alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Indonesia membidik ekspor ke Afrika
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd7d8aec0cb177f4c8b456e/indonesia-membidik-ekspor-ke-afrika

Indonesia membidik ekspor ke Afrika

Indonesia membidik ekspor ke Afrika
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (17/10/2018).
Saat dunia tengah dirundung isu perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, saatnya untuk mengalihkan fokus ke wilayah yang jarang terjamah. Prinsip tersebut yang kini coba diterapkan oleh pemerintah dan pelaku ekspor dalam negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, menilai Indonesia perlu memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan pasar non-tradisional lainnya.Thomas mengatakan ada beberapa produk unggulan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit, produk tekstil, hingga kertas. Menurut Thomas, Indonesia perlu mulai fokus ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke pasar-pasar ekspor non-tradisional, salah satunya Afrika, terlebih saat ini sedang kesulitan ekspor minyak kelapa sawit ke Eropa.

Selain CPO, Lembong mengatakan produk tekstil, kayu, dan bubur kertas Indonesia juga berpeluang menembus pasar Afrika dan Asia Selatan. Menurutnya, kebutuhan bubur kertas meningkat seiring pesatnya pertumbuhan pasar perdagangan daring (online).

"Semua membutuhkan kemasan, karena belanja melalui aplikasi pengirimannya perlu kemasan, begitu juga keprihatinan pencemaran plastik, maka orang kembali ke kertas dan kardus," kata Lembong dikutip dari keterangan resmi, Selasa (30/10/2018).

Selain Afrika, Lembong memaparkan negara-negara potensial untuk tujuan ekspor maupun menambah investasi ke dalam negeri antara lain, Bangladesh dan Srilanka.

Afrika merupakan pasar potensial untuk produk Indonesia. Benua ini memiliki penduduk hingga 1,2 miliar jiwa dengan total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai 3,25 triliun dolar AS.

Menurut Lembong, negara-negara di Afrika selama ini memang belum terlalu dilirik pengusaha Indonesia untuk melakukan bisnis dibanding kawasan Eropa maupun AS.

Informasi pasar yang masih terbatas selain kurang intensnya promosi dagang, investasi, dan pariwisata ke benua tersebut menjadi salah satu penyebab kurang tumbuhnya hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara di Afrika.

Padahal, Indonesia, dalam upaya meningkatkan mitra dagang, perlu melakukan diversifikasi pasar ke negara-negara nontradisional, seperti di Afrika. Selain tentunya tetap menjaga pasar tradisional, seperti negara-negara di Eropa dan AS.

Melihat peluang kerja sama yang ada, BKPM dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pun menjalin kerja sama untuk mendorong ekspor dan investasi oleh Indonesia.

Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly, menambahkan negara-negara yang ada di kawasan Afrika memiliki prospek yang bagus.

"Pasar non-tradisional juga pasar yang cukup prospektif, Afrika sekarang punya 1,3 miliar penduduk, populasi cukup besar, 600 juta itu middle class (kelas menengah). Pertumbuhan mereka di atas 6 persen rata rata," katanya dalam detikcom.

Sebagai negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia, Afrika memiliki banyak potensi tersembunyi. Selain itu, Indonesia dan Afrika juga sama-sama sedang melakukan pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk meningkatkan perekonomian.

Kementerian Perdagangan mencatat, total nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika pada tahun 2017 mencapai 8,85 miliar dolar AS. Nilai ini meningkat sebesar 15,49 persen dari data tahun sebelumnya. Komoditas yang diekspor ke Afrika, antara lain, minyak kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas, sabun, dan kopi.

Soal investasi, Indonesia dan Afrika memiliki peluang kerja sama di bidang energi, pertambangan, dan infrastruktur.

Yang teranyar, perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) tahun ini meraih kontrak pembangunan rumah susun dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun di Aljazair, Afrika Utara.

Laporan Kontan.co.id menyebut, WIKA dipercaya untuk membangun 1.400 unit rumah di Algiers yang merupakan ibukota Aljazair dengan rincian 1.000 unit rumah di daerah Soudania dan 400 unit di daerah El Harach. Pengerjaannya telah dimulai pada Juni 2018 dan ditargetkan selesai pada September 2020.
Indonesia membidik ekspor ke Afrika


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...spor-ke-afrika

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Indonesia membidik ekspor ke Afrika Lion Air JT610 jatuh di Karawang

- Indonesia membidik ekspor ke Afrika Badai di Palembang porak-porandakan stasiun LRT dan Jakabaring

- Indonesia membidik ekspor ke Afrika Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di