alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdabd94dac13eda438b4567/surat-surat-kinagara

Surat Surat Kinagara

Surat Surat Kinagara

Barangkali kita sudah berakhir seperti ini, dik. Tidak ada lagi yang harus dikatakan dan diharapkan dari sebuah perpisahan. Jangan pernah lupa bahwa dulu, kita pernah saling jauh cinta dan saling merindukan pertemuan di akhir minggu. Aku tak pernah lupa, jika kamu sendiri ingin melupakan sila saja. Aku tetap tak bisa lupa. 

Semoga kamu bahagia dengan kekasih barumu. Dan izinkan aku menuliskan surat-surat ini sampai aku benar-benar berhasil untuk berhenti berharap padamu.


Salam hangat dariku, A.

Daftar Surat
satu.
dua.
Diubah oleh alifisme

Surat Kinagara

Surat Kinagara


Salam hangat untuk manisku, Kinagara.

Kukirimkan surat ini lengkap dengan lelahku menjalani tiap hari tanpa ada senyum indah darimu. Aku rindu. Tapi aku tahu bahwa kata rinduku ini mungkin saja tidak bisa terucapkan secara langsung di hadapanmu. Itulah mengapa, aku menulis surat ini. Siapa tahu, ada salah seorang temanmu yang menyampaikan isi surat ini padamu.

Aku menyemogakan bahwa mereka, teman-temanmu, berkata bahwa ada seorang pria yang sedang merindukan seorang wanita pujaannya tapi ia sendiri tak bisa bertemu untuk sekadar mengucapkan kata rindu. Aku berdoa untuk itu agar kamu tahu betapa takut dan lemahnya aku di hadapan kamu.

Apa kabarmu hari ini?

Aku berdoa agar selalu di lindungi oleh kuasa Yang Maha Esa. Aku disini masih baik meskipun tidak benar-benar baik. Satu-satunya yang tidak baik dari diriku selama ini adalah saat aku tidak bisa melihat senyum hangatmu itu. Senyum itu mengingatkanku pada hangat sore yang menjelma kemerah-merahan dan akhirnya tenggelam dalam malam. Senyum itu langka, tapi tidak begitu sulit untuk dijumpai. Aku sendiri masih bisa menjumpai itu saat kamu bersenda gurau dengan kekasih hatimu. Sungguh itu yang aku butuhkan, walau aku sendiri masih bersenja gurau kesepian.

Tidak perlu kamu membalas surat ini, Kinagara yang manis. Biarkan surat ini hidup dalam pikiran siapapun yang membacanya. Biarkan
surat ini hidup pada pikiranmu sendiri tentang betapa hebatnya aku merindukanmu.

Kinagaraku yang paling manis, aku tuliskan surat ini untuk tidak pernah kukirimkan. Aku menulis surat ini untuk menghidupkan aku yang dulu sempat hidup dalam pikiranmu.

Bolehkah itu?

Aku menuliskan surat ini dengan mengesampingkan bagaimana tatacara surat ditulis, aku keluar dari pakem penulisan surat pada seseorang. Aku hanya menulis sesuai dengan apa yang kurasa saat ini dan saat-saat di masa selanjutnya. Berbahagialah, Kinagaraku yang manis. Karena ada kekasihmu yang harus hidup dalam pikiran dan hatimu saat ini. Dan izinkan aku untuk tetap hidup dalam surat-surat yang tak pernah ku maksudkan untuk dikirimkan kepadamu. Aku berusaha untuk tetap diam walau diamku adalah tangisan malam hari yang begitu pelik sehingga orang biasa tak pernah bisa untuk mendengarnya. Sempat aku singgungkan bahwa aku menulis surat ini dalam keadaan lelah karena hari tanpa seutas senyumanmu adalah duka. Itu benar adanya.

Aku memang sedang kelelahan dalam menahan semua rindu yang niatnya ku tanam dalam malah tumbuh keluar. Semakin rindang dan semakin subur. Dan semoga rindumu dan rindu kekasihmu semakin tumbuh subur seperti seharusnya sepasang kekasih. Aku bahagia bisa melihatmu begitu bahagia dengannya. Walaupun sebelumnya kamu menangis karena kehilangan diriku yang abadi dalam selembar kertas foto. Tapi sekarang kamu tidak perlu menangis lagi karena ada kekasihmu yang bisa kamu pandangi dia sesuka hatimu saat kalian bertemu. Atau saat kalian berdua melakukan video call, kamu bisa memandangi dirinya seutuhnya.

Biarkan aku sendiri yang memandangimu melalui imaji yang ada tiap aku menutup mata dan menghela napas panjang. Berbahagialah, Kinagara.


Salam hangat dariku, A.
Diubah oleh alifisme

Sampai Jadi Apa?

Sampai Jadi Apa?


Salam hangat untukmu, Kinagara.

Apa kabarmu malam ini?

Semoga saja baik adalah kata yang selalu menyertaimu. Hari ini aku menangis lagi, tidak tahu sampai kapan dan sampai berapa kali lagi aku menangis yang berupa ke-diam-an ini. Bila aku diberi kesempatan untuk berkata jujur tentang perasaanku saat ini, maka yang kuceritakan akan sangat kompleks. Tentu, rumit juga.

Kamu mau membaca?
Baiklah. Aku akan menceritakannya agar rasa penasaranmu hilang dan agar aku semakin tumbuh untuk merindukanmu.

Begini, Kinagara manisku.

Perasaanku saat ini abu-abu. Tidak ada warna yang benar-benar mewarnainya. Begitu pula perasaanku ketika belum pernah bertemu denganmu, semua yang aku rasa adalah abu-abu dan ragu-ragu. Aku sendiri tak paham dan tak bisa menjelaskan. Kemudian untuk pertama kalinya bertemu denganmu, ada sedikit warna biru disana. Lumayan sejuk, beberapa kali bertemu denganmu muncul warna kuning, hijau, merah, putih dan berbagai warna pelangi yang sudah semestinya ada setelah hujan turun.

Kemudian warna itu tiba-tiba memudar sesuai dengan jarak kita yang semakin jauh. Pun itu sebenarnya bukan alasan pasti kenapa warna mulai memudar, tetapi itu adalah alasan yang pas untuk membuatku sedikit ringan dalam merindukanmu.

Alasan yang membuatku berat sekaligus alasan yang memang benar membuat warna itu berubah adalah aku dulu pernah menyakitimu dengan pergi tanpa tahu kapan kembali lagi. Dan saat aku kembali, aku melihatmu sudah memutuskan jarak itu. Jarak yang menjadi hubungan terdekat kita. Ya, itu adalah cerita versiku, Puan.

Jika kamu ingin mengerti sampai kapan aku begini, maka aku akan menanyakan kembali pertanyaan itu.

“Sampai jadi apa yang kamu mau?”

Aku bersedia menunggu dan terus menunggu. Mungkin kamu sendiri pernah menghitung berapa kali purnama sudah terlewati dan berapa kali malam turun tanpa suara motorku yang kemudian berhenti di depan rumahmu.

Aku bahagia, Puan.

Dengan segala senyumanmu yang tertuju untuk kekasih barumu, aku bahagia akan itu. Bila ada yang bertanya kenapa aku tak mencari lagi kekasih yang seperti dirimu, maka akan kujawab dengan sederhana seperti ini.

“Kalau memang aku mencari seseorang seperti Kinagara, kenapa aku harus mencari itu di orang lain? Kenapa tidak aku temukan Kinagara dalam diri Kinagara secara utuh?”

Aku sendiri takut dengan kemungkinan terburuk yaitu ketika hubunganmu merenggang dengan kekasihmu atau bahkan sudah usai, aku takut kamu tidak memiliki tempat untuk menangis. Biarlah aku dan izinkanlah aku untuk menunggu. Tidak pernah ada yang tahu apa kejadian yang ada di masa depan nanti.

Aku akan menunggumu sampai jadi apapun.


Salam hangat dariku, A.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di