alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd95f389252337b188b456f/presiden-tidak-usah-perbesar-lahan-naikkan-produktivitas-dulu

Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu

Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu

JPP, NUSADUA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alasan pemerintah memberlakukan moratorium perizinan kelapa sawit, sementara di sisi lain mendorong dilakukannya replanting atau perejamaan tanaman sawit.

Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018 dan 2019 Price Outlook, di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018) siang.

“Moratorium kita lakukan agar produktivitas kita naik terlebih dahulu, 1 hektar kalau biasanya 3 atau 4 ton ya bisa naik menjadi 6 ton, yang suda 6 ton bisa naik menjadi 9 ton. Enggak usah memperbesar lahan terus, menaikkan produktivitas dulu,” ujar Presiden.

Sebelumnya, Presiden mengaku bangga karena Indonesia adalah produsen terbesar minyak kelapa sawit di dunia. Artinya, dengan produksi kelapa sawit yang mencapai 42 juta ton/tahun, Indonesia adalah produsen terbesar bahan yang dipakai banyak orang di dunia dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Namun di sisi lain, Presiden mengaku pusing kalau mendengar keluhan mengenai turunnya harga sawit dari para petani/produsen.

“Supaya tahu saja, saya kirim menteri ke Uni Eropa, ke Perancis, ke Belgia, enggak tahu sudah berapa puluh kali untuk urusan agar kita tidak diboikot pasar kita di Uni Eropa,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, 42 juta ton itu jumlah yang sangat besar sekali, dan itu pasarnya pasar hampir 70%-80% untuk ekspor pasar dunia yang tidak bisa kita atur-atur. Justru pasar yang mengatur, tambah Presiden, dimana saat pasar melihat supply di Indonesia kebanyakan, maka harga akan diturunkan.

“Enggak bisa negara membuat kebijakan untuk harga kelapa sawit naik, itu enggak bisa karena itu sudah harga pasar internasional,” tegas Presiden.

Harus Peremajaan

Untuk itulah, Presiden menegaskan pentingnya dilakukan moratorium perizinan baru untuk tanaman kelapa sawit. Hal ini dilakukan, tambah Presiden, agar produktivitas naik lebih dahulu.

Selain itu, Presiden mengingatkan, sejak tahun lalu dirinya sudah meminta harus ada peremajaan, replanting, harus yang sudah tua-tua sudah 25 tahun, 35 tahun tinggi-tinggi diremajakan, ganti yang muda-muda, dan ini harus dimulai petani.

Terkait peremajaan ini, menurut Presiden, pemerintah memberikan subsidi. Ia menekankan, agar prosedur pencairan subsidi replanting disederhanakan.

“Jangan ruwet-ruwet. Petani segera dapat, saya minta bulan depan ini sudah cepat,” tegas Presiden seraya menambahkan dirinya sudah mendengar ini ruwet sekali.

Presiden meminta agar prosedur pencairan subsidi replanting itu jangan banyak-banyak, 1 prosedur sudah cukup. “Yang penting akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta Menko bidang Perekonomian agar kebun-kebun kelapa sawit segera disertifikatkan. Asal lahannya bukan lahan sengketa, Presiden Jokowi meminta agar segera diberikan sertifikatnya.

Kepala Negara juga mengingatkan agar memaksimalkan kemajuan teknologi untuk praktik keberlanjutan industri kelapa sawit agar tidak terus dikritik dari LSM kiri-kanan dan atas-bawah.

Ia memberi contoh mulai dari biji kelapa sawit yang terus dikembangkan yang unggul dengan teknologi supaya tahan hama, supaya buahnya berbuah lebih banyak.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono. (stkb/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/326955...uktivitas-dulu

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu Sertifikat Tanah Aset untuk Warisan Anak dan Cucu

- Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu Karena Beda Pilihan di Pilpres, Presiden: Jangan Tidak Saling Sapa

- Presiden: Tidak Usah Perbesar Lahan, Naikkan Produktivitas Dulu Serahkan 5.083 Sertifikat di Samarinda, Presiden: Sengketa Lahan Bisa Berkurang



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di