alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Daftar Kecelakaan Pesawat Lion Air di Indonesia Tahun 2002-2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd9aa7e582b2e4c6e8b456f/daftar-kecelakaan-pesawat-lion-air-di-indonesia-tahun-2002-2018

Daftar Kecelakaan Pesawat Lion Air di Indonesia Tahun 2002-2018

Daftar Kecelakaan Pesawat Lion Air di Indonesia Tahun 2002-2018
illustrasi

Daftar Kecelakaan Pesawat Lion Air di Indonesia Tahun 2002-2018
Rabu, 31 Oktober 2018 08:29


Berbagai insiden atau kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia sejak tahun 2002-2018 memiliki dampak serius bagi maskapai yang berdiri sejak tahun 1999 itu.

Dream - Kecelakaan pesawat kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, kecelakaan pesawat melibatkan pesawat komersial milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT610.


Pesawat Lion Air JT610 mengalami kecelakaan setelah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu berjenis Boeing 737 Max 8.


Menurut pihak Lion Air, Boeing 737 Max 8 termasuk pesawat komersial jenis terbaru. Penggunaan pesawat ini diumumkan Lion Air pada Juli 2017.


Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyebut, pesawat Lion Air JT610 itu tergolong baru. Pesawat itu baru digunakan Lion pada Agustus 2018.


" Jam terbangnya baru 800 jam," ujar Soerjanto.


Lion Air mengklaim pesawat Boeing 737 Max 8 bisa terbang lebih lama tanpa mengisi bahan bakar dengan jangkauan terbang mencapai 7 jam 30 menit.


Kecelakaan pesawat di Indonesia memang kerap terjadi. Terutama kecelakaan pesawat komersial yang selalu mengangkut penumpang dalam jumlah besar.


Jumlah penumpang yang jadi korban kecelakaan pesawat di Indonesia memang tidak sedikit. Untuk kasus kecelakaan pesawat di Indonesia yang melibatkan Lion Air JT610 saja, berpenumpang dan awak 189 orang.


Pesawat Lion Air JT610 hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Lion Air Group membenarkan kabar ini


" Benar kami kehilangan kontak sejak terbang jam 6.00 WIB dari Cengkareng," kata Direktur Umum Lion Air Grup, Edward Sirait, saat dihubungi Liputan6.com, Senin 29 Oktober 2018.


Sebenarnya bukan kali ini saja kecelakaan pesawat menimpa maskapai Lion Air. Perusahaan penerbangan murah (Low Cost Airline) yang didirikan pada 15 November 1999 di Jakarta itu pernah mengalami beberapa kecelakaan pesawat sejak tahun 2002.


Kecelakaan pesawat sebenarnya sesuatu yang lumrah terjadi di dunia penerbangan. Tetapi, jika mengikuti prosedur dan peraturan soal keamanan, baik personel dan pesawat itu sendiri, maka kecelakaan pesawat bisa dihindari.


Merangkum dari berbagai sumber, berikut informasi tentang berbagai insiden atau kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia sejak tahun 2002-2018.


Insiden atau kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia sejak tahun 2002-2018 itu memiliki berbagai dampak serius bagi maskapai tersebut.


Setelah terjadi kecelakaan pesawat fatal yang dialami Air Asia dengan nomor penerbangan 8501 pada 9 Januari 2015, Kementerian Perhubungan mencabut 53 rute yang dioperasikan oleh Lion Air dan anak perusahaannya.


Kemenhub mencabut rute penerbangan yang dioperasikan Lion Air karena mereka memiliki izin untuk melakukan penerbangan.


Kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia sejak 2002-2018


14 Januari 2002
Pesawat Lion Air Penerbangan 386, jatuh setelah mencoba lepas landas dengan konfigurasi flap (sayap) yang salah di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Semua penumpang dan awak kabin pesawat selamat. Tetapi pesawat jenis Boeing 737-200 itu tidak pernah dipakai lagi.


30 November 2004
Pesawat Lion Air Penerbangan 538, jatuh di Surakarta. Pesawat berjenis McDonnell Douglas MD-82 jatuh hingga mengakibatkan 25 orang meninggal.


4 Maret 2006
Pesawat Lion Air Penerbangan 8987, tergelincir setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda. Pesawat jenis McDonnell Douglas MD-82 itu mengalami masalah pada fungsi pembalik daya dorong kiri. Akibatnya pesawat membelok ke kanan dan tergelincir hingga sejauh 2.100 meter dari ujung landasan pacu. Tidak ada korban jiwa, tetapi pesawat itu rusak parah dan tidak dioperasikan lagi.


24 Desember 2006
Pesawat Lion Air Penerbangan 792, mendarat dengan konfigurasi flap yang salah dan tidak selaras dengan landasan pacu.
Akibatnya, pesawat jenis Boeing 737-400 itu mendarat dengan keras dan tergelincir di sepanjang landasan pacu menyebabkan roda pendaratan utama sebelah kanan terlepas, roda kiri menembus bagian sayap dan beberapa bagian badan pesawat tertekuk. Tidak ada korban jiwa, tetapi pesawat itu tidak dioperasikan lagi.


23 Februari 2009
Pesawat Lion Air Penerbangan 972 berjenis McDonnell Douglas MD-82 mendarat tanpa nose gear di Hang Nadim International Airport, Batam.
 
9 Maret 2009
Pesawat Lion Air Penerbangan 793, tergelincir dari landasan pacu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

2 November 2010
Pesawat Lion Air Penerbangan 712, berjenis Boeing 737-400 tergelincir di landasan ketika mendarat di Bandara Supadio, Pontianak. Semua 174 penumpang dan awak dievakuasi oleh slide darurat, dengan beberapa mengalami cedera.


13 April 2013
Pesawat Lion Air Penerbangan 904 berjenis Boeing 737-800, rute Bandung-Denpasar dengan 108 orang di dalamnya, jatuh di perairan di dekat Denpasar, Bali ketika mencoba mendarat. Pesawat pecah menjadi dua bagian. Kemenhub mengatakan pesawat jatuh karena menggunakan landasan pacu pendek. Semua penumpang dan awak dievakuasi dari pesawat dan tidak ada korban jiwa.


6 Agustus 2013
Pesawat Lion Air Penerbangan 892, Boeing 737-800, rute Makassar-Gorontalo dengan 117 penumpang dan awak kabin di dalamnya, menabrak sapi saat mendarat di Bandara Jalaluddin dan terpaksa keluar dari landasan pacu. Tidak ada yang cedera dalam insiden ini.


1 Februari 2014
Pesawat Lion Air Penerbangan 361, yang terbang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan ke Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali melalui Bandara Internasional Juanda di Surabaya, dengan 222 penumpang dan awak kabin di dalamnya, mendarat dengan keras dan terpental empat kali di landasan pacu. Pesawat berjenis Boeing 737-900ER mengalami patah pada bagian ekor dan kerusakan parah pada badan pesawat. Tidak ada korban jiwa, tetapi dua penumpang terluka parah dan tiga lainnya mengalami luka ringan. 

20 Februari 2016
Pesawat Lion Air Penerbangan 263 dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan ke Bandara Internasional Juanda di Surabaya tergelincir di landasan pacu saat mendarat. Tidak ada korban dalam insiden ini. Menurut penyelidikan Komite Keselamatan Transportasi Nasional, kecelakaan dipicu oleh kegagalan dalam pengelolaan sumber daya kru kabin yang menyebabkan prosedur pendaratan yang tidak tepat. KNKT merekomendasikan agar maskapai penerbangan Indonesia itu meningkatkan pelatihan pilot.



2 April 2017
Sekitar 300 liter bahan bakar pesawat Lion Air tumpah di landasan pacu Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Gambar yang diambil oleh penumpang menunjukkan bahan bakar mengalir keluar dari salah satu sayap pesawat. Tak lama setelah itu, semua penumpang dievakuasi dan pesawat itu di-ground-kan untuk penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada korban dilaporkan. Pada hari yang sama perwakilan dari Lion Air dipanggil oleh Kementerian Perhubungan Indonesia untuk mengklarifikasi insiden tersebut. 
Pernyataan awal oleh perwakilan Lion Air mengatakan bahwa kebocoran itu disebabkan oleh tidak berfungsinya katup pengaman dan detektor luapan bahan bakar.

29 April 2018
Pesawat Lion Air Penerbangan 892 berjenis Boeing 737-800 tergelincir di landasan pacu Bandara Jalaluddin Tantu Gorontalo setelah mendarat di bawah kondisi hujan deras. Dilaporkan seluruh penumpang dievakuasi dari badan pesawat dalam kondisi cuaca yang masih hujan deras. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.


29 Oktober 2018
Pesawat Lion Air Penerbangan 610 berjenis Boeing 737 MAX 8, jatuh di Laut Jawa 13 menit setelah tinggal landas dari Jakarta, dengan semua 189 penumpang dan awak pesawat hilang, diduga tewas.
https://www.dream.co.id/dinar/kecelakaan-pesawat-di-indonesia-1810300.html


Pembenahan akhlak SDM memang perioritas ... selain gaji & kesejahteraan

Quote:



------------------------------------

meskipun murah meriah ... nggak masalah bagi penumpang untuk naik pesawat 'low cost'... 
asal slamet sampai tujuan! 

Bukan malahan penumpang dijadikan tumbal ...

emoticon-No Hope
Quote:
Kebal bener nih si singa....
Masih hidup sampe sekarang...
Si Adam...langsung di eksekusi...
Kecelakaan fatal lion baru dua kali sebenarnya.
Balasan post dawolong
Quote:


Adam termasuk gk banyak fleetnya, lah lion ini kuasai 40-50% domestik. Harus ada yg bisa isi kekosongan
Singa habitat nya di darat emang bkn di udara..ah elaahh...emoticon-DP
Quote:


Yg nyebur laut di bali itu juga fatal lho
Yang layak terbang itu burung garuda,bukan siluman singa
Quote:


yg korban meninggal kayak nya cuma 2 kali...dan pangsa pasar yg 40 sampai 50 persen bisa bikin banyak pihak ketar ketir...wkwkkw
paraaaah yaa
Balasan post laziale.id
Quote:


Fatal yg banyak korban meninggal baru 2 kali .

Dulu record zero accident dipegang sama aeroflot soviet dgn pesawat buatan dalam negerinya sendiri dgn instrument kokpit yg byk manual.
Nah setelah mereka impor pswt dr barat mulai ada fatal accident.
itu yg abis terbang dari bali ke jkt sehari sebelumnya yg udah keliatan kerusakan pada pesawat tsb udah laporan blm sih apa gmn kok masih bisa di ijinkan terbang itu pesawat yg banyak tanda kerusakan?
Mesti nya kan gak layak terbang .. Tanggung jawab siapa kalo pesawat nya rusak tapi masih boleh terbang aja..?? Kok pada gak peduli banget sih mereka..
Kalo tau pesawat rusak laporan donk yg pake pesawat sebelumnya.. Itu namanya mencelakakan orang lain kalo udah tau pesawat rusak diem diem aja.. 😈😈😈
kalo pilot nya di kasih tau itu pesawat gak layak terbang.. dia juga pasti gak bakalan terbang pake pesawat itu..

Emang kalo kaya gt tuh gak ada semacam laporan harian nya apa gt??? Apa gimana kek..
Kaya laporan harian buat data gt dari semua crew setelah pakai pesawat nya.. Di tulis gt pesawat nya keadaan nya gimana setelah dia landing..
Kan ketauan jadinya hari perhari keadaan pesawat nya gimana..
Jadi pilot yg besok mau terbang pakai pesawat itu dia bisa liat dari data hari sebelumnya tentang pesawat nya itu..
Jadi kan masih bisa di check sebelum terbang.. Atau pake pesawat yg lain dulu..
Jangan pas udah terbang di atas bawa penumpang baru ngerasa pesawat gak beres..
Ya nyungsep dia.. Kasian kan itu pilot india gak tau pesawatnya rusak.. Jadi innalillahi kan semua penumpang nya..

Kesel deh.. 😈😈😈
Diubah oleh noisscat


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di