alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd943afdcd770a0638b4567/free-ends-story

Free-ends (Story)

Quote:


Free-ends (Story)

Cerita Free-ends ini bermula dari Seorang Pria lugu menggemaskan, kurang dana, namun tidak mudah menyerah, berani merangkai kata-kata menggunakan Bahasa Indonesia sesuai EYD dan beberapa kata dalam Bahasa Inggris, Spanyol, Belanda, Nigeria, Italia, dan Jerman ke dalam bentuk cerita.
Namun sayang, Jerman harus gugur di fase grup pada Pildun 2018.

Sungguh diluar dugaan..

***



Moment tak terlupakan dikala senja, seraya angin bertiup dari laut ke daratan. Dibalut manjanya udara dingin yang selalu bermain girang di sisi bahu dan area di sekitar leher, membuat tanganku mengusapnya secara perlahan sambil tersenyum.


Quote:





Free-ends (Story)


***


Spoiler for to/from:



***


Cerita ini tentang Egafta, dia adalah Remaja Laki-laki seperti pada umumnya. Waktunya sekolah, dia sekolah. Waktunya les pun ikut. Saat libur sekolah juga dia main sama temennya.
Tidak ada yang aneh-aneh dalam kehidupannya. Biasa aja, tidak miskyn dan juga tidak alay.

Lalu mengapa cerita ini ada?

Pasti author kurang kerjaan plus kurang dana nih nulis-nulis ginian. Tapi, satu hal yang perlu kita sama-sama ketahui, bahwa tidak ada suatu hal baik yang kita terima itu lebih baik dari suatu hal baik yang kita beri.
Jika kamu bingung, intinya sih seperti ini agar lebih didahulukan memberi hal-hal baik kepada orang lain. Sebab saya selalu berprinsip, tidak ada orang baik yang dikecewakan, kecuali orang itu sendiri yang memilih untuk kecewa. 

Dalam kata lain, gue itu paling ANTI atau bisa juga TIDAK SETUJU dalam hal menerima hati seseorang yang dulunya pernah dengan TEMAN kita sendiri. Apalagi sudah jadi mantan, itu yang paling gue jauhi agar tidak terjadi. Karena biar bagaimana pun dia itu tetap namanya bekas temen.

***


Seperti saat sedang Mata Pelajaran Kimia yang ada di jam Ketiga saat pelajaran berlangsung. Nama gurunya Pak Nasrun, ketika sedang membimbing mata pelajaran kepada muridnya di kelas. 

Seperti biasa, tahap awal yang ia lakukan saat pertama kali masuk kelas adalah mengetuk pintu kelas, mengucapkan salam, lalu anak-anak pun berdiri memberikan kembali salamnya.

Quote:



riuh kelas pun muncul karena pembawaan Pak Nasrun yang terkesan santai dan mudah diajak bercanda bagaikan kita berinteraksi dengan Ayah kandung sendiri saat di sekolah. Tertawa kami pun tidak diberhentikan ketika memang sudah kelamaan karena dulu dia pernah berkata, 

Quote:



Betul juga sih, kalau serius melulu dan tidak ada santainya pelajaran yang diberikan pun sulit untuk diserap. Tingkat menyerap ilmu tiap anak kan berbeda. Namun, dibalik Pak Nasrun yang bak bidadari lelaki unik, dia bisa seperti Ayah tiri yang galak bila ada siswa yang tidak menghormatinya.

Memang seharusnya begitu kan? Menghormati guru memang sudah kewajiban kita saat di sekolah. Menghormati itu sendiri juga punya banyak arti, misalnya mengikuti pelajaran yang ia jelaskan, mengerjakan PR kalau di kasih, karena menurutku PR adalah bentuk perhatian guru kepada muridnya.

***


Kursi kelas nomor 4 kebelakang paling pinggir dekat jendela. Itu mungkin adalah tempat duduk paling diincar setiap murid di sekolah. Selain tidak mudah dilihat guru, juga tempat paling nyaman ketika mata mulai merayu untuk tidur sejenak saat kelas berlangsung.

Quote:



Hari ini Egafta duduk bersama dengan Ipan karena memang semenjak awal sekolah begitu.
Berbeda dari biasa, Egafta pertama kalinya tidur dikelas ya hari ini. Ipan aja sampai bingung ada hantu apa yang merasuki temannya ini, sungguh diluar dugaan (Jerman ternyata gugur... bukan ini ih author Jerman terus nih) 

sungguh diluar dugaan  ternyata Egafta bisa nakal juga.


Emang Egafta dulu ga nakal? 





to be continue...[




Diubah oleh denusariansyah
Urutan Terlama
Diubah oleh denusariansyah
1

Di kelas XI-A

Saat itu para murid di kelas memiliki kesibukannya masing-masing ketika jam istirahat. Beberapa murid ada yang lagi ngerjain PR Matematika (elo mati gue nikah, dateng Belanda, ditembak jatuh cinta u uuyyy) yang nanti akan ada di Jam pelajaran terakhir,
namun ada juga beberapa yang lagi dengerin musik galau dan beberapa orang lagi mendengarkan musik reggae santai tanda persetan dengan PR.

Quote:


Masih kasak-kusuk mereka berdua kebingungan, berharap datang pertolongan Pangeran berkuda yang akan membantu mengerjakan PR MTK mereka. Namun sayang, sekolah ini bukan berdiri di tengah-tengah hutan dengan kemampuan sihir Kepala Sekolah berjanggut putih, melainkan berada di kota besar diantara gedung-gedung pencakar langit.

Tibalah saat bel berbunyi tanda Pelajaran selanjutnya akan dimulai.

Quote:


Sebenarnya Debby untuk Pelajaran Matematika mah pinter sedikit kalau dibimbing rumus. Berbeda dengan Nanda yang malah termasuk anak-anak Indonesia yang sekarang pinter-pinter (nyontek).

***




Tak lama berselang, satu per satu anggota kelas yang minggat ke Kantin sudah mulai kembali memasuki kelas. Aroma kelas yang tadinya sejuk nan damai kini bertambah aroma bau rokok dari kalangan murid laki-laki tangguh.

Quote:


Gerry yang lagi di ajak ngomong seperti acuh dengan omongannya Alvian.

Lalu Gerry mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, seperti buku PR Matematika dan buku rumus.

Quote:


Akhirnya Alvian kalah dan sedikit menjaga jarak dari Gerry. Mundur satu langkah untuk mengambil lompatan dua langkah, hanya itu yang ada dipikirannya sekarang.
Karena semua orang di sekolah sudah mengenal watak dan sifat Gerry yang keras kepala, dan juga karena itulah Alvian mau mendekat ke Gerry.

Pertemanan antara Gerry dan Alvian ini sebenarnya dimulai sekitar seminggu yang lalu, saat itu Alvian adalah murid baru pindahan dari sekolah lain. Mereka saling kenal ketika bertemu di Party Ultah-nya Nanda.
Tentu, Alvian punya maksud lain mendekati Gerry, pertemanannya itu tidaklah tulus, ada maunya, pengecut.

***




Pertama kali bertemu dengan seseorang, kemudian kita menyapanya, mulai berkenalan, dan menjaga kepercayaannya,
setidaknya menjaga kepercayaan dia kepada kita kalau kita tersenyum ke dia itu tulus, tidak jaim dan juga tidak ada maunya. Apalagi sekedar orang yang baru kita kenal belum lama ini, tentukan sekarang akankah kemana arah pertemanan itu?

Apakah akan berakhir dengan penuh pengkhianatan? Atau apa?

Kita memang punya belasan mimpi yang ingin kita gapai. Tapi tak seharusnya mimpi itu menjadi faktor yang membuat kita seperti bukan manusia. Menyerah dengan keadaan juga tidaklah keren, tetapi menjadikan mimpi itu kenyataan dengan hal-hal yang keren, itu baru luar biasa, da'best.

Quote:


***




Quote:


***




Quote:






to be continue...
Diubah oleh denusariansyah
2

Pantun ~
Kilauan cahaya
Kiloan cucian
Tak mudah bagi saya
Menerima semua cacian


***


Quote:


Kini Debby mulai mencoba membayangkan apa yang terjadi pada saat Nanda dan Gerry dengan hubungan yang sedang baik-baiknya. Sangat jelas perbedaan sikap diantara keduanya.

Quote:


Debby tau benar apa yang terjadi pada sahabatnya ini. Dia sangat mengerti dan ikut merasakan apa yang Nanda rasakan waktu itu. Kalau saja itu yang terjadi pada dirinya, mungkin saat ini ia tidak tau sewaras apa pikirannya sekarang.

Sebagaimana perempuan yang patut untuk dihargai, walaupun hanya sekedar mengucapkan kata maaf dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahaan yang berulang kali ia lakukan.
Tetapi pada kenyataannya Gerry tidak tau itu, ia tidak tau seberapa mahal kesempatan yang sudah diberikan sehingga ia tidak mampu menjaganya.
Mungkin kini kata maaf akan menjadi bualan di telinga Nanda jika itu diucapkan oleh Gerry.

Entahlah, karena ini free-ends. Kita bebas atas akhir yang kita inginkan.

***


Quote:


***




Benda cair itu pasti selalu mencari tempat yang paling rendah.
Sedangkan, Benda padat itu membutuhkan benda cair supaya rasanya enak.

Misalnya,

Quote:


Saat ini Ipan masih berada di kelas bersama dengan Egafta, tetapi entah sudah yang kesekian kalinya ia mendengar pesanan es krim yang terucap dari mulut teman sebangkunya itu.

Quote:


Mimik wajah Egafta belum merespon apapun setelah Ipan mengatakan itu,

Egafta masih bingung, kenapa selama ini dia baru mengetahui hal yang sangat penting itu sekarang?
Bisa saja saat kita sedang istirahat di Kantin atau sedang pergi ke Toilet lalu sekelompok om-om bersenjata berusaha menjalankan rencananya untuk mengambil buku Matematika, buku Fisika, dan buku Kimia kita.

Bahkan ketika sedang berjalan keluar kelas pun di dalam pikirannya Egafta nampak sulit untuk mencerna apa yang tadi dilakukan oleh Ivan.

Quote:


***


Setelah bel pulang berbunyi, Egafta dan Ipan kini langsung meninggalkan Kelas XI-C dan hendak menuju tempat parkir kendaraan bermotor yang jaraknya lumayan jauh. Karena posisi Kelas XI-C berada di Lantai 2, otomatis Egafta dan Ipan harus menuruni tangga barat sekolah terlebih dahulu lalu melewati Lapangan Utama setelah itu menyusuri lorong sekolah dan juga Gedung Olahraga, hingga akhirnya sampai di tempat parkir kendaraan bermotor.

Suasana sekolah saat bel pulang juga ramai seperti di sekolah lain pada umumnya. Ada Murid yang setelah kelasnya berakhir, dia langsung nyamperin temannya yang berada di kelas lain untuk mengajak pulang berbarengan. Apa di kelasnya tidak ada teman yang bisa diajak ya? Atau merasa tidak dianggap oleh semua teman di kelasnya?

Padahal bila dilihat dari sisi lain, apa malah dia yang hanya merasa diasingkan?

Entahlah..

Quote:


Tak lama kemudian

Quote:


Saat ini Egafta sedang menunggu Ipan di depan Cermin Toilet, sementara Ipan sendiri juga sedang duduk menunggu sesuatu. Bedanya kalau Egafta nungguin Ipan, dan Ipan nungguin itu.

Quote:


Egafta langsung pergi dan memilih untuk menunggu diluar.

Ketika dari jarak tempat Egafta berdiri, tidak jauhlah hanya sekitar beberapa langkah. Egafta mendengar suara omelan yang khas hanya dari Bu Maryati.
Diikuti suara 3 orang lainnya. Sepertinya satu orang perempuan dan dua orang laki-laki.

Quote:




to be continue...
Diubah oleh denusariansyah


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di