alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdaa0315a51639b218b4581/spirit-reforma-agraria-dari-desa-mangkit-berbeda-dari-biasanya

Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya

Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya

JPP, MINAHASA - Senin (29/10/2018), menjadi hari istimewa bagi warga Desa Mangkit, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Betapa tidak, sebanyak 225 kepala keluarga (KK) warga Mangkit menerima sertipikat redistribusi tanah obyek reforma agraria sebanyak 515 bidang dengan total luas tanah 444,46 hektar, yang sekitar 40 persen penerimanya adalah perempuan.

Menyusul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya menyerahkan sertipikat redistribusi tanah obyek reforma agraria kepada perwakilan warga Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Ini istimewa karena sertipikat hak milik yang diterima warga Mangkit berbeda konteknya dengan sertipikat yang kerap dibagikan Presiden RI dalam banyak kesempatan. Jika sertipikat hak milik biasa yang menjadi tugas rutin Kementerian ATR/BPN, maka sertipikat di Mangkit adalah dalam rangka redistribusi.

“Kita memahami bahwa redistribusi tanah adalah kegiatan pokok dalam reforma agraria untuk mengurangi ketimpangan,” ujar Mohammad Ikhsan, Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN yang hadir memberikan sambutan dan menyerahkan lembaran sertipikat kepada warga.

Menurut Ikhsan, Mangkit adalah ‘pecah telor’ reforma agraria setelah Perpres No. 86/2018 tentang Reforma Agraria diteken Presiden RI, 24 September lalu.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap juga hadir dan memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada warga yang mayoritas sebagai petani.

Simon Aling sebagai Hukum Tua (Kepala Desa) Mangkit sekaligus Sekjen Serikat Petani Minahasa (SPM) yang menjadi organisasi petani yang selama bertahun-tahun memperjuangan hak petani atas tanah.

Simon atas nama pengurus SPM dan masyarakat Mangkit berterima kasih dan menyampaikan penghargaan yang sertinggi-tingginya kepada PMK Jakarta, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Kantor Staf Presiden (KSP) serta Serikat Petani Pasundan (SPP) yang selama ini sudah membantu memfasilitasi, melayani dan memotivasi puluhan tahun lamanya.

Prosesi penyerahan sertipikat redistiubusi tanah ini juga disaksikan Dewi Kartika sebagai Sekjen KPA sebagai organisasi masyarakat sipil yang mengawal pelaksanaan reforma agraria, termasuk di Desa Mangkit ini.

Menurut Dewi, belajar dari Mangkit peran banyak pihak ada di dalamnya. Termasuk peran bupati, BPN, KSP, dan kepemimpinan SPM. Tapi tidak ada pahlawan tunggal. Kita boleh berbangga, karena konsistensi dan keyakinan perjuangan adalah modal utama. Tanpa itu, tak ada tanggal “29 Oktober 2018”.

Dewi mendorong agar setelah Perpres No. 86/2018 ditandatangani Presiden RI tanggal 24 September lalu segera dijalankan, temasuk dan terutama di lokasi-lokasi prioritas reforma agraria (LPRA) yang sudah diusulkan berbagai organisasi rakyat melalui KPA. Mangkit harus terus diperbanyak, setelah Kulonbambang di Blitar serta Badega di Garut, dan sebagainya. (ksp/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/327054...-dari-biasanya

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya Empat Tahun Jokowi-JK, Sudah Terbitkan Sertifikat 4,7 Juta Bidang Tanah

- Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya Desa Jono Oge, Satu Dusun yang Hilang Diterjang Gempa Bumi

- Spirit Reforma Agraria dari Desa Mangkit, Berbeda dari Biasanya Empat Tahun Jokowi-JK, Kucurkan Rp 187 T Dana Desa dan Salurkan 368.961 Beasiswa



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di