alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd8111fd44f9f835a8b4573/jokowi-jangan-sampai-tak-pernah-ke-pasar-terus-cerita-harga-beras

Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras

Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras


Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo mengatakan setiap pagi membaca laporan perkembangan harga-harga kebutuhan pokok di pasar.


“Saya setiap pagi selalu memantau harga, harga telur pagi ini berapa, beras berapa. Saya sering keluar masuk pasar, saya tanya langsung pedagang. Mungkin dengan ibu-ibu lebih tahu saya. Ibu-ibu kan enggak pernah ke pasar. Jangan sampai nggak pernah ke pasar terus cerita mengenai harga beras,” kata Presiden Jokowi, yang langsung disergah ibu-ibu peserta Kongres XX-2018 Wanita Katolik Republik Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/10/2018), seperti dikutip antaranews.com.

Jokowi lalu menantang pengetahuan ibu-ibu tentang harga-harga terbaru sembilan kebutuhan pokok (sembako) di pasar.

Presiden mengatakan bahwa pemerintah berusaha mengendalikan harga kebutuhan pokok.
“Inflasinya biasanya 8-9 persen, sekarang inflasinya di bawah 3,5 persen, artinya harga itu terkendali,” katanya.

Jokowi mengaku sering keluar masuk pasar mencari informasi langsung dari pedagang. “Saya itu mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, kalau kita bisa carikan solusi ya kita carikan. Tapi kalau yang sulit, misalnya barang impor, ya sulit, itu menyangkut pasar internasional,” katanya.

Terkait harga kebutuhan pokok seperti cabai, Presiden mengatakan harga harus diupayakan seimbang sehingga petani maupun pembeli tidak dirugikan.

“Harga cabai kadang naik kadang turun, kalau turun sampai terendah yang teriak petani, ya bagaimana wong semua tanam cabai. Pas harga tinggi semua nanam cabai, begitu panen, harga anjlok,” katanya.

Jokowi mengaku tidak gampang menjaga keseimbangan harga yang membuat petani senang dan masyarakat konsumen juga senang.

“Saya ingin menjaga keseimbangan, karena itu saya harus mencari informasi mengenai harga setiap pagi mana yang naik mana yang turun,” kata Jokowi. [DAS]




Baca Sumber : https://koransulindo.com/jokowi-jangan-sampai-tak-pernah-ke-pasar-terus-cerita-harga-beras/
Diubah oleh konekty


Duit seratus ribu cuma bisa beli bawang dan cabai. Tapi pasarnya di Zurich atau Tokyo emoticon-Cool
Namanya juga cari simpatik Masyarakat pak, sampai bela-belain mobilisasi emak-emak buat peluk-peluk kan konyol....
ada yg ke pasar tp buat ngelawak doang
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Sama absurdnya dgn masuk warteg tapi makan bekal yg dibawa dari rumah
Realitanya bisa ditempeleng yg punya warteg ..
Jiah
Emang ada org ke pasar buat beli beras? emoticon-Ngacir
(Kecuali yg kulakan tentunya)
Diubah oleh khloekarmike
ke pasar kalau mau nyalon doang emoticon-Big Grin
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Diubah oleh kasbos
Balasan post cipokan.yuk
Quote:


balok tempe kok jadi hengpon itu gan? emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
SERUPA NASBUNG YA PAK...


Sok demo pertamax naik,
make pertamax juga kagak, emoticon-Ngakak
Balasan post qavir
Quote:


gak pernah kepasar, makanya gampang dibohongi emoticon-Big Grin
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Quote:


Njir bayangin aja bikin ngakak Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
yg kayak gini kerjaan presiden .....


yg ini bukan urusan presiden
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Jokowi: Jangan Sampai tak Pernah ke Pasar terus Cerita Harga Beras
Diubah oleh ibuumi
Nih asli orang jaman gua emoticon-Ngakak
Pliss dah update dkit lah...
Gue tanpa ke pasar juga tau harga beras
Di jaman serba online sekrang cek harga apapun nyari info apapun juga bisa emoticon-Cape deeehh
Demi dapet suara cara apapun dipakai.. sampai dibilang govlok segala... hahaha
Baru baru ini juga kepasar.
Kalau cabai itu mungkin bisa kerja sama dengan pihak-pihak tertentu (pembuat sambal dalam kemasan). Dimana, bila didapati harga mulai bergerak turun, langsung calling aja. "Eh 'gan, gue punya cabe kecil 3 kwintal, lu mau ?" Kayak 'gitu misalnya.
Namun ada kendalanya juga, terkait sistim seperti itu. Bahwa akan ada kecenderungan si pengusaha (yang sudah merasakan manisnya keuntungan dari komoditas tersebut) akan berusaha terus untuk memproduksinya, selain juga disebabkan karena adanya demand dari konsumen. Walau dimungkinkan bila kemudian itu berlaku fleksibel, dimana itu baru beroperasi hanya pada waktu tertentu, alias sebagai sampingan saja. Yang agak susah kemudian terkait dengan masalah ketenaga kerjaan, yang mana seharusnya juga turut fleksibel juga. Mungkin bisa dipakai sistim harian lepas, namun hal ini tentunya membuat si pekerja tidak bisa mengharapkan hal itu terjadi secara kontinyu. Terkait ini mungkin bisa dipakai tenaga kerja dari ibu-ibu rumah tangga sebagai sambilan.
Balasan post bingsunyata
Rada susah juga ini Gan krn di pabrikan harga cabe di patok rendah
Balasan post sarxisme
Kenapa gak bikin pabrik sendiri ? emoticon-Smilie
Bahan baku di patok rendah, karena pabrikan itu juga punya tanggungan lain yang harus dibayar, yaitu gaji karyawan. Sedangkan gaji karyawan terpengaruh oleh besaran biaya hidup di kota/tempat pabrik itu berada.
...
Kalau jaman dahulu (2 dekade yang lampau) mungkin itu bisa dilakukan dengan cara menggerakkan ibu-ibu PKK. Sama seperti kegiatan kerajinan sulam dan sebagainya. Cuman kalau sekarang agak sulit juga karena produk-produk makanan itu harus memenuhi beberapa persyaratan, dimana biasanya persyaratan itu ditujukan untuk kalangan industri.
Balasan post bingsunyata
Nambah dikit, ada yang lupa disebutin (secara langsung) ...
Dijual ke pabrik itu terkait dengan upaya menahan harga komoditas itu di pasar (tradisional) agar tidak terjun bebas. Kalau pasarnya meski tradisional sudah menerapkan sistim demand-supply, dengan dikuranginya jumlah supply dengan sendirinya akan menyebabkan harga bisa dijaga pada patokan tertentu.
Bagi petaninya sendiri, tentunya itu berarti bahwa tidak keseluruhan dari komoditas yang dimilikinya harus dijual ke sektor industri. Walau tetap harus diupayakan pula agar jangan sampai tekor.
Demikian pula halnya bila itu mau diusahakan sendiri (bikin industri sendiri). Penggiatan kinerja ibu-ibu PKK seperti yang saya singgung sebelumnya. Tidak selalu harus keseluruhan hasil panen harus diolah.
Terkait pemasaran itu, disebabkan kalau standart industri jualannya ke toko-toko peracangan atau mart, produk olahan ibu-ibu PKK itu mungkin bisa dipasarkan ke pasar tradisional. Walau tentu masih harus ngurus surat ke BPOM dan mungkin harus tertulis dengan jelas waktu kaduluarsanya. Bikin sambal terasi, sambal bajak, sambal bawang atau sambal-sambal lainnya.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di