alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Forex Broker /
Analisa Trading 31102018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd96fcdddd77056798b4568/analisa-trading-31102018

Analisa Trading 31102018

Analisa Trading 31102018


Departemen Stastistik Australia merilis data inflasi konsumen kuartal ketiga yang naik 0.4 persen MoM, lebih rendah dibandingkan ekspektasi kenaikan 0.5 persen. Angka itu tercatat sama dengan inflasi Australia kuartal kedua lalu. Namun dalam basis tahunan, CPI Australia hanya naik 1.9 persen hingga kuartal ketiga, lebih rendah dari kenaikan tahunan sebesar 2.1 persen pada kuartal sebelumnya. AUD/USD diperdagangkan pada level 0.7083, di bawah harga Open harian yang tercatat di level 0.7103.

Di tengah penguatan terbatas Dolar Australia dalam beberapa hari terakhir, banyak ekonom berpendapat bahwa AUD akan kesulitan melanjutkan tren positif, karena Outlook jangka menengah yang suram. Bahkan, AUD/USD diyakini berpotensi dapat melemah hingga ke bawah 0.6700, yang merupakan level terendah sejak Maret 2009. Menurut Eaton Vance Corp yang berbasis di Montreal, AUD terbebani oleh kepercayaan konsumen yang buruk dan pasar perumahan yang lemah.

Artinya, ada banyak alasan bagi RBA (Bank Sentral Australia) untuk kembali menurunkan suku bunga di masa mendatang. Hal tersebut berkebalikan dengan rencana The Fed yang diproyeksikan bakal menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga hingga empat kali di tahun 2019. Selain itu, kekhawatiran akan dampak perang dagang AS-China ikut memperburuk performa Dolar Australia yang telah melemah 9 persen sepanjang tahun ini.

Bank of Japan tidak mengubah kebijakan moneternya pada hari Rabu, tapi memutuskan untuk memotong prediksi inflasinya. Bank sentral Jepang tersebut juga menerbitkan peringatan yang nadanya lebih kuat dari peringatan yang diterbitkan pada tiga bulan lalu; bahwa meskipun risiko dari ketidakstabilan sistem finansial untuk saat ini tidak besar, hal tersebut memerlukan perhatian khusus. Keputusan BoJ menandakan bahwa lemahnya kenaikan inflasi di Jepang masih membutuhkan stimulus untuk beberapa waktu ke depan. Oleh sebab itu, Yen melemah terhadap Dolar AS. USD/JPY terlihat naik sebesar 0.12% dari 112.352 ke level 113.218.

Dolar AS masih menguat terhadap mata uang-mata uang mayor, khususnya Yen dan Euro. Para investor membeli Dolar AS sebagai safe haven dari sejumlah peristiwa geopolitik yang sedang terjadi secara global. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di level tinggi 96.97. Di sisi lain, Euro melemah terhadap Dolar AS akibat ketidakpastian poltik Jerman. Kanselir Angela Merkel memutuskan untuk menyudahi karir politiknya pada tahun 2021 nanti. Hal ini membuat Euro tertekan karena sebagai kanselir Jerman, Merkel dikenal sebagai pionir Uni Eropa dan Zona Euro.

EUR/USD diperdagangkan pada level 1.1352, masih tertekan di level rendah, tetapi tidak berlanjut. Menurut analis DBS, Philip Wee, latar belakang fundamental yang kurang menguntungkan akan melemahkan Euro ke kisaran 1.12, bahkan bisa jadi lebih rendah lagi di awal tahun 2019 mendatang.

Untuk trading instrumen yang kami pilih hari ini 31/10/2018 adalah sebagai berikut;

AUDUSD
Analisa Trading 31102018

EURUSD
Analisa Trading 31102018

GBPUSD
Analisa Trading 31102018

NZDUSD
Analisa Trading 31102018

USDCAD
Analisa Trading 31102018

Terima kasih,
Salam opit.

Peringatan risiko: CFD Trading, merupakan produk leverage, mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya semua investasi Anda. Sebaiknya jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan. Sebelum memutuskan untuk melakukan trading, harap memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memahami semua risiko yang terkandung dengan trading CFD OTC dan pertimbangkan tingkat pengalaman Anda. Silahkan mencari saran independen jika diperlukan. Kinerja CFD pada masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memperkirakan hasil masa depan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di