alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bikin Sedih, Ini Permintaan Terakhir Tuti Sebelum Dipancung
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd93d3354c07ab76c8b4571/bikin-sedih-ini-permintaan-terakhir-tuti-sebelum-dipancung

Bikin Sedih, Ini Permintaan Terakhir Tuti Sebelum Dipancung

Bikin Sedih, Ini Permintaan Terakhir Tuti Sebelum Dipancung


MATA INDONESIA, JAKARTA – Iti Sarniti takkan menyangka jika bulan Mei 2018 lalu menjadi pertemuan terakhir dengan sang buah hati, Tuti Tursilawati. Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dieksekusi mati Arab Saudi pada Senin 29 Oktober 2018 kemarin. Tuti dieksekusi mati oleh Saudi atas kasus pembunuhan yang dilakukannya delapan tahun lalu.


Masih terngiang di benak Iti saat bertemu Tuti di penjara kota Taif, Arab Saudi saat itu. Kepada Ketua Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah, Iti menceritakan bahwa Tuti senang betul ketika ibundanya itu datang membawakan seluruh permintaannya. Tuti hanya meminta dibawakan daster dan cemilan khas kampung halamannya.


Tak dinyana, permintaan itu adalah permintaan terakhir Tuti. “Tuti kemarin minta dibawakan daster batik dan cemilan. Ibu membawakannya dua daster dan beberapa cemilan: rengginang, keripik singkong, dan opak. Bawaan cemilan itu langsung kita makan rame-rame di penjara. Tuti nampak senang,” kata Anis menirukan kata-kata Iti.


Dengan berurai air mata, ibu Iti terus bertutur bahwa kunjungan Mei lalu merupakan kunjungan paling berkesan. Bisa mengunjungi Tuti di penjara selama 1,5 jam, di mana dalam kunjungan sebelumnya hanya bisa ketemu 10 menit,” tulis Anis dalam postingannya di Facebook.


“Tidak hanya itu, kunjungan yang ketiga kemarin juga bisa memeluk Tuti dan berfoto dimana tidak bisa dilakukan pada kunjungan sebelumnya,” lanjut Anis lagi.


Diberitakan sebelumnya, Tuti divonis mati atas tuduhan membunuh majikannya pada 11 Mei 2010, sembilan bulan setelah bekerja di Saudi. Dia mengaku terpaksa melakukan itu karena membeli diri ketika hendak diperkosa. (Rayyan Bahlamar)


Sumber:


Halaman 1 dari 2
Onta aja tau banyak orang arab sono yg gak kuat nahan syahwat...

Bikin Sedih, Ini Permintaan Terakhir Tuti Sebelum Dipancung
Sepi amat ini berita??? Ga ada aksi demo arab ka?
PaNasBung mana suaranya??? emoticon-Ngakak
pengadilan kawe.....perempuan selalu jadi sebab dan korban.....

payaaahhhhhhh......
kok ga ada bela demo berjilid jilid ya ke kedubes arab?

oh kenapa.. ?
..
..
apakah...?? karena itu?? ah sudahlah
itu si bibib disana gak ada gunanya atau gimana?
Makanya ngapain juga jauh2 kesono cuman jadi prt, kerja di pelayanan publik lebih aman macem di RS atau restoran.

Lagian orang arab sono klo jahat ya ga ketulungan.
TS copy paste beritanya atau nulis sendiri??

Kalau copy paste berarti yang bikin beritanya matanya agak siwer......


Salah satunya

Quote:

Membeli atau membela?? emoticon-Hammer2
Orang Arab keji juga sm tkw ri..yg syahwat sp yg dihukum sapa emoticon-Berduka (S)
Ngeri ni cewek .. pembunuh
huhuh emoticon-Frown
nasbung pura-puravgak tahu.
coba kejadiannya di israel, nauzubillah!
Kl ente bukan alab2 berarti ente sampah. Kasta rendah ente. Palagi alab2 ade keturunan napi. Kasta super kacung tapir rendah ente. emoticon-Ngacir
Quote:


Dia siapa disana?! Bukan siapa2 ?!
Udah begini pun masih ada aja orang mau jadi TKW disana..
Balasan post th3d4rk
Quote:


sebetulnya pemerintah udah ada (melarang) pengiriman TKI ke wilayah Timur Tengah sejak lama, karena ini kasus lawas, jadi luput dari timeline.
bentarrr ane bawain kesaksian org yg belajar disono biar agan2 faham dan bijak emoticon-Smilie

nihhh
===================
SEMOGA ALLAH AMPUNI MBAK TUTI DAN MEMASUKKAN BELIAU KE DALAM SURGANYA

Berita dieksekusinya TKW selalu sedap untuk digoreng di medsos.

Bagi yang mau googling, kasus TKW Tuti adalah kasus lama. Terjadinya tahun 2009. Tuti membunuh majikannya dan kabur membawa uang sebanyak 31.500 riyal (senilai lebih 110juta) beserta jam tangan sebelum setelahnya ditangkap oleh polisi. Bukan diperkosa ramai-ramai seperti yang disebarluaskan.

Tuti mengaku bahwa dia membunuh karena pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang majikan.

Ibu Tuti saat diwawancara di acara MataNajwa akhir Maret lalu menyatakan, "Tuti dibujuk untuk berhubungan badan oleh majikannya yang sudah tua dan duduk di kursi roda. Suatu hari, Tuti jengkel dan mendorong kursi roda yang dipakai kakek itu."

"Ya cuma katanya didorong kursinya, terus jatuh, dibawa ke rumah sakit, tiga hari baru meninggal. Apa itu namanya pembunuhan?" kata Iti saat itu.

Namun oleh pengadilan, dia diputus bersalah karena telah membunuh.

Satu hal yang perlu diketahui oleh kita di Indonesia, sistem hukum di Saudi itu beda dengan di negeri kita. Di sana, kalau membunuh maka dihukum bunuh. Kalau toh ada amnesti maka itu kembali kepada keputusan keluarga yang terbunuh.

مَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيْلٌ فَهُوَ بِخَيْرٍ النظَرَيْنِ إِما أَنْ يَعْفُوَ وَإِما أَنْ يَقْتُلَ

Siapa yang menjadi keluarga korban terbunuh maka ia mempunyai dua pilihan, bisa memilih memaafkannya atau bisa membunuhnya. (HR. Tirmidzi)

Pengadilan bahkan raja sekalipun tidak bisa intervensi.

Pemerintah Kerajaan Saudi sendiri sudah berusaha keras agar keluarga korban bisa memaafkan. Melalui lembaga al ishlah wal afwu, pemerintah Saudi berusaha melobi keluarga. Tapi pihak keluarga tetap kekeuh agar Tuti dieksekusi. Lagi-lagi sesuai hukum yang berlaku di sana, tidak boleh ada intervensi. [1]

Keputusan eksekusi sebenarnya sudah diputuskan dari tahun 2011. Saya lihat masalah ini pun sudah diketahui oleh banyak LSM macam Kontras [2] dan migran care [3]. Bahkan pihak deplu sendiri sudah mengetahui hal ini. [4]. Jadi tidak benar kalau peristiwa ini ditutup-tutupi oleh Saudi Arabia.

Masalah notifikasi yang tidak diberikan oleh KSA, KSA merasa bahwa itu bukan menjadi kewajiban. Tidak pernah ada MOU antara pemerintah kita dan KSA bahwa setiap WNI yang dieksekusi harus ada notifikasi ke pemerintah RI. Konjen RI di Jeddah sendiri mengakui bahwa tanpa ada MOU tersebut pemerintah Saudi TIDAK BERKEWAJIBAN MEMBERIKAN NOTIFIKASI. Tidak ada yang dilanggar Saudi dalam hal ini. Wong MOUnya saja belum jadi.[5]

Semoga paparan ringkas ini bisa membuat jelas dan tidak lupa sebagai saudara seiman, mari kita doakan mbak Tuti semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau.. dan memasukkan ke dalam surgaNya.

وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوْقِبَ فِي الدنْيَا فَهُوَ كَفارَةٌ لَهُ

Barang siapa yang melanggar
hukum lalu dihukum di dunia, maka hukuman itu sebagai penghapus dosa baginya (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Referensi berita:

[1] [url]https://www.liputan6.com/…/kronologis-hukuman-mati-terhadap…[/url]

[2] https://www.kontras.org/home/index.p...e=pers&id=1389

[3] [url]http://www.migrantcare.net/…/pemerintah-indonesia-harus-pr…/[/url]

[4] [url]https://www.liputan6.com/…/kemlu-ada-2-tki-yang-kritis-menu…[/url]

[5] [url]https://news.okezone.com/…/konjen-ri-di-jeddah-beberkan-ala…[/url]
Diubah oleh lalatmerah73
Quote:


Kalau dari ceritanya berarti ada niat jahat juga.. Jadi hmmm... Jadi ribet juga emoticon-Nohope
Quote:


Yg lebih wow lg.. Itu dia ngerawat org jompo 70 tahun di kursi roda. Klo dipikir bingung jg gmn merkosanya hahaha..
Yg jelas.. Berita yg ada di saudi dan difahami org2 sana, jauhhhhh beda dgn versi media lokal emoticon-Embarrassment
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di