alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd98f6d529a4559128b4568/insiden-lion-air-coreng-keselamatan-penerbangan-indonesia

Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia

Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya (kiri); dan Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara pada Selasa (30/10/2018).
Insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610 berkode registrasi PK-LQP di Tanjung Karawang, Karawang, Jawa Barat, memukul pemangku kepentingan dunia penerbangan Indonesia. Pasalnya, keselamatan penerbangan di Indonesia sempat mendapat pengakuan dari lembaga internasional.

Mei 2018, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) — badan PBB yang menangani penerbangan sipil -- menyerahkan penghargaan Council President Certificate (CPC) kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ini adalah penghargaan soal safety oversight deficiencies. Selain itu, seperti ditulis detikcom (20/5/2018), Indonesia juga berupaya meningkatkan Effective Implementation (EI) Standar dan Rekomendasi Praktis (SARPs) ICAO dalam bidang keselamatan penerbangan.

Budi mengemukakan pemerintah sudah melakukan dan menerapkan langkah-langkah sesuai panduan dari ICAO. Itu sebabnya Menhub Budi Karya Sumadi akan meninjau (review) rekomendasi lain yang perlu dilakukan.

"Belum setahun ini sudah ada penilaian terhadap Indonesia dan kita dapat kualifikasi bagus. Kami akan melihat lagi rekomendasi yang belum kami lakukan," ujar Budi dalam jumpa pers di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10).

Budi menekankan pentingnya evaluasi termaksud, baik internal dalam Kemenhub maupun eksternal dalam maskapai penerbangan. Sementara dalam kesempatan jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hari yang sama, Budi menegaskan pihaknya akan menginspeksi ulang seluruh pesawat Boeing tipe 737 Max 8 di Indonesia.

Kebetulan, pesawat nahas Lion Air yang jatuh di Karawang bertipe B737 Max 8.

Namun, ketika ditanyakan soal sanksi untuk Lion Air, Budi menyatakan baru bisa ditempuh setelah Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan flight recorder atau dikenal dengan kotak hitam (black box).

Dunia penerbangan Indonesia memang terus berbenah dan sebagian sudah mencapai kemajuan. Geoffrey Thomas, managing director Airlineratings.com, menjelaskan Indonesia menghadapi tantangan besar dalam dunia ini -- terutama soal infrastruktur yang sebagian besar belum berstandar internasional.

Meski begitu, Thomas membenarkan bahwa Indonesia sudah mencapai kemajuan dalam hal keselamatan. "Terutama dalam lima tahun belakangan, Indonesia membuat kemajuan berarti dalam hal keselamatan. Pemerintah Indonesia menjadikan itu prioritas utama," kata Thomas kepada South China Morning Post, Selasa (30/10).
Titik terang
Sementara pencarian kotak hitam masih dilakukan di perairan Tanjung Pakis, Karawang. Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Haryo Satmiko, kepada CNNIndonesia.com, menjelaskan sudah ada titik terang soal kotak hitam.

"Memang benar titik signal suara atau ping," kata Haryo, Rabu (31/10).

Kini, tim penyelam sedang mencari kotak hitam itu dalam radius tiga kilometer. Sedangkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa fuselage atau badan utama pesawat Lion Air PK-LQP sudah terdeteksi.

"Pagi hari ini saya mendapatkan penjelasan dari Kabasarnas tentang titik terang adanya dugaan kuat adalah bagian dari fuselage 610 itu sudah ditentukan koordinatnya," kata Hadi di Dermaga JICT 2, Rabu (31/10), dilansir Kompas.com.

Namun, Hadi menegaskan bahwa itu masih sebatas dugaan dan sedang ditelusuri. Hadi juga menduga tubuh para korban masih berada di dalam badan pesawat.

Untuk menelusuri dugaan tersebut, Hadi bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi langsung menuju Tanjung Pakis, Karawang. Mereka kemudian menumpang KRI I Gusti Ngurah Rai untuk ke lokasi yang diduga terdapat fuselage Lion Air.

Selain KRI I Gusti Ngurah Rai, TNI AL juga mengirim KRI RIgel yang memiliki peralatan pemindai (scanner) berteknologi canggih ke lokasi termaksud. Bahkan KRI Rigel (933), Rabu (31/10), menemukan objek sepanjang sekitar 20 meter.

Namun, Direktur Operasi Pusat Hidro Oseanografi (Dirops Pushidros) TNI Angkatan Laut Kolonel Laut Haris Djoko Nugroho mengatakan belum bisa memastikan apakah objek tersebut adalah badan pesawat.

"KRI Rigel temukan objek di dasar laut dengan panjang lebih dari 20 meter. Belum bisa dipastikan apakah itu bangkai pesawat (JT610) atau bukan," kata Haris dikutip IDN Times, Rabu (31/10).

Itu sebabnya TNI AL pun melibatkan peralatan sonar untuk menangkap gambar objek yang ditemukan. Adapun hasil identifikasi sonar bisa memakan waktu lima jam.
Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ngan-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia Andi Narogong bayar uang pengganti

- Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia Asumsi kurs naik, belanja negara membengkak tahun depan

- Insiden Lion Air coreng keselamatan penerbangan Indonesia 7 Sektor perkasa lambungkan IHSG

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di