alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kedok HTI Memecah Umat
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdb0ec6dad7707a2a8b456b/kedok-hti-memecah-umat

Kedok HTI Memecah Umat

Kedok HTI Memecah Umat

Heboh akibat pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid pada acara Hari Santri Nasional oleh beberapa oknum anggota Banser di Garut masih akan berlanjut. Situasi politik menjelang Pilpres diyakini sebagai latar belakang utama mengapa kasus ini akan terus diupayakan untuk berkembang. 


Berdasarkan fakta penyelidikan Polri, bendera yang dibakar anggota Banser NU bukanlah bendera tauhid tetapi bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bendera tersebut memang bermodel sama dengan bendera kelompok teroris dunia seperti ISIS yang sama-sama bertuliskan kalimat tauhid serta berwarna hitam. Bendera itu berwarna hitam karena pihak HTI beranggapan bahwa hitam adalah warna perang pada masa Rasulullah SAW.

PBNU menilai isu pembakaran bendera HTI yang dikemas dengan pembakaran lafal Tauhid merupakan upaya provokasi HTI dengan memanfaatkan peringatan HSN. Isu tersebut bertujuan untuk menghilangkan makna peringatan HSN sebagai sebuah entry point kebangkitan politik kaum santri dan diplintir untuk menyudutkan kaum santri.
Hal ini sesuai dengan temuan investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) PBNU, yang menunjukkan bahwa aksi pengibaran dan pemasangan bendera HTI terjadi di berbagai lokasi yang merata hamper di seluruh wilayah Jawa Barat, seperti Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dan lain-lain.

Namun yang memunculkan polemik adalah adanya perbedaan pandangan dan persepsi umat muslim di Indonesia. Kesenjangan pendidikan dan perbedaan pola berpikir mungkin menyebabkan perpecahan tersebut, muslim "konkretis" dan muslim "intuitif". Ketika beberapa oknum Banser membakar bendera HTI, kemarahan  muslim konkretis inipun langsung berkobar karena mereka berpikir bahwa bendera itu identik dengan ketauhidan. Mereka ngotot bahwa yang dibakar adalah bendera Rasulullah, meskipun sudah sangat banyak penjelasan dari ulama-ulama yang muktabar bahwa hadits tentang bendera Rasulullah adalah dhaif.

Sementara muslim intuitif melihat persoalan tersebut secara lebih komprehensif.  Peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut terjadi karena adanya penyusup dalam acara HSN yang sebelumnya sudah disepakati bahwa hanya merah putih yang boleh dikibarkan. Namun ketika ditemukan adanya penyusup yang mengibarkan bendera ormas terlarang, beberapa anggota Banser rupanya terprovokasi dan membakar bendera "ormas" terlarang itu. Kegeraman terhadap HTI ini didasari oleh keyakinan bahwa paham HTI yang ingin menegakkan khilafah islamiyah di Indonesia ini sangat berbahaya bagi kelangsungan NKRI.

Permasalahan yang saat ini terjadi di Indonesia adalah jumlah muslim konkretis di Indonesia jauh lebih banyak dibanding muslim intuitif. Parahnya lagi, muslim konkretis tersebut cenderung hanya 'ikut-ikut aja' tanpa mencari kebenaran suatu permaaalahan. Polanya sama, tokoh-tokoh muslim yang kebetulan mempunyai banyak pengikut menyampaikan pendapatnya tentang suatu permasalahan dengan emosi, jamaah-nya pun ikut tersulut kemarahannya kemudian diselenggarakanlah aksi-aksi yang banyak ditunggangi kepentingan politis.

Fakta bahwa ada dorongan politis dalam Aksi Bela Tauhid itu tak bisa disangkal. Beberapa bukti menunjukkan bahwa aksi ini condong ke arah kepentingan politik, dibandingkan membela agama. Hal itu bisa ditelusuri dari beberapa bukti, pertama, inisiator Aksi Bela Tauhid ini rata-rata adalah pendukung Capres-Cawapres tertentu.
Kedua, adanya seruan ganti presiden dari orator aksi. Isu yang dibangun para inisiator Aksi Bela Tauhid pun terlihat menyalahkan pemerintah yang terkesan diam atas insiden pembakaran bendera tersebut. Mereka juga menyebut bahwa pemerintahan Jokowi ini pro-pembakar bendera, sehingga sama saja bahwa rezim Jokowi ini adalah musuh agama Islam dan menjadi musuh umat Islam. Ya, seperti itulah isu yang hendak dibangun.
 
Antara pembakaran bendera HTI, panasnya linimasa warganet, dan Aksi Bela Tauhid adalah rangkaian yang tak terpisah. Ketiganya diduga kuat bermotif politis, bukan bela agama sebagaimana yang telah digaungkan selama ini. Meskipun telah dibubarkan oleh pemerintah, namun pergerakan-pergerakan anggora HTI telah berhasil menjebak Banser dan mengadu domba umat Islam di Indonesia.

Keberhasilan HTI dalam mengusik Indonesia tercermin dalam peristiwa pengibaran bendera HTI di Poso. Massa Aksi Bela Tauhid menurunkan bendera Merah Putih yang berkibar di halaman DPRD Kab. Poso dan menggantinya dengan bendera HTI. Tidak hanya di halaman DPRD, massa juga mengibarkan bendera HTI di Lapangan Sintuwu Maroso. Entah butuh berapa banyak bendera Merah Putih yang diturunkan sebelum masyarakat sadar bahwa HTI masih ada dan terus berupaya untuk memecah belah umat Islam.

Berkaca pada Aksi Bela Tauhid pekan lalu, aksi tersebut malah menyebabkan banyak sampah kertas, pamflet, ikat kepala, bendera, dan spanduk bertuliskan kalimat tauhid berceceran di jalan bahkan selokan. Lalu apa yang sebetulnya kalian bela ?, yang perlu diperjuangkan adalah bagaimana tauhid bisa kokoh didalam hati kita sebagai pelindung dari syirik dan untuk diamalkan.

sumber : https://indonesiana.tempo.co/read/128879/2018/11/01/Akbarrasy25/politik-hti-yang-memecah-umat
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
subhanaalah pertanda apakah ini
Kedok HTI Memecah Umat





yg bener pernyataan dari mabes APA dari nastak nih emoticon-Big Grin

strategi akan gagal jika targetnya pinter.
seandainya tangkap saja dan serahkan ke pihak berwajib, ga main bakar, akan tenang2 aja.

dgn kata lain, HTI tau anggota2 banser sumbu pendek. Kemakanlah itu strategi.
emoticon-Hansip
udah dilarang kok malah dibela emoticon-Traveller
Diubah oleh nicopm
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Hti itu pki modern kedok agama. Hati2 sama2 ngga suka pancasila suka kafir2in org. Sgt benci NU
hti pendukung paslon mana ?? emoticon-Traveller ahhh..paham..gerombolan segala jenis tipu daya.
Balasan post autistic.dog
Quote:


pertanda udah moncrot
aah..aah..aah.. crootz

Kedok HTI Memecah Umat
HTI... Hati hati makan ati emoticon-Belo
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:



lalu knp ?
kesimpulannya apa ?
maksudnya gmn ?

hizbut Tahrir udah ditolak di semua negara.
termasuk pula wahabi udah dikeluarkan dr aswaja emoticon-Big Grin
krn terbukti berpaham khawarij yg justru menghancurkan islam


emoticon-Traveller

Quote:


Masnya baca jg Ndak, comment nya yg saya quote?
list pemecah umat :
1. zionis
2. barat/kafir
3. syiah
4. ahmadiah
5. kafir lagi
6. pki
7. cina
8. hti

besok ntah apa lagi.
hti itu banyak yg pro dan kontra.
jadi susah nih bedain kelamin umat yg dipecah belah atau malah dipersatukan ini.
Udah jelas.
Ga usah diperjelas lagi, gan.
yg demen perang, sono ke suriah aja, emoticon-Embarrassment

ato ke palestin, jihad aja sepuas ente, emoticon-Embarrassment

itu juga klo punya nyali, emoticon-Embarrassment

buruan sonoh, emoticon-Embarrassment

ngga demen negara ini damai, emoticon-Embarrassment
Diubah oleh re.cozy
HTI perjuangkan khilafah dgn mengganti Pancasila.
Di era modern, Jika sistem khilafah itu memang baik: -SEBUTKAN 1 NEGARA SAJA DIDUNIA YANG GUNAKAN SISTEM KHILAFAH SAAT INI??

-jika Indonesia pakai sistem khilafah, apakah secara otomatis Indonesia menjadi negara pemimpin dunia yg membawahi negara2 Islam????

Ga bisa jawab kan loe....hahahahaaha

jongos2 nasbung kampret miskin otak kopong pengangguran vs muslim cerdas dan intelek.. tpi harus hati2 karna kampret2 otak kosong ini jumlahnya banyak, org goblok jumlahnya emang lebih banyak daripada yg cerdas...
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di