alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd82e7512e257c21b8b4574/arab-saudi-eksekusi-mati-tuty-tanpa-pemberitahuan-ke-indonesia

Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia

Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia
Foto ilustrasi tenaga kerja migran yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia memasuki ruangan pos perlindungan tenaga kerja di terminal penumpang Pelabuhan Pelindo I Dumai di kota Dumai, Dumai, Riau, Kamis (13/9/2018).
Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati perempuan asal Majalengka, Jawa Barat, Tuty Tursilawati, pada Senin (29/10/2018) waktu setempat. Pelaksanaan eksekusi tersebut tanpa pemberitahuan terhadap Pemerintah Indonesia.

Tuty merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Majalengka, Jawa Tengah. Dia berangkat ke Arab Saudi bersama ibunya pada 2009 lewat PJTKI PT Arunda Bayu. Tuty bekerja sebagai penjaga lansia pada sebuah Naif Al Oeteibi di Kota Thaif.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal memberi kabar tentang ekekusi mati Tuty kepada keluarga di Majalengka. Iqbal mengatakan Tuty telah dimakamkan pada Senin, 29 Oktober 2018 waktu setempat.

Eksekusi itu, kata Iqbal, dilakukan tanpa pemberitahuan terhadap pemerintah Indonesia. Ia mengatakan akan mengajukan protes terhadap pemerintah Arab. "Kami protes, karena kami nggak dikasih tahu (rencana eksekusi). Keluarga juga akan difasilitasi untuk bisa ziarah ke Arab Saudi," kata Iqbal dikutip iNews, Selasa (30/10/2018).

Tuty ditangkap oleh kepolisian Arab Saudi pada 12 Mei 2010. Ia diduga membunuh majikannya, Suud Mulhaq AI-Utaibi di Kota Thaif, sekitar 87 kilometer sebelah timur Kota Mekah pada 11 Mei 2010.

Tuty melakukan pembunuhan dengan memukulkan sebatang kayu kepada Suud. Pemukulan dilakukan oleh Tuty karena tindak pelecehan seksual dan kekerasan oleh majikannya.

Tuty kabur ke Kota Mekkah dengan membawa perhiasan dan uang 31,500 Riyal Saudi milik majikannya. Dalam perjalanan ke Kota Mekkah, Tuty diperkosa oleh 9 orang Arab Saudi yang berpura-pura menawarkan tumpangan. Kesembilan orang tersebut ditangkap dan telah dihukum sesuai dengan ketentuan hukum Arab Saudi.

Sejak ditangkap dan ditahan oleh kepolisian, KJRI Jeddah memberikan pendampingan dalam proses investigasi. Selama proses investigasi, Tuty mengakui telah membunuh ayah majikan dengan alasan sering mendapatkan pelecehan seksual.

Proses peradilan terkait kasus Tuty telah berjalan hingga akhir di samping melibatkan peran Lembaga Ishlah Wal-'afwu (lembaga perdamaian dan pemaafan) sebagaimana lazimnya berlaku di Arab Saudi untuk mengupayakan perdamaian dengan keluarga korban.

Indonesia telah mengupayakan pendekatan diplomasi tetapi tak mempan. Pada 25 Desember 2011, Presiden Indonesia BJ Habibie bertemu dengan Pangeran Waleed Bin Talal dalam upaya mengusahakan pemaafan dari ahli waris korban.

Sebenarnya, empat anak majikannya sudah memberikan maaf. Namun, ada seorang anak lainnya yang belum memberikan maaf, sehingga eksekusi mati terhadap Tuty terjadi –tanpa pemberitahuan ke pemerintah Indonesia.

Eksekusi mati tanpa notifikasi ke pemerintah Indonesia bukan hanya terjadi kali ini saja. Dalam 10 tahun terakhir, Arab Saudi telah melakukan lima –kini menjadi enam--eksekusi tanpa pemberitahuan resmi kepada Indonesia.

Lima TKI yang dieksekusi tanpa pemberitahuan resmi itu, yakni Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab, dan Karni. Terakhir, TKI asal Bangkalan, Jawa Timur, Zaini Misrin dieksekusi mati pada Maret 2018 lalu tanpa selembar pun notifikasi terhadap pemerintah Indonesia.

Eksekusi hukuman mati tanpa notifikasi berpotensi akan berlanjut karena ada sekitar 20 TKI di Arab Saudi yang terancam hukuman mati. Data Kementerian Luar Negeri RI menyebut bahwa terdapat 142 warga Indonesia yang terancam hukuman mati di seluruh dunia.

"Saudi, berhentilah membunuhi buruh migran Indonesia. Hukuman mati itu pelanggaran hak asasi manusia. Indonesia juga harus segera menghapuskan hukuman mati," kata Kepala Pusat Studi Migrant Care, Anis Hidayah melalui laman Facebooknya.

Mengutip data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Arab Saudi adalah negara terbesar ketiga yang paling banyak ditemukan TKI meninggal dunia, setelah Taiwan di posisi kedua, dan Malaysia pada posisi pertama.

Adapun alasan meninggal dunia tak selalu karena vonis mati, melainkan juga bisa karena penganiayaan, sakit, dan sebagainya.
Kabar duka kembali datang dari Arab Saudi. Tuty Tursilawati, pekerja migran Indonesia asal Majalengka, dieksekusi mati pada 29 Oktober 2018 kemarin..Eksekusi hukuman mati ini lagi-lagi dilakukan tanpa ada notifikasi kepada Pemerintah Indonesia.#RIPTuty #stophukumanmati pic.twitter.com/pg5i52IY2Y
— Migrant CARE (@migrantcare) October 30, 2018 Khashoggie dimutilasi, Tuti Tursilawati dieksekusi???????? pic.twitter.com/wNPuIYoAza
— Wahyu Susilo (@wahyususilo) October 30, 2018Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-ke-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup menguat

- Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan

- Arab Saudi eksekusi mati Tuty tanpa pemberitahuan ke Indonesia Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi

Urutan Terlama
sadis yah,


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di