alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bda8dfa1cbfaaf5628b4570/mengenal-sukuk-tabungan-investasi-syariah-untuk-milenial

Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial

Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial
Ilustrasi gambar. Dua orang melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018)
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menawarkan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (sukuk) ritel kepada masyarakat.

Instrumen sukuk negara tabungan bernomor seri ST-002 dijual melalui daring (online) seperti penjualan instrumen investasi ritel sebelumnya, Saving Bond Ritel 004 (SBR-004) dan Obligasi Negara Ritel 015 (ORI015) yang lalu.

Pembukaan penawaran dimulai pada 1 November 2018 pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 22 November 2018 pukul 10.00 WIB. Minimal pemesanan ST-002 adalah sebesar Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar dengan jatuh tempo dua tahun atau hingga 10 November 2020.

Sebelum membeli, apakah Anda sudah tahu apa itu Sukuk Tabungan?

Beritagar.id mencoba menggali informasi secara komprehensif mengenai sukuk tabungan dalam situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sukuk tabungan adalah produk investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Dengan demikian, sukuk tabungan termasuk instrumen investasi yang aman secara hukum agama Islam karena bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan aman secara hukum negara karena dijamin oleh Undang-Undang (UU).

Sebagai salah satu varian produk investasi ritel, Sukuk Tabungan sangat terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat karena minimum pembelian yang hanya Rp1 juta.

Sukuk Tabungan memiliki imbal hasil tetap setiap bulan (fixed coupon) dan memiliki jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan tabungan investasi masyarakat yakni dua tahun.

Kendati instrumen ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel (Sukri), tetapi instrumen ini tetap likuid alias bisa ditarik sewaktu-waktu karena ada fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption).

ST-002 tidak dapat diperdagangkan dan tidak bisa dicairkan hingga jatuh tempo kecuali pada periode early redemption. Agunan atau underlying asset untuk ST-002 adalah Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN 2018.

Imbal hasil yang ditawarkan ST-002 bersifat mengambang (floating) ditentukan oleh suku bunga acuan yang ditentukan oleh Bank Indonesia (BI) atau BI 7 Days Reverse Repo Rate. Tingkat imbalan minimal pada tiga bulan pertama mencapai 8,3 persen yang berasal dari suku bunga BI sebesar 5,75 persen ditambah spread tetap sebesar 255 basis poin. Tingkat imbalan akan disesuaikan setiap tiga bulan sekali.

Masyarakat yang berminat untuk memesan ST-002 dapat membeli melalui 11 mitra distribusi yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, BTN, Trimegah Sekuritas, Bareksa, Tanamduit, Investree, dan Modalku.
Apa keuntungannya?
Investasi pada instrumen ST-002 dinilai menarik di tengah tren suku bunga yang diproyeksikan cenderung naik hingga 2020. Head of Investment Avrist Asset Management, Farash Farich, mengatakan instrumen ini layak untuk dikoleksi.

Dengan sifat imbal hasil yang floating, alias mengikuti pergerakan bunga acuan BI namun tetap terjaga batas bawah (floor), investor tentu akan sangat diuntungkan. Artinya, jika suku bunga acuan BI kembali naik, imbal hasil ST-002 pun ikut terangkat.

"Kalau sewaktu-waktu bunga acuan BI terus menurun, investor sudah dipatok tidak akan menerima imbal hasil kurang dari 8,3 persen. Apalagi saat ini trennya suku bunga BI akan terus naik mengiringi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Faras kepada Beritagar.id, Kamis (1/11).

Keuntungan selanjutnya, instrumen investasi ini dianggap aman karena pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin penuh oleh negara.

"Investasi ini juga sesuai dengan prinsip syariah dan turut mendukung perkembangan pasar keuangan syariah dalam negeri yang saat ini porsinya masih kecil," ujarnya.

Selain itu, tingkat imbalan yang diterima oleh investor akan lebih kompetitif karena pajak yang dikenakan lebih rendah dibandingkan dengan pajak deposito.
Mengincar generasi milenial
Tidak seperti seri sebelumnya, peluncuran seri ST-002 memang sedikit berbeda. Pemerintah mulai menawarkan instrumen tersebut melalui daring. Ini menjadi cara pemerintah untuk mengincar para investor muda alias milenial.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting, mengatakan pemerintah berkaca dari penerbitan instrumen SBR-004 yang mendapat animo tinggi dari masyarakat. Mayoritas pembeli tersebut ternyata adalah generasi kelahiran tahun 1980-2000.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan per September 2018, jenis SBR-003 dan SBR-004 lebih diminati mereka yang berusia 18-40 tahun.

"Kalau animonya besar, jumlah investor yang masuk berkembang banyak, kita anggap platform online ini bisa menjangkau investor ritel," ujar Loto kepada Beritagar.id, Kamis (1/11).
Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial
Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...untuk-milenial

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial DPR hanya akan bahas 12 RUU baru pada 2019

- Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial Pencabutan hak politik Wali Kota nonaktif Kendari dan ayahnya

- Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah untuk milenial Setya Novanto menitipkan surat tanah ke KPK



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di