alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd840c296bde69c078b456f/buah-terpapar-lilin-dan-pestisida-ditemui-di-jakarta

Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta

Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta
Ilustrasi buah-buahan di pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, mengakui temuan pestisida pada buah-buahan yang beredar di pasar tradisional Jakarta. Hal ini diungkapkannya saat membantah adanya praktik suntik bahan pengawet pada buah.

"Penyuntikan segala macam tidak ada, tapi kalau seperti anggur atau jeruk, pestisida masih kami temukan," kata Darjamuni seperti dikutip Tempo.co.id dari ruang rapat Komisi B DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Keterangannya ini diberikan guna menanggapi adanya kecurigaan Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan. Ferrial mengatakan buah-buahan tersebut bisa tahan lama meski disimpan lama di kios.

"Apel, anggur, digeletakkan begitu saja berminggu-minggu kok bisa aman, berarti kan ada (sesuatu) yang disuntikkan," kata Ferrial dalam Kompas.com, Senin (29/10).

Darjamuni menjabarkan ada buah-buahan yang terpapar zat-zat tertentu, khususnya buah hasil impor. Hal ini diketahuinya dari hasil pemeriksaan sampel produk pangan yang dijual di 153 pasar tradisional di Jakarta.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa mengawasi distribusi buah secara menyeluruh di pasar di Jakarta. Sebab, selama ini Dinas KPKP DKI hanya memeriksa sampel buah-buahan dan bukan semua buah satu per satu.

Pengecekan itu dilakukannya secara rutin oleh tim berisi 18 orang. Tim tersebut lalu dibagi menjadi tiga; masing-masing spesialis pertanian, perikanan, dan peternakan yang berkeliling secara rutin di 153 pasar di Jakarta.

Atas temuan ini, ia kemudian mengimbau warga Jakarta untuk mengonsumsi buah-buahan lokal. Maklum buah-buahan berlapis lilin lazim ditemui pada jenis impor.

"Imbauan saya, tingkatkan makan buah lokal saja. Enggak kalah kok vitaminnya," sarannya.

Lapisan lilin memang membuat umur buah lebih panjang, selain pestisida yang bisa membuat buah tahan serangan hama. Lilin dan pestisida tentu saja dinyatakan sebagai zat terlarang dan berbahaya untuk dikonsumsi.

"Setiap importir, sebelum mendistribusikan (buah-buahan), kami cek dulu. Memang enggak bisa dimungkiri, lilin segala macam di bawah impor itu masih banyak banget. Namanya bahan terlarang, kalau kita konsumsi tiap hari ya enggak boleh," tegas Darjamuni dilansir Kontan, Senin (29/10).

Menanggapi jawaban Darjamuni, Ferrial pun sempat meminta agar Dinas KPKP DKI Jakarta memperketat pengawasan produk pangan yang dijual di 153 pasar tradisional di Jakarta.

Salah satunya dengan merekrut penyedia jasa perorangan (PJLP) untuk menambah petugas pengawas. Menurut Ferrial, Pemprov DKI memiliki anggaran cukup untuk menambah petugas tersebut.

"Kita duit ada, kalau hanya perlu cek, itu dikasih (gaji) Rp 3 juta sekian mau dia, semacam PPSU. Intinya, orang Jakarta aman belanja di 153 pasar," ujar wakil ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.

Namun, hal itu sempat disangsikan Darjamuni karena pihaknya tak bisa asal merekrut tenaga kerja. Orang-orang yang bertugas harus memiliki keterampilan khusus dan keahlian untuk uji laboratorium.

Belum lagi ditambah dengan keterbatasan laboratorium yang dimiliki oleh Dinas KPKP. Saat ini baru ada tiga laboratorium yang terakreditasi; yakni lab untuk memeriksa produk peternakan di Bambu Apus, Jakarta Timur; lab untuk memeriksa produk pertanian di Cibubur, Jakarta Timur; dan lab untuk memeriksa produk perikanan di Pluit, Jakarta Utara.
Risiko yang mengintai
Maraknya produk buah yang terpapar pestisida dan lilin tentu bukan hal yang bisa dianggap enteng.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, tingginya konsumsi residu pestisida bisa dikaitkan dengan rendahnya kemungkinan untuk hamil dan melahirkan bagi perempuan.

Tingginya konsumsi residu pestisida pada buah dan sayur juga dikaitkan dengan kemungkinan kehamilan yang rendah dan kelahiran hidup. Bahkan risiko itu nyaris tak berubah meski seorang perempuan sudah dirawat infertilitas dengan ART.

Ada 12 buah dan sayur yang dikategorikan paling tinggi terkena pestisida. Mereka adalah stroberi, apel, persik, ceri, pir, tomat, kentang, bayam, paprika, anggur, seledri, dan nektarin yang populer disebut "Dirty Dozen".

Untuk menghindar dari residu pestisida, Anda mungkin bisa mulai mengurangi konsumsi buah-buahan berkulit tipis. Anda perlu menggantinya dengan konsumsi buah berkulit tebal serta harus dikupas seperti pepaya, mangga, jagung, dan bawang.

"Secara umum, produk dengan kulit yang lebih tebal dan tidak bisa dimakan memiliki pestisida yang lebih sedikit ketimbang produk berdaun dan berkulit tipis serta bisa dimakan," jelas Sonya Lunder, analis senior di Environmental Working Group dipetik Business Insider, Jumat (13/4/2018).

Sementara itu, buah berlapisan lilin masih bisa ditoleransi selama kadarnya sesuai prosedur dan aman dikonsumsi. Berbeda halnya jika emulsi lilin yang digunakan tak memenuhi persyaratan.

"Bahan pengawet yang berbahaya adalah yang jumlahnya berlebihan, kalau masih dalam rentang normal, tidak berbahaya," kata Hardinsyah, Sekjen Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (28/1/2015).
Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...mui-di-jakarta

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia

- Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup menguat

- Buah terpapar lilin dan pestisida ditemui di Jakarta Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di