alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdaace6dc06bdd74d8b456d/kotak-hitam-ditemukan-satu-korban-telah-dimakamkan

Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan

Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memeriksa kondisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 yang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan di KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018).
Satu bagian kotak hitam pesawat Boeing 737 Max 8 maskapai Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018), berhasil ditemukan pada Kamis (1/11), sehari setelah ping locator menangkap sinyal yang dipancarkan kotak hitam itu.

Instrumen penting dalam pesawat, yang sebenarnya berwarna oranye tersebut, ditemukan oleh Sertu Hendra, penyelam Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dari Tim SAR TNI Angkatan Laut, yang merupakan bagian dari tim SAR gabungan.

Dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut yang diterima Beritagar.id (1/11), dijelaskan bahwa Hendra menemukan kotak hitam yang diduga berisi data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) itu pada pukul 10.15 WIB pada kedalaman 30 meter di lokasi sekitar 500 meter dari titik jatuhnya pesawat.

Saat ini kotak hitam itu dibawa Kapal Riset Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya kotak hitam itu akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diperiksa lebih lanjut.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (1/11), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengonfirmasi penemuan kotak hitam tersebut.

"Tetapi belum jelas apakah itu (bagian) yang flight data atau voice recorder," kata Budi kepada wartawan, termasuk Elisa Valenta dari Beritagar.id.

Kotak hitam memang terdiri dari dua bagian. Ada FDR yang merekam data selama penerbangan dan ada juga perekam suara percakapan dalam kokpit yang disebut Voice Data Recorder (VDR).

Kedua bagian itu terletak dalam kotak yang terpisah, walau ditempatkan pada posisi yang sama di tubuh pesawat--biasanya pada bagian dekat ekor.
Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan

Temuan ini tentunya membuka jalan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menimpa pesawat beregistrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 tersebut. Namun KNKT akan butuh waktu lama, setidaknya setahun, untuk memeriksanya.

Investigator KNKT Ony Suryo Wibowo menjelaskan, pengunduhan data bisa selesai dalam dua jam, tetapi proses analisisnya butuh waktu lama, bisa tahunan.

KNKT, ujar Ony kepada Tasya Simatupang dari Beritagar.id (30/10), diberi waktu satu tahun untuk menyelesaikan penyelidikan. Tetapi mereka harus memberikan preliminary report (laporan pendahuluan) dalam satu bulan.

"Preliminary report itu seperti kondisi pilot, bentuk serpihan, pilot berlisensi atau tidak, dan sebagainya," jelas Ony.
Jannatun, korban pertama yang dimakamkan Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan
Sejumlah keluarga dan kerabat mengangkat jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 Jannatun Cintya Dewi saat tiba di kediaman kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018).
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian RI, Rabu (31/10/2018), berhasil mengidentifikasi jenazah pertama korban jatuhnya pesawat masakapai Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang, Senin (29/10).

Jenazah tersebut diidentifikasi bernama Jannatun Cintya Dewi, perempuan berusia 24 tahun yang merupakan karyawan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pada Kamis (1/11) pagi, dikabarkan Antaranews, jenazah tiba di rumah orang tua korban di Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, dan langsung dimakamkan. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiyem.

"Kami dari Kementerian ESDM merasa kehilangan salah satu putri terbaik yang ada di tempat kami," kata Endang Sutisna, perwakilan dari Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM yang menghadiri pemakaman.

Jannatun, yang akrab disapa Yayas, terbang dengan pesawat Boeing 737 Max 8 dengan kode rute JT610 itu dalam rangka tugas selama tiga hari di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak kantong jenazah pertama tiba di RS Polri, baru jenazah Jannatun yang berhasil diidentifikasi. Tidak utuhnya kondisi tubuh korban membuat proses identifikasi memakan waktu lama.

Hingga Kamis (31/10), sudah 53 kantong jenazah yang tiba di rumah sakit tersebut. Namun jumlah kantong itu tidak mencerminkan jumlah korban yang ditemukan. Ketika peristiwa nahas itu terjadi, ada 189 orang di dalam pesawat tersebut.

Kapusdokkes Polri, Brigjen Arthur Tampi, dalam Okezone.com, Kamis (31/10), menyatakan bahwa mereka telah memeriksa 48 kantong jenazah berisikan potongan bagian tubuh korban.

Jenazah Jannatun, yang berada dalam kantong nomor register 00 Lion Tanjung Priok/0010/436 X 2018, termasuk dalam kondisi relatif baik dan lengkap, termasuk jari-jari tangannya.

Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto memaparkan, mereka lalu mengambil sidik jari korban dan memeriksanya dengan data tunggal perekam sidik jari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Lewat pemeriksaan itu, lanjut Hudi, muncullah identitas korban. Sidik jari yang diambil itu memiliki kesamaan 13 titik dengan data pada e-KTP.

"Menurut ilmu daktiloskopi (ilmu yang mempelajari sidik jari), kalau ditemukan kesamaan dalam 12 titik dari dua sidik jari yang diperbandingkan sudah dipastikan identik meskipun itu hanya satu jari manusia," jelas Hudi. "Nah di jenazah ini kita menemukan 13 titik persamaan."

Selain itu ada cincin yang masih terpasang di jari tengah tangan kanan.

Setelah sidik jari cocok, tim Inafis melakukan klarifikasi lanjutan dengan membandingkan data mereka dengan data antemortem, yakni data diri korban sebelum meninggal dunia, yang diserahkan oleh keluarga.

Tim Inafis lalu memperlihatkan foto jenazah kepada anggota keluarga dan, terutama setelah melihat cincin di tangan, mereka membenarkan bahwa itu adalah Jannatun Cintya Dewi.

"Keluarga hanya lihat foto saja karena takut tidak kuat. Tidak siap. Jadi lihat fotonya saja dari properti cincin di jari tengah kanan," jelas Kepala Bidang DVI Mabes Polri, Lisda Cancer, kepada BBC Indonesia.

Setelah dipastikan, karena jenazah tidak dalam keadaan utuh, tim bertanya kepada keluarga apakah mereka akan segera mengambil jenazah dan menguburkannya atau menunggunya utuh.

Keluarga Jannatun, menurut Lisda, kemudian memutuskan untuk segera membawa jenazahnya dan menguburkannya di Sidoarjo.

Idealnya, kata Lisda, proses pemulangan jenazah sebaiknya menunggu anggota tubuh lengkap. Dan itu bisa dilakukan asalkan pihak keluarga sabar menunggu. "Idealnya begitu tapi kan kita tidak tahu apakah akan lengkap? Kan kita nggak tahu kapan lengkapnya."
Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...lah-dimakamkan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial

- Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan DPR hanya akan bahas 12 RUU baru pada 2019

- Kotak hitam ditemukan, satu korban telah dimakamkan Pencabutan hak politik Wali Kota nonaktif Kendari dan ayahnya



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di