, Kamboja turun 3 reform 1 area, Indonesia peringkat 73 turun 1 reformnya naik 3 area. Ada beberapa negara lain yang familiar bagi kita selama ini bersaing juga, siapa itu? Vietnam," katanya.

"Dia (Vietnam peringkat) 69, lebih tinggi rankingnya dari kita 4, tapi dia juga turun 1, dia reform dalam 3 area. Thailand juga seterusnya. Siapa top reform? China sama India. India walaupun naiknya 23, dia masih sedikit di bawah kita, dia (peringkat) 77," tuturnya. (fdl/zlf)

sumber https://finance.detik.com/berita-eko...-ri-yang-turun
Quote:
ibaratnya, di sini sudah dipermudah.. tapi di negara lain sudah lebih dipermudah lagi

ibaratnya, di sini haga sudah diturunkan.. tapi di toko lain harga lebih dipermurah lagi

wajarlah itu, ngga usah diambil pusing.. nanti kalau harga dibanting malah rugi banyak
Diubah oleh tukangkredit
Klo alesannya gini sama aja lu bilang

Tahun kemarin bukan Indonesia yang Naik peringkatnya tapi karena negara lain lagi turun

Beuh naik koar2 giliran turun salahin orang



emoticon-Traveller
kalo dipermudah nanti ada yg bilang diinjek2x bangsa laen, antek cina, aseng, asing, kafir, 9 naga, dll.

susah kalo masih banyak manusia berotak palkon yg lahir dari sperma perang saudara di sudan!

asu emang emoticon-fuck
mentri2 berusaha menjelaskan keadaan ekonomi membaik dgn data kemiskinan laju inflasi macem2 peringkat dll

entah datanya akurat atau tidak

tapi yg jelas rakyat merasakan kondisi ekonomi yg sebenarnya
itulah data yg akurat

Quote:

Tebakan ane salah satu yg nurunin persepsi dua hal ini adalah kasus Ahok
Pengusaha minoritas merasa pengadilan bisa ditekan oleh kelompok mayoritas
Balasan post nofairytale
Quote:


itu sih tapi yg pasti berita korupsi yg berkaitan dengan ijin yg sangat banyak terjadi disini jelas menurunkan presepsi, hukum yg gaj standar buat a keras buat b lembek buat c bebas dgn kasus yang sama, sengketa investasi yg carut marut demo buruh ini hal2 yang gak bakalan bisa menang lawan vietnam sekalipun.
Nasbung sok2an mau bahas EoDB, bisa baca ngga lu semua??

Kalo kata PS, muka2 kaya lo ke hotel mewah aja ga pernah, apalagi baca data EoDB..

Kan towlol....


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di