alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tangisan Keluarga Korban Lion Air JT-610 Pecah Saat Kedatangan Jenazah
2.6 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdaa7581a9975e4338b4571/tangisan-keluarga-korban-lion-air-jt-610-pecah-saat-kedatangan-jenazah

Tangisan Keluarga Korban Lion Air JT-610 Pecah Saat Kedatangan Jenazah

Tangisan Keluarga Korban Lion Air JT-610 Pecah Saat Kedatangan JenazahProperti barang-barang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang berhasil dievakuasi tim SAR. (Foto: Liputan6.com)

 Surtiyem, ibu dari Jannatun Cintya Dewi sempat pingsan saat jenazah anaknya yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 tiba di rumah duka, di Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo.


Jenazah Cintya atau yang biasa dipanggil Yayas ini tiba di rumah duka pada Kamis (1/11) sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung dibawa masuk ke dalam ruang tamu rumah keluarga.

Selang seperempat jam kemudian, jenazah bawa ke masjid Desa Suruh, Sukodono, untuk disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman desa setempat yang berada tak jauh dari masjid setempat.

Sementara itu, Bambang Supriyadi, ayah korban terlihat lemas dan didampingi oleh keluarga saat menuju ke lokasi pemakaman.

Korban yang bekerja sebagai staf di Kementerian ESDM itu meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, awal pekan lalu, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta untuk tujuan ke Pangkalpinang.

"Kami dari Kementerian ESDM merasa kehilangan salah satu putri terbaik yang ada di tempat kami," kata perwakilan Sekjen Kementerian ESDM Endang Sutisna usai pemakaman di tempat pemakaman umum Desa Suruh, Sidoarjo. Seperti dilansir Antara.
"Kami sangat merasa kehilangan atas peristiwa ini, kalau ada kesalahan semoga bisa dimaafkan supaya jenazah almarhumah ini diterima Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

Sebelumnya, Tim Inafis Mabes Polri mengidentifikasi satu korban yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi kelahiran Sidoarjo 12 September 1994 dan beralamat di Dusun Prumpon RT 001 RW 001 Kecamatan Sukodono Jawa Timur yang merupakan anak ketiga dari Ibu Surtiyem dan Bambang Supriyadi.

Jenazah Jannatun teridentifikasi dengan No Post Mortem 0108 dari kantong jenazah DVI 00/Lion-Tj Priok/0010, teridentifikasi sesuai Antemortem 128.
Identitas korban tersebut, diketahui dari bagian tubuh yang ditemukan, yakni tangan kanan dengan lima jari lengkap, kemudian menyambung bagian tubuh dada atas sampai perut menjadi satu bagian tidak terpisahkan.

Dari potongan tubuh korban tersebut, tim Inafis mencocokan sidik jari tangan kanan dengan sidik jari tangan kiri di ijasah korban yang berhasil memiliki kecocokan 13 titik, ditambah dengan data yang menyebut kebiasaan korban memakai cincin yang khas di jari tengah tangan kanan.

selengkapnya di:Tangisan Keluarga Korban Lion Air JT-610 Pecah Saat Kedatangan Jenazah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Keluarganya masih beruntung jenazahnya ada dan bisa diidentifikasi emoticon-Smilie
emoticon-Turut Berduka semoga diterima disisiNya.
jatuh nya keras ya. atau meledak juga sampai gitu tubuh2nya..


ah mengerikan banget.


turut berduka cita
semoga diberi ketabahan
masih utuhkah jasadnya
emoticon-Turut Berduka
Ngeri nih.. yang ditemukan cuma bagian dada, perut dan tangan sebelah doang.. kepala dan bawah perut ilang


Identitas korban tersebut, diketahui dari bagian tubuh yang ditemukan, yakni tangan kanan dengan lima jari lengkap, kemudian menyambung bagian tubuh dada atas sampai perut menjadi satu bagian tidak terpisahkan.
Jd makin penasaran jatuhnya kyk gmn sbnernya
Balasan post justausername
Quote:


kedalaman laut 30meter, panjang pesawat 40 meter.
jadinya ya kek pesawat terjun bebas ke daratan.
pasti meledak ini, cuma bukan diatas, tp didalam air
kalau dah ketemu jenazah minimal ada kepastian buat keluarga korban.
semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan
Balasan post jiwa.dc.2009
Quote:


Klo jatuh nya pesawat vertikal, iya pasti nabrak dasar...tp masa iya sampe vertikal..
Balasan post justausername
Quote:


Drag = 0.5 rho vel^2 Cd A
where rho is the local density of the fluid
vel is the velocity of the object
Cd is the coefficient of drag of the object in the fluid (which is a function of Mach number in the fluid and Reynolds number)
A is the reference area upon which the fluid acts.

At the beginning, when there is No drag (since velocity is zero), both objects fall at the same rate since there is no drag to slow either.
However, as the velocity increases, the drag term will increase and the net acceleration of each object will be:
g - Drag/m

So two objects with the same drag but one is more massive, the one that is more massive will "fall" faster.

dengan kedalaman yg cuma 75% dari total length pesawat itu sendiri, dan bobot pesawat yg masif. walopun jatuhnya secara horizontal mutlak.
gue sangat yakin kalo friksi air terlalu kecil dibandingkan total force dari pesawat yg jatuh untuk mampu menahan psawat gak "langsung" menghantam permukaan di bawah air
gak jauh beda dengan jatuh di daratan tanpa air. bedanya cuma gak ada api yg terlihat. apalagi kalo benar pesawatnya jatuh pada kecepatan +- 600kmh
hari ini launching mobnas ya?! semoga keluarga korban diberi kesabaran
Balasan post jiwa.dc.2009
Quote:


Anjay...


Iya gan, msk akal kok..gw malah mikirnya ancur karena tekanan kdlaman air..tp 30 meter hrusnya ga terlalu kuat ya
Jenasahnya tidak utuh ya? ngeri banget.. emoticon-Frown
Balasan post mony372an
Quote:

ane pantengin dp dari marenan kokk kagak ade yee bree...... kyk ngak ada kehidupan skrg di dp
emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
semoga diberikan tempat yang terbaik disisiNYA emoticon-Turut Berduka


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di