alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Parah, Ada Penumpang Korban Lion Air JT 610 Tak Tercatat di Manifes
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdaedb1d675d41a498b4571/parah-ada-penumpang-korban-lion-air-jt-610-tak-tercatat-di-manifes

Parah, Ada Penumpang Korban Lion Air JT 610 Tak Tercatat di Manifes


Parah, Ada Penumpang Korban Lion Air JT 610 Tak Tercatat di Manifes

VIVA – Fakta baru terungkap usai jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin lalu, 29 Oktober 2018. Ternyata, ada salah satu penumpang yang diketahui tak ada namanya di dalam manifes penumpang. Orangtua penumpang korban Lion Air tersebut memberikan kesaksian.

Saryoso, ayah Yus mengatakan bahwa anaknya itu dibelikan tiket oleh perusahaan tempatnya bekerja dan mereka akan berangkat ke Pangkalpinang pada Senin pagi. Memang, Yus awalnya bukan yang berangkat. Namun, karena salah satu dari karyawan yang akan berangkat mundur, maka Yus dibelikan tiket oleh kantornya.

"Dia pamit ke saya, biar selamat sampai tujuan. Tahunya (pesawat jatuh) awalnya dari berita, keduanya dari pihak perusahaan datang ke rumah dan mengenai kejelasan tiket itu," kata Saryoso, saat berbicara kepada tvOne, Kamis petang 1 November 2018.

Bahkan, kata dia, saat pesawat Lion Air JT 610 jatuh awalnya mereka tak tahu anaknya berada di dalam pesawat. Namun, kemudian pihak perusahaan memberitahukan bahwa Yus dibelikan tiket pesawat itu bersama dengan kolega lainnya.

Belakangan diketahui bahwa Yus menggantikan seseorang yang bernama Krisma. Anehnya, yang ada di manifes tetap atas nama Krisma bukan nama Yus.

"Dia ngasi tiketnya dan pertama tiket bertiga dan tiket anak saya begitu, karena kemungkinan kata pihak perusahaan dadakan ya, jadi belum masuk ya. Dadakan gitu," lanjut Saryoso.

Selamat tinggal asuransi, turut berduka emoticon-Berduka (S):
Diubah oleh kangeeeeen
Halaman 1 dari 3
pertamax
inilah kelemahan sistem di bandara,orang bisa naik pesawat yang penting identitas sesuai dengan tiket
Nunggu kesaksian Krisma
bukan ga kecatat itu, tapi si yang dibelliin tiket aslinya digantiin orang lain...emoticon-No Hope
selundupan imigran ilegal dari mengleng nih kayaknya
Yang penting sudah ada konfirmasi perusahaan walaupun belakangan
Beruntung bgt nih si krisma

Kasian si yus semoga tenang di alam sana
emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh miyaza
sedih gan kasian ya org tuanya
1.25M melayang, turut berduka utk keluarga... emoticon-Turut Berduka
Quote:
katanya ada juga penumpang tambahan, konfirmasi singa pramugara triningan,
ketauan setelah identitas di lokasi
dimanipesnya kagak ada

















emoticon-Cool
kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana emoticon-Malu
trus yg dapet asuransi 1,25 si yus apa si krisma??? emoticon-Mewek
Dosen PNS yg Nyambi jadi konsultan perusahaan swasta (shadow writer)) diproyek pemerintah, saat melakukan survey lapangan dan harus terbang, sering dibuatkan KTP aspal sama perusahaan konsultan nya. Jadi pada pakai nama Tenaga Ahli sesuai dokumen tender yg semuanya memang swasta. Tujuannya saat diperiksa BPK, maka akan cocok boarding pass nya hahaha

Ingat, PNS melanggar UU untuk garap proyek pemerintah sebagai tenaga konsultan swasta

Tapi kalau apes pesawat nya jatuh, ya masalah sejenis ini akan muncul dan jadi heboh emoticon-Embarrassment

Makanya temen temen gua yg Dosen PNS sering gua wanti wanti resiko itu.
Diubah oleh bimil
Balasan post laziale.id
Kasih aja dulu krisma, baru oper ke korban









Nek iso ....
Balasan post l4d13put
Quote:


Harusnya elu yang gantiin Krisma, bukan Yus.
pemalsuan identitas itu kena hukum lho..
Balasan post 54m5u4d183
Punya cina mayoritasnya sekarang, si rusdi cuma numpang nama founder aja.kalau sirait cuma jadi CEO
Balasan post oedinho
emoticon-Leh Uga

Ane setuju gan..
Kebiasaan anak tolol yg gak baca berita tuh si tukang rasis


Quote:


Pertukaran pemain emoticon-Matabelo
Yg dituker hoki bgt
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di