alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Duka di Tanjung Karawang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd858a5d44f9f36688b4587/duka-di-tanjung-karawang

Duka di Tanjung Karawang

Duka di Tanjung Karawang
Ilustrasi: Pesawat Lion Ait JT610 mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalpinang.
Kita kembali berduka. Sebuah kecelakaan penerbangan terjadi Senin (29/10/2018) kemarin. Jumlah korban dalam kecelakaan itu sangat besar.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin pagi itu dialami oleh pesawat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT610. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Karawang, Jawa Barat.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) telah langsung menerjunkan tim ke lokasi yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat tersebut. Pencarian dilakukan dalam area seluas 1.500 km persegi.

Pada jam-jam awal proses pencarian, beberapa bagian pesawat dan barang-barang milik penumpang yang mengambang di permukaan laut sudah ditemukan. Beberapa potongan bagian tubuh jenazah korban ditemukan tak lama berselang.

Proses pencarian pada hari pertama dihentikan ketika sore hari, pukul 17.20 WIB, karena visibilitas berkurang dan ada gangguan arus. Sementara Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar upaya pencarian dilakukan nonstop 24 jam.

Pada hari kedua pencarian, Selasa (30/10/2018), area pencarian diperluas dua kali lipat, dari radius 5 mil laut menjadi 10 mil laut dari titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Sejak Senin sampai Selasa siang, sudah 26 kantong jenazah yang berhasil ditemukan. Jumlah itu tidak menggambarkan jumlah korban sesungguhnya karena di dalamnya bisa terdiri dari beberapa potongan bagian jenazah.

Pesawat Lion Air JT610 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada pukul 6.20. Seharusnya, pesawat tersebut tiba di Pangkalpinang pada 7.20. Pesawat yang mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 8 awak pesawat itu hilang kontak setelah 13 menit mengudara.

Pesawat yang mulai beroperasi 15 Agustus lalu itu tergolong sangat baru. Jam terbang pesawat itu pun, menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, masih tergolong rendah.

"Jam terbangnya masih sekitar 800 flight hours. Jadi masih relatif sangat baru, boleh dikatakan baru," jelas Soerjanto.

Mengapa pesawat yang relatif baru itu bisa jatuh? Jawaban pasti untuk pertanyaan itu tentu harus menunggu hasil penyelidikan KNKT.

Di tengah publik, isu yang menjadi perhatian terkait dengan kecelakaan JT610 ini adalah kondisi pesawat. Isu itu terkait dengan keterangan pilot yang sempat mengontak Jakarta Control.

Pada pukul 06.22 WIB itu pilot menyampaikan permasalahan flight control saat terbang di ketinggian 1.700 feet. Ia meminta naik ke ketinggian 5.000 feet.

Jakarta Control mengizinkan pesawat naik ke 5.000 feet. Namun pada 06.32 WIB Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.

Isu kondisi pesawat semakin menjadi perhatian publik karena pada malam hari sebelum kecelakaan terjadi, pesawat tersebut dilaporkan bermasalah juga. Saat itu Boeing 737 Max 8 milik Lion Air itu melayani penerbangan rute Denpasar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT43.

Dalam penerbangan itu, data kecepatan pesawat saat mengudara pada instrumen kapten pilot, menurut catatan teknis yang dikutip oleh BBC Indonesia, tidak dapat diandalkan. Bukan cuma itu, data ketinggian yang tertera pada instrumen kapten pilot pun berbeda dengan kopilot.

Meskipun tidak merincinya, pihak maskapai mengakui pesawat tersebut mengalami masalah teknis ketika dalam penerbangan rute Denpasar-Jakarta. Namun, pihak maskapai mengklaim, masalah teknis tersebut telah dibenahi -sesuai prosedur yang ditetapkan produsen Boeing- sebelum pesawat beroperasi kembali pada esok paginya.

Tahun lalu, seperti pernah dilaporkan oleh Reuters, Boeing sempat menghentikan uji coba pesawat tipe 737 Max untuk sementara waktu akibat masalah pada mesinnya. Tak ada penjelasan yang lebih rinci ihwal masalah pada mesin itu.

Terkait jatuhnya pesawat di Tanjung Karawang itu, Kementerian perhubungan telah menginstruksikan pemeriksaan khusus terhadap seluruh Boeing 737 Max-8 yang beroperasi di Indonesia. Namun tidak ada perintah larangan terbang bagi jenis pesawat tersebut.

Publik, sekali lagi, memang harus menunggu hasil penyelidikan KNKT untuk mendapatkan penyebab kecelakaan yang dialami Lion Air JT610. Publik pasti berharap mendapatkan kejelasan ihwal kecelakaan tersebut –terutama terkait dengan isu soal kondisi pesawat sebelum dan pada saat mengalami kecelakaan.

Yang tidak kalah penting, dan pasti ditunggu oleh publik, adalah kejelasan atas pelaksanaan prosedur-prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan pesawat dan keselamatan penerbangan.

Rasa aman penumpang dan kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan harus dipulihkan dan dijaga.
Duka di Tanjung Karawang


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...njung-karawang

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Duka di Tanjung Karawang Hentikan jual beli jabatan

- Duka di Tanjung Karawang Data produksi beras dan kesejahteraan petani

- Duka di Tanjung Karawang Ribut-ribut dana kelurahan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di