alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Demi Klaim Asuransi, Oknum Guru di Binjai Palsukan Kematian
3.4 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bda3870529a459c178b4568/demi-klaim-asuransi-oknum-guru-di-binjai-palsukan-kematian

Demi Klaim Asuransi, Oknum Guru di Binjai Palsukan Kematian

Demi Klaim Asuransi, Oknum Guru di Binjai Palsukan Kematian

Seorang guru pegawai negeri di Kota Binjai nekat memalsukan kematiannya hanya demi mendapatkan klaim asuransi dari PT Taspen. Namun aksi oknum guru berinisial DS itu akhirnya terbongkar dan kini harus berurusan dengan hukum.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah menetapkan DS sebagai tersangka. DS tak sendiri. Seorang oknum pejabat PT Taspen berinisial MA juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membantu DS.

Informasi dihimpun, Kamis (25/10) menyebutkan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan adminitrasi fiktif. Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar, menyatakan, sejak ditetapkan menjadi tersangka, status perkara keduanya menjadi penyidikan khusus.

“Sebelumnya statusnya hanya penyidikan umum, tapi sekarang menjadi penyidikan khusus. Penyidikan khusus ini berdasarkan usulan dan pertimbangan matang dari tim penyidik,” katanya.

“Dua orang tersangka ini merupakan perkara pemberian proses dana kematian asuransi DS. Kita tim penyidik sudah menemukan beberapa alat bukti sehingga berkesimpulan menetapkan status tersangka kepada keduanya,” terang Victor didampingi Kasi Pidsus, Asepte Gaulle Ginting.

Menurut Victor, MA yang merupakan oknum pejabat berwenang melakukan verifikasi, tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana semestinya. Sementara DS, merupakan tersangka yang melakukan pengajuan klaim asuransi dana kematian tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dari kasus ini, sebab AS, suami dari DS ikut serta membantu melakukan administrasi dan pengurusan pencairan dana kematian tersebut, namun kita masih menetapkan status tersangka kepada pelaku utama yakni MA dan DS," jelasnya.

Untuk kerugian negara, lanjut Victor, penyidik telah berkoordinasi dengan auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut guna memastikan angka nominalnya.

"Kalau ditaksir, kerugian negara mencapai Rp400 juta lebih, ini dihitung dari 7 tahun DS bolos mengajar dan pencairan dana asuransi kematian tersangka sebagai Aparatur Sipil Negara," imbuhnya.

Diketahui, DS bolos mengajar di SD Negeri 027144 Binjai sejak 2010. Meski bolos, gaji yang bersangkutan tetap mengalir hingga Februari 2018 dengan gaji kotor sebesar Rp4.367.900 per bulan. Jika gaji yang bersangkutan dikalikan 86 bulan menjadi sebesar Rp375.639.400. (G/BS/MSC)

TAKTAK tapi NYATA

demikianlah berita ghoib dari propinsi 'dunia lain'

Nantikan tayangan berikut nya di Channel @boruanehtapinyata di youtube, pls subscribe and like emoticon-Ngakak (S) (pakai adblock,parang melayang)
asuransi = haram itu emoticon-Blue Guy Bata (L)
cari duit gini amat

















emoticon-Cool
Boru Itu Nyata
Boru Itu Ngangkang
Ngangkang is love
Ngangkang is life emoticon-Ultah
Diubah oleh khloekarmike
Emang butuh duit banget ya sampe kudu nipu asuransi ?
Hati hati tar malah kejadian beneran loh
emoticon-Cape d...
Apa terinspirasi yg kemarin "hilang" 15 tahun itu ya?
kreatif emoticon-Matabelo
ediaann nekad..emoticon-Hammer (S)
Ya goblok aja bolos masih digaji
segala cara di lakukan buat duit
Balasan post Can354dra
Quote:


Sekedar pembuktian jati diri khas boru ngangkang emoticon-Ngakak (S)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di