alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jiwa Yang Terbelenggu Iblis [Update Bab 1 30-10-2018]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd881361cbfaa374d8b4567/jiwa-yang-terbelenggu-iblis-update-bab-1-30-10-2018

Jiwa Yang Terbelenggu Iblis [Update Bab 1 31-10-2018] Part 1

BAB 1

Tentang Kepergiannya

Jakarta 1983, baru saja diresmikan gedung telekomunikasi yang berpusat di daerah kelapa gading. Gedung itu merupakan gedung pencakar langit kelima yang berdiri kokoh menghiasi ibukota. Tahun era-80an Indonesia mulai banyak membangun gedung untuk area perkantoran. Rosmi, wanita 45 tahun yang sudah mengabdikan dirinya bekerja sebagai karyawan telekomunikasi selama kurun waktu 20 tahun saat ini bisa bernafas lega karena bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang memadai. Kantor terdahulunya bertempat di sebuah ruko. Bisa dibayangkan kalau sebuah ruko didiami hampir 50 lebih manusia yang ada di dalamnya. Rosmi kini bisa menikmati pemandangan lalu lintas keramaian ibukota dari balik jendela kaca yang berada di lantai 10 tempatnya bekerja. Selain menikmati suasana kantor baru ia juga menikmati jabatan baru. Papan tulisan yang diletakkan di depan mejanya bertuliskan Ir. Rosmi Rahayu Asisten Kepala Bidang Pelayanan Pelanggan. Sebelumnya dia menjabat sebagai supervise dan kini naik ke tahap selanjutnya sebagai asisten kepala bagian. Rosmi selalu mengenakan kacamata yang trend pada tahun 80-an dengan rantai yang terikat pada ujungnya dan menggantung pada leher bagian belakang. Rosmi sangat terkenal ramah di lingkungan kerjanya begitu juga kepada ketiga anaknya. Anak sulungnya bernama Angga, 19 tahun yang baru saja memasuki semester kedua di bangku perkuliahan. Angga harus berjauhan dengan keluarganya karena kuliahnya bukan di kota Jakarta melainkan di Malang tempat ayah ibu Rosmi tinggal. Putri keduanya, Firli, duduk di bangku SMU kelas 2, dan yang terakhir adalah Bondi, putra bungsu Rosmi yang masih berumur 10 tahun. Belakangan ini Rosmi merasakan kegelisahan yang mendalam. Hal ini dikarenakan suaminya, Mahdi, kondisinya semakin memburuk dari hari ke hari. Entah apa penyakit yang diderita oleh suaminya itu yang jelas suaminya itu terlihat semakin kurus seperti tengkorak hidup. Suaminya enggan untuk dibawa Rosmi pergi ke dokter atau rumah sakit sekalipun. Alhasil, Firli dan Bondi bergantian mengurus ayahnya saat ibunya bekerja. Firli pernah bercerita kepada ibunya bahwa ayahnya itu pernah memuntahkan sesuatu yang dianggap Firli tidak wajar. Serpihan beberapa kaca yang bercampur darah. Rosmi menenangkan anaknya itu dan memberikan pengertian mungkin saja sebuah nasi yang terlihat mirip seperti serpihan kaca. Tetapi Firli bersikeras bahwa ia melihat dengan matanya sendiri ayahnya memuntahkan sesuatu yang aneh. Tak hanya itu saja, Firli menyampaikan kepada ibunya bahwa Bondi juga sering menjadi saksi bahwa ayahnya sering mengingau mengucapkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti. Seperti seseorang yang sedang berdoa atau mengucapkan sebuah mantra. Firli menekankan bahwa anak usia 10 tahun tidak mungkin bisa untuk berbohong. Saat pulang kerja pukul 16.00 biasanya Rosmi yang merawat suaminya itu. Sebagai seorang istri yang sukses berkarir Rosmi tidak melupakan kodratnya sebagai seorang istri. Dengan kesabaran penuh cinta kasih Rosmi menyuapi suaminya yang menahan rasa sakit.

“Mas sebaiknya saya bawa ke rumah sakit saja ya? Kondisi Mas Mahdi sudah terlihat semakin memburuk. Kurus kering begini. Saya takut kalau nanti terjadi apa-apa sama Mas Mahdi”, kata Rosmi sambil menyuapi suaminya.

Mahdi hanya bisa menggelengkan dengan suara yang tidak begitu jelas dan tidak bisa dimengerti. Rosmi pun kecewa untuk sekian kalinya. Tetapi kekecewaannya kali ini bisa dihilangkan berkat ide cemerlang anak keduanya, Firli. Rosmi memberikan obat tidur kepada makanan yang baru saja dinikmati oleh suaminya itu.

Dalam hati kecilnya Rosmi berkata, ”Maaf Mas. Kalau nggak begini kamu nggak akan sembuh-sembuh.”

Mahdi tidur terlelap setelah menyantap hidangan tadi. Rosmi bersama kedua anaknya membawa suaminya menuju ke rumah sakit dalam keadaan tertidur pulas.

“Hati-hati jangan sampai kebangun. Bondi duduk di tengah saja ya jagain Ayah”, kata Rosmi di dalam mobil. Sesampainya di rumah sakit, Mahdi segera mendapat penanganan medis dengan cepat. Dokter memeriksa keadaan Mahdi selama satu jam. Lalu dokter pun keluar disambut Rosmi beserta kedua anaknya.

“Bagaimana keadaan suami saya, Dok?” Rosmi memberikan sebuah pertanyaan yang cukup susah bagi kebanyakan dokter untuk menjawabnya.

“Mohon maaf, Bu Rosmi. Suami Anda baru saja meninggal. Setelah saya periksa anehnya saya tidak menemukan penyakit kronis atau berbahaya. Saya juga sudah melakukan prosedur penyelamatan untuk sang pasien. Yang menjadi pertanyaan adalah semua organ vital berfungsi dengan baik tapi mengapa secara mendadak suami Ibu rosmi meninggal. Yang tabah Ibu. Semoga amal ibadah Bapak diterima disisih-Nya.”

Air mata Rosmi langsung tumpah membasahi pipinya. Firli dan Bondi ikut merasakan kesedihan yang dialami Ibunya itu. Firli menenangkan Ibunya yang lemas tak berdaya sementara itu Bondi berusaha menghubungi kakaknya di Malang untuk memberikan kabar duka bahwa ayahnya telah meninggal.

To be continued

Berikut update cerita per tanggal 31-10-2018
Insya allah setiap hari akan diupdate ceritanya walaupun sepenggal tambahan saja emoticon-Shakehand2
Mohon dimaklumi karena penulis adalah engineer di Perusahaan Jepang (jadi lumayan sibuk disempetin untuk nulis kalau ada waktu luang) emoticon-Salam Kenal
Diubah oleh dan7490
Quote:


Sebelumnya di Jiwa Yang terbelenggu Iblis Sinopsis dan Daftar Karakter
Diubah oleh dan7490


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di