alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd9d4e91a99757a148b4568/jam-raksasa-di-candi-borobudur-bukti-syailendra-penuh-keajaiban

Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'

SERAMBINEWS.COM -
5 September 2018

Borobudur tak sekadar bangunan untuk bersembahyang. Ada banyak misteri yang belum banyak diketahui orang.
Salah satunya menarik adalah jam raksasa candi Borobudur.

Borobudur bermula pada sekitar tahun 750 Masehi, ketika seorang arsitek bernama Gunadarma berdiri di sebuah gunung di Kerajaan Syailendra.
Di hadapannya tampak sebuah danau dikelilingi tujuh gunung. Di tengah danau berdiri sebuah bukit.

Dari danau itu mengalir sungai, berkelok-kelok. Sebuah pemandangan yang luar biasa indah.
Sayangnya, dua dari tujuh gunung yang mengelilingi termasuk gunung aktif. Itulah Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Alam Kerajaan Syailendra subur dan indah, tapi rawan bencana. Begitu pula Gunadarma yang taat beragama Budha. Gunadarma mungkin juga berharap kerajaannya selamat dari bencana.

Dia memikirkan sebuah cara. Bagaimana jika di tengah danau itu dibangun sebuah tempat ibadat? Supaya Tuhan melindungi manusia dari bencana.
Gunadarma merancang tempat ibadat berbentuk bunga teratai.

Bunga teratai raksasa yang mekar di tengah danau dan dikelilingi tujuh gunung. Raja Syailendra mendukung pembangunan tempat ibadat itu.

Tempat ibadat itu dibangun selama 92 tahun. Ketika selesai, tempat ibadat itu memang tampak seperti bunga teratai di tengah danau. Itulah tempat ibadat bernama candi Borobudur.

Sayangnya, gempa dan letusan gunung berapi membuat danau di sekitar Candi Borobudur hilang.
Tumpukan debu gunung berapi menyebabkan danau mengering. Di zaman sekarang, Candi Borobudur tidak lagi dikelilingi danau.

Borobudur dibangun sebelum bangsa Kamboja membangun Candi Angkor Wat. Juga dibangun sebelum orang Eropa membangun gedung-gedung katedral yang megah.

Bentuk candi Borobudur lebih rumit dibanding piramida Mesir.
Bayangkan, batu seberat 2 ton disusun satu per satu sampai jadi bukit berlantai 10. Batu itu juga diukir dengan gambar yang sangat teliti.
Gambar itu berkisah tentang kehidupan rakyat Kerajaan Syailendra.

Nah, ada satu misteri lain soal Candi Borobudur ini, yakni sebuah jam raksasa
Bagaimana melihat Candi Borobudur sebagai sebuah jam raksasa?

Begini penjelasannya. Candi Borobudur memiliki 72 buah stupa berbentuk lonceng terbalik.
Stupa terbesar berada di lantai teratas. Arsitek Borobudur memakai stupa-stupa itu sebagai titik tanda jam.

Jarum jam-nya berupa bayangan sinar Matahari yang disebabkan stupa terbesar. Ya, bayangan stupa terbesar selalu jatuh dengan tepat di stupa lantai bawah.

Tak hanya itu, Candi Borobudur juga merupakan petunjuk arah yang sangat tepat. Tanpa bantuan kompas dan GPS.

Seperti diketahui, Matahari memang terbit di arah timur. Namun, tidak selalu tepat di titik timur.
Matahari hanya terbit benar-benar di titik timur dalam dua kali setahun. Yaitu sekitar tanggal 20-21 Maret dan 22-23 September.

Nah, arsitek Borobudur rupanya sudah mengetahui titik timur yang benar. Oleh karena itu,
Candi Borobudur juga dibangun menghadap titik utara dan selatan dengan sangat tepat.
(Kidnesia/Johanna Ernawati)

Sumber

Syailendra adalah dinasti bangsawan Jawa yang menguasai 2 kerajaan besar Nusantara , yaitu Sriwijaya dan Medang.

selain membangun candi candi kolosal , wilayah Syailendra juga meliputi Thailand selatan , Kamboja , Singapura , Vietnam , bahkan menjangkau Filipina.
Hal ini dibuktikan dgn ditemukannya prasasti prasasti peninggalan Syailendra di wilayah2 twrsebut.

emoticon-I Love Indonesia

LET'S MAKE INDONESIA GREAT AGAIN
Diubah oleh BMAGLY
Halaman 1 dari 3
astajim raja Syailendra itu muslim ya akhi emoticon-Mad
Quote:


Yg boneng bray emoticon-Kagets
Peninggalan nabi sulaiman emoticon-Matabelo
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Harusnya dipelajari nih pola pikir, arsitektur, cara belajar dari sang pembuat candi ini.

Bagus tuh diturunkan ke generasi sekarang
Quote:
Balasan post trimusketeers
Quote:


Quote:


Peninggalan nabi sulaiman ya akhi emoticon-Malu
Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'
Quote:


Sulaiman itu Salomo yak?? emoticon-Ngakak
Balasan post trimusketeers
Quote:


Salomo kapir bukan?
Balasan post monyet2012
iya ya sempak
Balasan post rickreckt
Quote:


Minta di tusbol hartoyok tuh yg nulis
Syailendra Lulusan universitas tehnik mana itu ?
Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'
Quote:


emoticon-I Love Indonesia



Sebenernya banyak keilmuan pada zaman itu dan sebelumnya yg bisa dipelajari kembali (atau yg tidak).. tapi semuanya bisa diteliti kembali oleh kita..

Tapi ya itu.. kebanyakan malah jadi mikirnya kemana2.. emoticon-Nohope
Diubah oleh khayalan
Balasan post masdhekijunior
Quote:


ada buku manualnya kok om untuk bikin candi
Vastu Shastra alias Science of Architecture
https://en.wikipedia.org/wiki/Vastu_shastra

gak cuma candi sih, sampai tata kota juga diliput di kitab itu.
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
orang zaman dulu ke thailand dan Kamboja dari jateng naik apa ya? kapal apa berkuda? gile kuat bener ya.. kalau zaman skrg, jangankan jalan kaki/berkuda, naik mobil ke jakarta aja kerasa bener capek ya emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Intinya mah.. orang sekarang banyak ngeluh gara2 sudah kebiasa hidup mudah..

Internet lelet aja udah berasa kiamat.. padahal beberapa taun yg lalu.. bisa liat tipi berwarna udah alhamdulillah..

Pointnya mah.. perubahan kebiasaan hidup.. dan ga salah sih sebenernya...

emoticon-Big Grin
Gak ngaruh kok. Tetep aja borobudur hampir musnah gara2 merapi
udah pake jam kotak pula emoticon-Big Grin





Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'

Jam Raksasa di Candi Borobudur, Bukti Syailendra Penuh 'Keajaiban'
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di