alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd80b5ade2cf24f638b4571/tingkatkan-kualitas-9-kawasan-permukiman-nelayan-pupr-anggarkan-507-miliar

Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar

Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar

JPP, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong akses universal untuk air minum yang aman dan terjangkau, sanitasi, dan kebersihan lingkungan yang layak dan adil bagi semua. Salah satunya melalui program pengembangan kawasan permukiman nelayan dan kampung tepi air di sembilan lokasi.

Upaya tersebut sebagai bagian melaksanakan Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda/NUA) yang di sepakati pada konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan (Habitat III) di Quito, Ekuador, pada tanggal 20 Oktober 2016.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program pengembangan kawasan permukiman nelayan dan kampung tepi air tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya. Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota dan masyarakat.

“Penataan dilakukan dengan anggaran tahun jamak, yakni 2017-2018 dengan total anggaran Rp507,51 miliar dengan progres seluruhnya per 17 Oktober 2018 sudah 71 persen,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sembilan lokasi yang dikerjakan melalui Ditjen Cipta Karya tersebut antara lain Kawasan Tegalsari di Kota Tegal, Kampung Beting dan Masjid Beting di Kota Pontianak, Sumberjaya di Kota Bengkulu, Karangsong di Kabupaten Indramayu, Kuin di Kota Banjarmasin, Tambaklorok di Kota Semarang, Hamadi di Kota Jayapura, dan Untia di Kota Makassar. Luas area kawasan yang ditangani totalnya 133,59 hektare.

Secara umum kondisi sembilan lokasi tersebut merupakan kawasan padat penduduk dengan tingkat kepadatan bangunan yang tinggi sehingga rawan bencana kebakaran. Masyarakatnya masih banyak memilih membuang sampah dan limbah langsung ke sungai serta ketersediaan akses air bersih yang terbatas.

Adapun infrastruktur yang dibangun menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi. Namun secara umum, dibangun jalan lingkungan, promenade, drainase, Ruang Terbuka Hijau (RTH), MCK Komunal, gazebo, jetty sampan, jembatan, dan pembangunan turap sungai.  

Salah satunya kawasan yang ditangani adalah Kampung Beting yang menjadi bagian sejarah perkembangan Kota Pontianak. Pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jalan gertak tapak sepanjang 3,2 km, 13 jetty sampan, dan perbaikan 27 jembatan kecil.

Penataan permukiman kumuh Kampung Beting juga terintegrasi dengan penataan tepian Sungai Kapuas di Tambelan Sampit yang lokasinya tak jauh dari Kampung Beting.

Penataan berupa pembangunan jalan gertak di tepian sungai yang dilengkapi dengan pagar besi sepanjang 1,2 km juga dilengkapi lampu penerangan jalan sehingga menjadikan ruang terbuka yang tertata dan indah. Di samping itu juga dibangun gazebo dan jembatan penghubung antaranak sungai. (pupr)


Sumber : https://jpp.go.id/nasional/infrastru...kan-507-miliar

---

Kumpulan Berita Terkait NASIONAL :

- Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar Mendikbud Ajak Masyarakat Hayati Lirik Tiga Stanza Lagu Indonesia Raya 

- Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar PLN Jadi Perusahaan Pertama Raih ISO Penilaian di Asia Tenggara

- Tingkatkan Kualitas 9 Kawasan Permukiman Nelayan, PUPR Anggarkan 507 Miliar Indonesia-Maroko Jajaki Peningkatan Volume Perdagangan

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di