alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd8392ad675d4aa408b4581/gandeng-pgi-yogyakarta-kemkominfo-ajak-pemuda-bijak-bermedsos

Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos

Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos

JPP, YOKYAKARTA - Kementerian Kominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Konunikasi Publik (IKP) berkerja sama dengan Persatuan Gereja Indonesia (PGI), kembali menggelar Forum Dialog dan Literasi Media, Selasa (30/10/2018).

Mengusung tema "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi", kali ini forum digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Dialog yang dibuka ketua PGI Yogyakarta Pendeta Bambang Sumbono, diikuti sekitar 100 rohaniawan, pemuda gereja dan mahasiswa. Hadir sebagai pembicara; Kepala Tim Komunikasi dan Media Kemenko Polhukam Fariza M. Irawadi, Pendeta Retno Ratih dari GKJ Manahan Solo, serta Tenaga Ahli Ditjen IKP Kemkominfo Hendrasmo.  

Diskusi dipandu Nugroho Agung dari PGI.  Selain diskusi acara juga dilengkapi dengan pelatihan membuat konten positif baik bentuk teks maupun meme dan infografis yang dipandu tim Jaringan Pemberitaan Pemerintah (www.jpp.go.id) IKP Kemenkominfo.

Dalam diskusi, Fariza menyampaikan saat ini masyarakat Indonesia  sudah masuk dunia global melalui internet dengan sarana media sosial yang namanya instagram, twitter, youtube dan lain-lain. Meminjam Marshall Mcluhan, dunia telah menjadi kampung global (global village), bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan.

Yang populer di Indonesia sekarang adalah orang posting di facebook, posting di instagram, posting di twitter. Hal itu sesuai hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)  tahun 2017. APJII mencatat, jenis layanan paling banyak diakses pengguna internet adalah chatting (89,35%) dan media sosial (87,13%). 

Sekarang ini masyarakat lebih sering berkomunikasi dan berkoordinasi melalui whatsapp grup. Karena lewat chatting di media sosial, pesan singkat bisa langsung terbaca dan terbuka di grup dan forum yang aktif.

Selain untuk berkomunikasi, media sosial  juga sebagai sarana untuk eksistensi diri. Sebagai Survei APJII mencatat, kebanyakan pengguna media sosial adalah Generasi Y atau Generasi Milenial (rentang) usia 20-34 tahun) yang lahir sebagai digital native. Ciri dari generasi ini menjadikan internet sebagai bagian integral dari kehidupan mereka. APJII mencatat bahwa pengguna internet terbanyak berada pada rentang usia 19-34 tahun (sebanyak 49,52%). 

"Sayangnya, generasi muda kita belum dibekali dengan pengetahuan dan kesadaran mengenai bagaimana bermedia sosial yang bijak. Hasilnya, media sosial banyak dimanfaatkan sebagai wadah penyebaran konten negatif berupa hoax, ujaran kebencian, fake news, dan radikalisme," jelasnya

Gempuran informasi hoax di medsos berpengaruh pada persepsi masayarakat. Sebagian besar berita bohong tersebut bahkan berpotensi merusak sendi-sendi kebangsaan. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama untuk mengatasi penyebab juga pencegahan dan penyebarannya. "Betapa bahayanya jika isu-isu SARA merebak dan menyebar di tengah kondisi masyarakat yang tidak siap menerima gempuran informasi tersebut. Bisa pecah negara kita, " kata .

Untuk itulah, lanjut dia, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab perlu dilaksanakan guna menciptakan warganet yang cerdas dan bijak dalam memilah informasi. Terlebih disaat menjelang Pemilu 2019.

Fariza menyampaikan: "Yang namanya pemilu itu setiap lima tahun akan ada terus. Ini adalah pesta demokrasi yang ada di negara kita. Akan sangat besar ongkos sosialnya apabila persaudaraan kita, kerukunan kita retak gara-gara urusan pemilihan presiden."  

Selanjutnya pembicara Pendeta Retno Ratih kemudian mengajak para pemuda lebih banyak menyebarkan informasi positif. "Mari isi kehidupan dan dunia medsos dengan hal yang positif."

Ajakan pendeta Ratih disambut baik peserta forum yang dalam kesempatan itu dilatih secara praktis membuat konten positif. Konten tersebut berupa teks, meme, dan infografis. "Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selanjutnya, kami akan mengembangkan pengetahuan ini untuk mengajak pemuda gereja kami mengisi ruang medsos secara positif," ujar Pendeta Monris Sibarani dari Gereja Kristen Batak Yogyakarta. (dee)


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/sosial-b...ijak-bermedsos

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos Kemendikbud Salurkan Rp246,5 M untuk Pulihkan Pendidikan di Sulteng

- Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos FMB9: Persiapan Masa Transisi Tanggap Darurat

- Gandeng PGI Yogyakarta, Kemkominfo Ajak Pemuda Bijak Bermedsos 333 Sekolah Darurat Sedang Didirikan di Sulteng

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di