alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd804459478687f378b4572/isu-senjata-kimia-arab-saudi-di-balik-kematian-khashoggi

Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi

Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi
Sejumlah jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).
Kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi terus memunculkan beragam isu dan spekulasi. Setelah Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi terbunuh, muncul isu bahwa Khashoggi dibunuh karena mengetahui Saudi menggunakan senjata kimia dalam konflik di Yaman.

Isu pemakaian senjata kimia oleh Arab Saudi muncul lewat media asal Inggris The Sunday Express. Tulisan yang cenderung sumir dan tidak terkonfirmasi itu kemudian dikutip beragam media, termasuk kantor berita Turki, Anadolu Agency.

Tulisan itu mengutip kisah seorang teman anonim Khashoggi. Sumber itu menceritakan pertemuannya dengan Khashoggi sepekan sebelum menuju gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Khashoggi terlihat murung, bahkan khawatir sehingga sumber itu pun bertanya tentang kekhawatirannya. Koresponden media Amerika, The Washington Post itu memberitahu bahwa dia mendapatkan kabar Saudi menggunakan senjata kimia di Yaman.

The Express memberitakan bahwa Arab Saudi dikabarkan menggunakan peluru berisi fosfor putih produksi Amerika Serikat terhadap warga sipil dan pasukan di Yaman pada September lalu.

Arab Saudi memimpin intervensi terhadap Yaman sejak 2015. Arab Saudi dan sekutunya mengerahkan kekuatan militer untuk menghentikan upaya kudeta terhadap pemerintahan Yaman yang dilakukan militan Hussein Badreddin al-Houthi. Arab Saudi mendukung kubu yang dianggap sebagai pemerintah sah di bawah kepemimpinan Abdrabbuh Mansour Hadi.

Khashoggi, kata sumber itu, bermaksud memperoleh dokumen yang membuktikan kabar penggunaan senjata kimia di Yaman.

Pemakaian senjata kimia telah menjadi sorotan dunia. Sebagian besar (193) negara di dunia telah membuat konvensi pelarangan pemakaian senjata kimia.

Ketika krisis Suriah, Arab Saudi pernah menuding Presiden Suriah Bashar Al Assad menggunakan senjata kimia. Berkebalikan dengan di Yaman, Arab Saudi mendukung kubu yang ingin menggulingkan Presiden Assad, yang tak lain adalah sekutu Iran.

Kini, penggunaan senjata kimia disinggung lagi setelah kematian Khashoggi, meski semuanya belum terang benar karena kepolisian Turki dan Arab Saudi masih menyelidikinya.

Arab Saudi, melalui media resmi pemerintah, mengumumkan hasil penyelidikan awal pada Jumat (19/10/2018) lalu. Mereka menemukan bahwa Khashoggi dan orang yang menemuinya di konsulat terlibat pertengkaran dan perkelahian.

Tim penyelidik telah memeriksa 18 warga Saudi yang diduga terlibat dan 15 di antaranya dikabarkan datang ke Istanbul untuk menemui Khashoggi di konsulat. Saudi juga mencopot beberapa pejabat senior, termasuk Saud al-Qahtani (penasihat Muhammad bin Salman) dan Mayor Jenderal Ahmed al-Asiri, seorang pejabat senior di kantor intelijen.

Penangkapan al-Asiri seperti membenarkan dugaan bahwa kasus pembunuhan itu tidak akan sampai menjerat Pangeran Muhammad bin Salman, populer disebut MBS. Selama ini, kasus pembunuhan Khashoggi kerap dikaitkan dengan penguasa Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir menegaskan bahwa pelaku yang berada di balik pembunuhan Khashoggi akan dihukum di Arab Saudi meski dan investigasinya membutuhkan waktu lama.

"Masalah ini telah menjadi histeria," ujar Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir dikutip VoaIndonesia/AP. "Saya kira orang-orang telah terlanjur menyalahkan Arab Saudi sebelum penyelidikan selesai dilakukan."

Kasus pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul memang telah menjadi sorotan dunia. Aksi solidaritas yang menuntut kasus kasus pembunuhan Khashoggi berlangsung di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Presiden Joko Widodo pernah menyatakan agar kasus Khashoggi ditangani secara transparan dan seksama. Jokowi menyampaikan perhatiannya terhadap kasus Khashoggi ketika bertemu Adel al-Jubeir di Istana Bogor, Senin (22/10/2018) lalu.
Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tian-khashoggi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi Lion Air JT610 jatuh di Karawang

- Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi Besaran santunan untuk keluarga korban insiden Lion Air

- Isu senjata kimia Arab Saudi di balik kematian Khashoggi Ongkos joki tes CPNS mencapai ratusan juta rupiah



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di