alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesi
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd83dacc0d7708c118b4568/arab-saudi-eksekusi-mati-tuty-tanpa-pemberitahuan-ke-indonesi

Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesi

Arab Saudi eksekusi mati
Tuty tanpa pemberitahuan ke
Indonesia

Yandi Mohammad
17:07 WIB - Selasa, 30 Oktober
2018

Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesi
Foto ilustrasi tenaga kerja migran
yang dideportasi oleh
Pemerintah Malaysia memasuki
ruangan pos perlindungan tenaga
kerja di terminal penumpang
Pelabuhan Pelindo I Dumai di kota
Dumai, Dumai, Riau, Kamis
(13/9/2018). | Aswaddy Hamid /
Antara Foto

Kerajaan Arab Saudi
mengeksekusi mati perempuan
asal Majalengka, Jawa Barat, Tuty
Tursilawati, pada Senin
(29/10/2018) waktu setempat.
Pelaksanaan eksekusi tersebut
tanpa pemberitahuan terhadap
Pemerintah Indonesia.

Tuty merupakan tenaga kerja
Indonesia (TKI) asal Desa
Cikeusik, Kecamatan Sukahaji,
Majalengka, Jawa Tengah. Dia
berangkat ke Arab Saudi
bersama ibunya pada 2009 lewat
PJTKI PT Arunda Bayu. Tuty
bekerja sebagai penjaga lansia
pada sebuah Naif Al Oeteibi di
Kota Thaif.

Direktur Perlindungan WNI
Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal
memberi kabar tentang ekekusi
mati Tuty kepada keluarga di
Majalengka. Iqbal mengatakan
Tuty telah dimakamkan pada
Senin, 29 Oktober 2018 waktu
setempat.

Eksekusi itu, kata Iqbal, dilakukan
tanpa pemberitahuan terhadap
pemerintah Indonesia. Ia
mengatakan akan mengajukan
protes terhadap pemerintah
Arab. "Kami protes, karena kami
nggak dikasih tahu (rencana
eksekusi). Keluarga juga akan
difasilitasi untuk bisa ziarah ke
Arab Saudi," kata Iqbal dikutip
iNews, Selasa (30/10/2018).

Tuty ditangkap oleh kepolisian
Arab Saudi pada 12 Mei 2010. Ia
diduga membunuh majikannya,
Suud Mulhaq AI-Utaibi di Kota
Thaif, sekitar 87 kilometer
sebelah timur Kota Mekah pada
11 Mei 2010.

Tuty melakukan pembunuhan
dengan memukulkan sebatang
kayu kepada Suud. Pemukulan
dilakukan oleh Tuty karena tindak
pelecehan seksual dan kekerasan
oleh majikannya.

Tuty kabur ke Kota Mekkah
dengan membawa perhiasan dan
uang 31,500 Riyal Saudi milik
majikannya. Dalam perjalanan ke
Kota Mekkah, Tuty diperkosa
oleh 9 orang Arab Saudi yang
berpura-pura menawarkan
tumpangan. Kesembilan orang
tersebut ditangkap dan telah
dihukum sesuai dengan
ketentuan hukum Arab Saudi.

Sejak ditangkap dan ditahan oleh
kepolisian, KJRI Jeddah
memberikan pendampingan
dalam proses investigasi. Selama
proses investigasi, Tuty
mengakui telah membunuh ayah
majikan dengan alasan sering
mendapatkan pelecehan seksual.

Proses peradilan terkait kasus
Tuty telah berjalan hingga akhir di
samping melibatkan peran
Lembaga Ishlah Wal-'afwu
(lembaga perdamaian dan
pemaafan) sebagaimana
lazimnya berlaku di Arab Saudi
untuk mengupayakan perdamaian
dengan keluarga korban.

Indonesia telah mengupayakan
pendekatan diplomasi tetapi tak
mempan. Pada 25 Desember
2011, Presiden Indonesia BJ
Habibie bertemu dengan
Pangeran Waleed Bin Talal dalam
upaya mengusahakan pemaafan
dari ahli waris korban.

Sebenarnya, empat anak
majikannya sudah memberikan
maaf. Namun, ada seorang anak
lainnya yang belum memberikan
maaf, sehingga eksekusi mati
terhadap Tuty terjadi –tanpa
pemberitahuan ke pemerintah
Indonesia.

Eksekusi mati tanpa notifikasi ke
pemerintah Indonesia bukan
hanya terjadi kali ini saja. Dalam
10 tahun terakhir, Arab Saudi
telah melakukan lima –kini
menjadi enam--eksekusi tanpa
pemberitahuan resmi kepada
Indonesia.

Lima TKI yang dieksekusi tanpa
pemberitahuan resmi itu, yakni
Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab,
dan Karni. Terakhir, TKI asal
Bangkalan, Jawa Timur, Zaini
Misrin dieksekusi mati pada
Maret 2018 lalu tanpa selembar
pun notifikasi terhadap
pemerintah Indonesia.

Eksekusi hukuman mati tanpa
notifikasi berpotensi akan
berlanjut karena ada sekitar 20
TKI di Arab Saudi yang terancam
hukuman mati. Data Kementerian
Luar Negeri RI menyebut bahwa
terdapat 142 warga Indonesia
yang terancam hukuman mati di
seluruh dunia.

"Saudi, berhentilah membunuhi
buruh migran Indonesia. Hukuman
mati itu pelanggaran hak asasi
manusia. Indonesia juga harus
segera menghapuskan hukuman
mati," kata Kepala Pusat Studi
Migrant Care, Anis Hidayah
melalui laman Facebooknya.

Mengutip data Badan Nasional
Penempatan dan Perlindungan
TKI (BNP2TKI), Arab Saudi adalah
negara terbesar ketiga yang
paling banyak ditemukan TKI
meninggal dunia, setelah Taiwan
di posisi kedua, dan Malaysia
pada posisi pertama.

Adapun alasan meninggal dunia
tak selalu karena vonis mati,
melainkan juga bisa karena
penganiayaan, sakit, dan
sebagainya.

Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesi

https://beritagar.id/artikel/berita/...n-ke-indonesia
wahhhh... wah... minta diputusin hubungan diplomatik apa nih arap saudi... emoticon-Shutup

emoticon-Ngacir
apa urgensinya majikan ngasih tau para budaknya emoticon-Leh Uga
Dipancung emoticon-Takut (S)
Rip Tuty emoticon-Turut Berduka

nunggu reaksi/komen babu2 dimari ................. emoticon-Cool




atau .............. pura2 gak liat nih trit ....... emoticon-Blue Guy Bata (L)
yang disini budak2 mana brani sama majikan...
Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesi
Quote:


Quote:


Quote:


rip tuty emoticon-Turut Berduka
Quote:


putus diplomatik saat masih ada yang terancam hukuman mati disana malah kontra produktif gan.

saat ini masih moratorium tki ke timteng saja dulu sambil memperkuat hubungan diplomatik dalam upaya menyelamatkan tki-tki lainnya yang terancam hukuman mati.

moga nanti bisa bebas semuanya dan ini jadi yang terakhir.
wedew... gak ada pelanggaran HAM nya ya?
pada berani protes pake demo gak tuh? emoticon-Big Grin
Negeri majikan mah bebas emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


ya ga bakal mungkin lah bray, indo putus hubungan diplomatik sama arap saudi... emoticon-Big Grin
Kenapa bisa sampek kecolongan ya bray, apa kedutaan besar RI disana ga mantau warganya yang tersandung masalah hukum (apalagi vonisnya berat) ? ane awam soal beginian... :emoticon-Blue Guy Peace

Bangcat emoticon-dor


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di