alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Forex Broker /
Teknikal Analisis 30102018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd8af40582b2e4d488b4569/teknikal-analisis-30102018

Teknikal Analisis 30102018

Teknikal Analisis 30102018


Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor, menyusul munculnya perkembangan terbaru dari konflik perdagangan AS-China. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia mengekspektasikan tercapainya kesepakatan dagang yang besar dengan China. Namun sayangnya, Trump tetap menegaskan bahwa tarif impor baru dapat diberlakukan lagi, jika kesepakatan tak jadi tercapai. Trump mengatakan bahwa China telah merugikan AS secara ekonomi. Saya bisa saja membuat kesepakatan saat ini juga. Menurut saya mereka yang tidak siap," kata Trump.

Dan saya sudah mempersiapkan (tambahan bea impor terhadap barang-barang China senilai) 267 miliar dolar AS, jika kami tak dapat mencapai kesepakatan," ancam Trump. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada tanggal 30 November di Argentina, dalam rangka pertemuan negara-negara G-20. Sejak Juli 2018, AS dan China telah saling memberlakukan bea impor terhadap barang yang didatangkan dari satu sama lain. AS mengenakan tarif 10 persen terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS pada bulan September lalu.

Sedangkan China membalas kebijakan tersebut, dengan mengancam pemberlakuan tarif impor yang sama besar terhadap barang-barang AS senilai 60 miliar dolar AS. Merespon laporan tersebut, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor, naik ke level 96.7 dari level 96.4 yang tercapai kemarin. Menurut Ray Attril, Kepala Ahli Forex di NAB, Dolar AS saat ini sedang mengambil keuntungan dari statusnya sebagai safe haven, di tengah merosotnya harga ekuitas akibat eskalsi kekhawatiran perang dagang.

Poundsterling masih terjebak dekat level terendah dalam dua bulan karena belum ada kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa. Meski ada keputusan BOE minggu ini, pergerakan pound tetap utamanya dipengaruhi isu Brexit. Sejak pertengahan Oktober, pound sudah jatuh hampir 3%. Kejatuhan pound terjadi karena kekecewaan pasar setelah deal gagal tercapai dua minggu lalu. Awalnya, pasar sempat gembira setelah pejabat Eropa mengindikasikan deal bisa terjadi dalam pertemuan yang digelar pada 17 Oktober. Sayangnya, belum ada kesepakatan. Apalagi kemudian muncul skeptisme dari kedua belah pihak deal bisa dicapai pada Nopember.

Trend jangka menengah GBP/USD bearish seiring dengan ditembusnya support trend line. Pair GBP/USD bahkan menembus support penting-nya di 1.29212, yang saat ini menjadi resistance. Level tersebut kini akan menjadi penentu arah pergerakan di minggu ini. Terlihat pula bahwa saat ini harga berusaha rebound setelah bertahan di atas support 1.27844. Jika support tersebut mampu dipertahankan, ada peluang harga akan meraih resistance 1.29212 tersebut di atas. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi bullish lanjutan menuju area 1.30504. Jika kembali ditembus, maka trend jangka menengah GBP/USD akan berbalik bullish.

Yen melemah terhadap Dolar AS di sesi Eropa Selasa sore ini, sehubungan dengan kembalinya eskalasi perang dagang antara AS dengan China. Dalam wawancaranya dengan Fox News Channel kemarin malam, Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan China harus tercapai. Jika tidak, maka terpaksa pihaknya akan menerapkan bea impor tambahan di akhir tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan bahwa China dan AS telah banyak berkomunikasi soal pertukaran yang akan diimplementasikan di semua level, termasuk kemungkinan bertemunya Trump dan Xi di Argentina dalam acara G-20 Summit meskipun belum terlalu detail. Lu menambahkan, jikapun China dan AS tidak bisa mencapai kerja sama yang bersifat win-win solution, maka China tetap sepenuhnya yakin bahwa negaranya siap dengan reformasi perdagangan yang baru dan akan tetap maju.

Laporan tersebut membuat Yen melemah terhadap Dolar AS. Kedua mata uang tersebut memang sama-sama safe haven. Akan tetapi, Dolar AS dianggap lebih menguntungkan dalam situasi ini, dengan asumsi, ekonomi AS akan menang dalam perang dagang terhadap China. Oleh karena itu, USD/JPY naik 0.45 persen ke 112.816. Selain itu, para trader Yen akan fokus pada kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) besok. Ekspektasinya, BoJ akan mempertahankan kebijakan moneternya dan sedikit merevisi turun forecast makroekonomi Jepang.

Untuk trading instrumen yang kami pilih hari ini 30/10/2018 adalah sebagai berikut;

AUDUSD
Teknikal Analisis 30102018

EURUSD
Teknikal Analisis 30102018

USDCAD
Teknikal Analisis 30102018

USDCHF
Teknikal Analisis 30102018

USDJPY
Teknikal Analisis 30102018

Terima kasih,
Salam opit.

Peringatan risiko: CFD Trading, merupakan produk leverage, mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya semua investasi Anda. Sebaiknya jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan. Sebelum memutuskan untuk melakukan trading, harap memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memahami semua risiko yang terkandung dengan trading CFD OTC dan pertimbangkan tingkat pengalaman Anda. Silahkan mencari saran independen jika diperlukan. Kinerja CFD pada masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memperkirakan hasil masa depan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di