alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdad175d675d488458b4579/tarif-listrik-tak-naik-subsidi-makin-tinggi

Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi

Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10/2018). PLN tak akan menaikkan tarif listrik walau merugi/
PT PLN (Persero) hingga kuartal III-2018 merugi hingga Rp18,48 triliun. Kerugian ini, menurut Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir adalah kerugian di atas kertas alias kerugian yang belum teralisasikan (unreallized loss). Di periode yang sama tahun lalu, PLN masih mengantongi laba bersih Rp3,05 triliun.

Sofyan menjelaskan, kerugian yang tercatat itu disebabkan karena selisih kurs pada utang dalam dolar Amerika Serikat (AS). Dia meyakinkan, secara operasional BUMN setrum itu masih untung dan memiliki likuiditas yang kuat.

Sofyan mencontohkan, jika hari ini punya utang AS $1 juta saat ini, tapi bayarnya 20 tahun lagi, maka saat harga dolar naik, nilai utang dalam kurs rupiah akan ikut naik, tapi belum jadi beban. "Jadi nggak perlu panik, jadi (kerugian ini) tidak riil," kata dia, di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, kerugian ini terjadi karena utang PLN dalam wujud dolar AS. "Ini karena PLN punya kewajiban membayar dengan dolar AS," kata Rini di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (31/10/2018) seperti dipetik dari financedetik.

Rini menambahkan selama ini PLN sering kali kontrak dengan independent power producer (IPP) dan membayarnya dengan dolar AS. Sedangkan utang itu belum tentu dibayar saat ini juga, jadi belum terjadi (realize).

"Keadaan PLN itu sehat secara cashflow (arus kas), kan kalau perusahaan yang penting bagaimana cashflow-nya. PLN itu sangat sehat," kata dia.

Untuk mengantisipasi kerugian pembukuan, Sofyan telah melakukan menyesuaikan profil pinjaman jatuh tempo (reprofiling). Utang yang jatuh temponya sebentar lagi, diperpanjang.

Menurut Sofyan, sebagian besar utang PLN akan jatuh tempo pada kisaran 10-30 tahun lagi. Oleh karena itu, ia merasa belum perlu menaikkan tarif listrik. "Enggak lah, karena operasional kami masih untung," kata Sofyan lewat Kompas.com.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, jika tarif listrik terus ditahan, maka akan makin membebani PLN. "Hitungan persisnya belum ada, tetapi estimasi kasarnya, kerugian PLN bisa mencapai sekitar Rp30 triliun sampai akhir tahun ini," ujar Komaidi kepada CNBC Indonesia saat, Selasa (30/10/2018).

Ia mengatakan, saat kondisi energi primer pembangkit dan rupiah melemah, pilihannya memang dua: merugi atau menaikkan tarif listrik.

Di tahun politik ini, riskan bagi Pemerintah Joko 'Jokowi' Widodo jika menaikkan tarif listrik. Popularitasnya akan turun pada Pemilihan Presiden tahun depan.

Menurut Komaidi, pemerintah sebagai pemegang saham sudah memilih tak menaikkan tarif listrik, sehingga saat angin ekonomi tak sesuai harapan, maka konsekuensinya memang harus ditanggung.

Awalnya, Menteri Energi Ignasius Jonan September lalu meminta subsidi tarif listrik naik dari Rp56,5 triliun menjadi Rp57,6 triliun.

Tapi, dalam APBN yang sudah disepakati Rabu (31/10/2018) kemarin, nilai subsidi tarif listrik makin melonjak, menjadi Rp59,3 triliun. Nilai semua subsidi energi bahkan naik Rp4,1 triliun menjadi Rp159,9 triliun, paling besar di masa pemerintahan Jokowi.
Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...i-makin-tinggi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi Jauh dari keluarga, dekat bau anyir

- Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi IHSG ditutup menguat hingga level 4.27

- Tarif listrik tak naik, subsidi makin tinggi 500 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di