alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
SCC Dorong Pemuda Aktifkan Gaya Hidup Produktif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd823199e7404361e8b457c/scc-dorong-pemuda-aktifkan-gaya-hidup-produktif

SCC Dorong Pemuda Aktifkan Gaya Hidup Produktif

SCC Dorong Pemuda Aktifkan Gaya Hidup Produktif

Jakarta — Tahun 1928 menjadi tonggak penting dalam suatu gerakan pemuda di Indonesia. Saat Itu dikumandangkan dengan sakral sumpah pemuda dan menjadi kesepakatan bersama.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.”

Kesepakatan yang dihasilkan di Kongres Pemuda II 27-28 Oktober 1928 tersebut menjadi suatu kecerahan dalam menentukan gerak maju bangsa kedepan.

Pemuda terus menjadi potensi dalam mendorong kemajuan bangsa ditunjang dengan kekayaan alam bangsa yang berlimpah dan menanti dikelola secara baik dan benar.Keunggulan Demograpi dengan jumlah 103 juta kaum muda berusia 15-40 tahun adalah potensi dan perekat persatuan.

Ada hal yang menggelitik disisi lain keunggulan jumlah kaum muda dengan jumlah besar tersebut yaitu tantangan kedepan yang dapat mengancam para pemuda selain narkoba (narkotika dan obat-obatan) yaitu gaya hidup konsumtif atau konsumerisme. Perlahan namun pasti konsumerisme ada di depan mata dan ditunjang oleh kemudahan fasilitas untuk mendapatkan semuanya.

SCC (Social Company Community) yang dimotori para anak muda kreatif dan peduli dengan masa depan bangsa terus mengusung semangat gaya hidup produktif sebagai bagian ambil andil dan peran untuk para pemuda. Bukan tidak mungkin jika kedepan akan ada slogan penambahan dari isi sumpah pemuda, yaitu “para pemuda bergaya hidup satu, gaya hidup produktif”

Kekawatiran hadirnya konsumerisme dan tentu saja para pemuda jadi potensi besar terlibas didalamnya akan mengganggu roda kreativitas dan kemajuan bangsa kedepan.

“Berbagai riset memprediksi millennials akan menjadi generasi paling konsumtif sepanjang sejarah. Setidaknya sejauh ini proyeksi tersebut mengarah pada kenyataan. Hal itu terefleksi dari dominasi mereka terhadap pembelian barang- barang bermerek di seluruh dunia”.(kutipan bisnis.com)

Bahkan untuk bangsa sangatlah penting menjadi bangsa yang produktif.

Pemuda sebagai tulang punggung dan penggerak bangsa harus dijaga dan merawat bangsa serta meredam bahaya konsumerisme.

Bahaya dampak konsumerisme didepan mata adalah Korupsi karena tidak puas dengan apa yang telah didapatkan karena hasrat ingin hidup berlebih (konsumerisme). Tentu saja efek korupsi merusak seluruh sendi negara dari lini terkecil sampai terbesar.

Belum lagi dampak lainnya dari konsumerisme seperti makan berlebih yang berakibat pada pada gerusan alam terkait tingginya daya produksi plastik seperti sedotan dan kantung plastik, pelepasan karbon berlebih dari hewan akibat peningkatan kebutuhan meningkat.

Masih banyak lagi dampak konsumerisme yang melebar ke semua lini kehidupan. Hal ini tentunya perlu upaya bersama untuk menggantinya dengan gaya hidup produktif bagi para pemuda. Akan hal itu kita sepakat bahwa tak ada jalan lain selain meredam dan menghentikan konsumerisme dalam kapasitas menjaga pemuda sebagai penerus bangsa. (Isk-MC)


Sumber


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di