alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd817f5a09a3900518b456c/defisit-masih-besar-pemerintah-akan-suntik-lagi-bpjs-kesehatan

Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan

Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan
Warga mendaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018). Pemerintah akan menyuntik lagi BPJS Kesehatan agar defisit berkurang.
Pemerintah memastikan akan memberi bantuan untuk menutup defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyatakan pemerintah akan kembali menyalurkan dana tersebut di akhir tahun, seiring dengan perkiraan defisit keuangan BPJS Kesehatan pada bulan November dan Desember.

"Kemarin sudah Rp4,9 triliun dari APBN. Akhir tahun ada defisit kan? Kami akan bantu lagi," kata Mardiasmo saat ditemui di kompleks Kementerian Keuangan, Selasa (30/10/2018) seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Berdasarkan perkiraan BPJS Kesehatan, defisit arus kas perusahaan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp16,5 triliun. Angka ini termasuk akumulasi defisit tahun lalu sebesar Rp4,4 triliun.

Sinyal pemberian bantuan ini selaras dengan pernyataan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo Kamis (25/10/2018) lalu saat membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurut Jokowi, bantuan itu dilakukan pemerintah untuk mencari solusi mengatasi defisit BPJS dari tahun ke tahun. "Subsidi Bahan Bakar Minyak dan energi pernah capai Rp340 triliun, masa untuk kesehatan tidak diberikan," kata Jokowi, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Pemerintah akhir September lalu sempat menyuntik dana Rp4,9 triliun untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. Tapi, potensi defisit masih lebar. Dana talangan itu juga tak bertahan lama. Sebab BPJS Kesehatan memiliki banyak utang dan tagihan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, suntikan Rp4,9 triliun itu cair pada 24 September 2018 lalu. Namun, pada 26 September 2018 duit sebanyak itu langsung digunakan membayar klaim yang sempat gagal bayar.

Sebagian besar bantuan pemerintah dialirkan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan nilai Rp1,03 triliun, atau 21,02 persen. Dua wilayah lain dengan jumlah perbaikan defisit paling besar adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing Rp968,5 miliar dan Rp656,57 triliun.

"Saat ini sedang kami proses beberapa tagihan-tagihan baru," ujar Fahmi saat rapat dengan DPR, Senin (29/10/2018) seperti dipetik dari CNN Indonesia.

Dalam pekan ini, BPJS Kesehatan masih memiliki utang yang telah jatuh tempo sebesar Rp5,9 triliun per Senin (29/10/2018). Sementara, utang akan jatuh tempo dalam lima hari ke depan mencapai Rp1,3 triliun.

"Jadi, dalam lima hari ke depan kami membutuhkan cash (dana tunai) mencapai Rp7,2 triliun," katanya seperti ditulis Kontan.co.id. Jumlah tersebut, masih sangat jauh dari dana cash yang mereka miliki yang hanya sebesar Rp154 miliar.

Mardiasmo belum menyatakan berapa nilai program bantuan yang akan dikucurkan hingga akhir tahun ini. Pemerintah masih menunggu hasil penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dengan kondisi keuangan dana jaminan sosial (DJS) kesehatan, sebelum menyalurkan bantuan.
Penggunaan cukai tembakau
Selain menutup defisit dengan mengambil porsi dari APBN, Pemerintah juga akan dengan melunasi iuran BPJS Kesehatan di daerah yang menunggak. Targetnya tunggakan yang akan dibayar mencapai Rp264 miliar hingga akhir tahun 2018.

Target ini tersebar pada akhir Oktober 2018 sebesar Rp229,75 miliar, pada November Rp17,7 miliar, dan Rp16,7 miliar di bulan Desember.

Mardiasmo menjelaskan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) juga telah digunakan untuk menutup sebagian defisit. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Rokok Sebagai Kontribusi Dukungan Program Jaminan Kesehatan, yang diterbitkan 25 September 2018.

Dana sebesar Rp1,34 triliun telah ditransfer ke rekening Dana Jaminan Sosial Kesehatan untuk 28 provinsi pada kuartal III 2018. Dalam waktu dekat, juga akan ditransfer Rp83,61 miliar untuk enam provinsi lainnya.

Dana cukai tembakau juga dipakai untuk menyediakan dan memperbaiki sarana fasilitas kesehatan di daerah. Sampai 18 Oktober 2018, penyaluran DBH CHT tercatat Rp2,22 triliun untuk 354 daerah di 18 provinsi. Mardiasmo mengungkapkan, rencananya hingga Desember nanti masih ada Rp750 miliar dana cukai tembakau yang akan disalurkan.
Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...bpjs-kesehatan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi

- Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan Lion Air JT610 jatuh di Karawang

- Defisit masih besar, Pemerintah akan suntik lagi BPJS Kesehatan Besaran santunan untuk keluarga korban insiden Lion Air



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di