alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdabdc6d9d770a1798b4579/peringkat-kemudahan-berusaha-indonesia-turun-investasi-melambat

Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat

Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat
Pekerja beraktivitas di area pembangunan PLTU, Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, (30/10/2018). Proyek ini mendapat dukungan dari beberapa investor Jepang.
Upaya Indonesia untuk memperbaiki kemudahan berusaha dan berinvestasi masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga atau negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Akibatnya, peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia tahun ini harus turun satu peringkat ke posisi 73 dari posisi 72 pada tahun lalu. Itu merupakan hasil laporan Ease of Doing Business (EODB) 2019 yang dirilis oleh Grup Bank Dunia pada hari Rabu, 31 Oktober 2018.

Posisi Indonesia tercatat turun meskipun indeks yang diraih pemerintah naik 1,42 menjadi 67,96.

Penilaian EODB dilakukan Bank Dunia di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya, dengan bobot masing-masing 78 persen dan 22 persen.

Indeks ini mengukur aspek regulasi bisnis dan implikasinya terhadap pembangunan dan operasional perusahaan. Indeks ini tidak mengukur seluruh aspek dalam kebijakan investasi tetapi isu penting di dalam pembuatan kebijakan.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo A. Chaves, menjelaskan alasan peringkat Indonesia turun karena peningkatan skor kemudahan berbisnis Indonesia tak sebesar beberapa negara lain.

Selain itu, jika dibandingkan dengan tahun lalu, peningkatan skor Indonesia juga cukup rendah. Jika tahun lalu peningkatan skor mencapai 66 dari 2016, tahun ini peningkatannya hanya 1,42.

Menurut Chaves, Indonesia sebenarnya terus meningkatkan iklim usaha dan tengah berupaya mengurangi kesenjangan terhadap praktik terbaik global terkait regulasi usaha kecil dan menengah (UMKM) domestik.

"Indonesia harus mengambil manfaat dari peningkatan keterbukaan terhadap investor global, keterampilan, dan teknologi agar Iebih bersaing di pasar global,” kata Chaves dalam laporan yang diterima Beritagar.id, Kamis (1/11).

Dari 11 indikator yang dinilai oleh Bank Dunia dalam periode Juni 2017 hingga Mei 2018, Indonesia mencatatkan penurunan di empat bidang.

Keempat bidang tersebut adalah perizinan bidang konstruksi (dari 108 menjadi 112), perlindungan kepada investor kecil (dari 43 menjadi 51), perdagangan lintas batas (dari 112 ke 116), dan kontrak yang mengikat (dari 145 ke 146).

Sementara indikator-indikator lainnya yang tidak menunjukkan perbaikan adalah kemudahan dalam perizinan konstruksi, kemudahan untuk mendapatkan listrik, serta penguatan hak para kreditur dan debitur di mata hukum.

Indonesia hanya mampu menunjukkan perbaikan pada tiga indikator. Untuk indikator kemudahan memulai bisnis, Indonesia berhasil memangkas dan menyederhanakan prosedur pasca-pencatatan administratif, antara lain dalam hal administrasi pajak, jaminan sosial, dan perizinan.

Dari 10 negara di Asia Tenggara, Singapura menjadi negara yang paling mudah untuk berbisnis dengan skor 85,24 pada 2019, menjadikannya tertinggi pertama di regional dan kedua di dunia setelah Selandia Baru (86,59).

Padahal Presiden Joko "Jokowi" Widodo memiliki target untuk meningkatkan peringkat Indonesia di daftar EODB, yakni masuk 40 besar pada tahun 2019.
Investasi melambat
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi pada triwulan III 2018 (Juli-September) mencapai Rp173,8 triliun. Angka tersebut turun 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp176,6 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong menilai, penurunan realisasi investasi itu lebih disebabkan faktor internal. Meskipun ekonomi domestik juga tengah dibayangi kondisi eksternal yang kurang menggembirakan seperti perang dagang dan melemahnya mata uang.

Menurut Thomas, realisasi investasi merupakan buah panen dari apa yang ditanamkan satu tahun sebelumnya. Menurutnya pada 2017 tidak ada kebijakan pro investasi yang kuat.

"Saya pribadi tetap menempatkan tanggung jawab pada faktor internal. Jadi menurut saya eksekusi implementasi dari kebijakan yang pro investasi masih kurang," ujar Thomas dalam detikcom.

Penurunan realisasi investasi tersebut juga sejalan pada penyerapan tenaga kerja. Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan III 2018 mencapai 213.731 orang. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 289.843 orang.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani, mengatakan meski mengalami penurunan, namun peluang tenaga kerja terampil di Indonesia masih terbuka lebar dengan masuknya perusahaan-perusahaan di bidang usaha baru yang menggunakan lebih banyak teknologi.

Oleh sebab itu, pemerintah akan mengintensifkan kerja sama dengan dunia usaha dalam rangka pelatihan tenaga kerja Indonesia.
Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...stasi-melambat

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan

- Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial

- Peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun, investasi melambat DPR hanya akan bahas 12 RUU baru pada 2019



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di