alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Saksi Mata: Kami Dengar Pesawat Lion Air Meledak Setelah Masuk Air
2.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd8c10dd89b0908588b4567/saksi-mata-kami-dengar-pesawat-lion-air-meledak-setelah-masuk-air

Saksi Mata: Kami Dengar Pesawat Lion Air Meledak Setelah Masuk Air

Saksi Mata: Kami Dengar Pesawat Lion Air Meledak Setelah Masuk Air


Kapten Tugboat AS Jaya II, Rahmat Slamet, menjadi salah satu saksi mata yang pertama kali melihat pesawat Lion Air JT-610 terjatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Rahmat yang saat itu berada sekitar 1,3 kilometer dari lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara ledakan.

"Kami melihat sudah posisi jatuh, jadi tinggal kelihatan ekornya saja. Tapi jatuhnya tidak lihat. Jadi setelah jatuh, air naik, baru terdengar suara ledakan. Meledaknya setelah masuk air," ungkap Rahmat kepada kumparan, Selasa (30/10).

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah mendengar ledakan, kapal Tugboat AS Jaya II langsung mendekat untuk mengamankan lokasi.

"Setelah itu kita lapor lewat radio, baru saya mendekat untuk mengamankan lokasi, TKP, sambil mengambil barang-barang yang sekiranya akan diidentifikasi," lanjutnya.

Setelah itu, menurut Rahmat, ada beberapa kapal lain yang datang mendekat untuk membantu. Mulai dari kapal tugboat, hingga kapal tangki milik Pertamina yang kebetulan ada di sekitar lokasi.

"Setelah kami mendekat, ada kapal lain yang datang, tugboat lain yang lewat mendekat juga. Ada juga supply dari Pertamina, abis itu ada Pullmar, setelah itu baru Basarnas datang sekitar pukul 09.00 WIB lewat," pungkasnya.

Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah lepas landas. Pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 ini diketahui baru beroperasi sekitar 2 bulan.

Sumber Berita

==============================================
Komen TS

Pesawat terbang adalah contoh teknologi yang gagalemoticon-Wow



Halaman 1 dari 2
pantes meledak kalo jasad berserakan seperti termutilasi
Naik sepeda pancal pun ada resikonya,klo jatuh minim dengkul lecet2.klo mau yg 1000% aman,naik buroq woi.
emoticon-Leh Uga
Tapi TS harus inget, kegagalan adalah sukses yang tertunda.. emoticon-Big Grin
Balasan post kbeniadip
tertunda selamanya
pemimpin korut terdahulu kuatir kalau naik pesawat jadi dia lebih banyak terlihat naik kereta.
Quote:


Hahaha betul emoticon-Salaman
Maunya ts pake sajadah terbang emoticon-Big Grin
Quote:


Lari lari ssmpakan tertunda
semoga keluarga yang diberi musibah tabah selalu ya
berarti kecepatan menukiknya sangat luar biasa diatas 200km/jam prediksi gak bisa nanjak stall, kalau udah terbang mendatas mesin mati saja masih bisa selamat, ini seperti nabrak tembok air dengan kecepatan segitu
Wartawan ngangkat berita irit"..
Abis ini saksi nelayan berita sendiri..
Trus saksi warga sekitar pantai judul sendiri..emoticon-Peace
TS yuk aerobatik dikit
Quote:


naik onta bro. udah aman ada pahala nya
Quote:
Quote:


kalo keledai berkepala wanita teknologi kek mana tong ?

emoticon-Bingung

yaiyalah, jatoh dari ketinggian dengan kecepatan yang kenceng pulak mosok ga bunyi .. emoticon-Cape d...
Dengan kecepatan tinggi walopun di laut itu udah seperti ngehajar beton bray... emoticon-Turut Berduka
ini org penganut bumi datar



naik pesawat aja paling belum pernah
kampret....komen te es genius..... emoticon-Big Grin
Pesawat jatoh nabrak aer ya pasti suaranya keras banget, masalahnya apakah istilah hancur dan meledak itu dapat disamakan?

Pesawat hancur saat menabrak permukaan air
atau
Pesawat meledak saat menabrak permukaan air?

Tinggal tergantung, dari arah jatuhnya sempet terlihat asap apa nggak? Karena ledakan biasanya berhubungan dengan api toh?

Ato klo gak ya win win solusi ajalah ya, pesawat hancur dan tanki bahan bakar pesawat meledak emoticon-Hammer (S)
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di