alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd797fd529a45030c8b4585/mesin-boeing-737-max-pernah-bermasalah

Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah

Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah
Pameran pesawat Boeing 737 MAX di Polandia, 25 Agustus 2018.
Kecelakaan penerbangan Lion Air bernomor JT610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi, meninggalkan sebuah misteri besar: mengapa pesawat yang baru dibeli sudah bermasalah?

Sebagai pengingat, dalam penerbangan yang berangkat dari Cengkareng, Tangerang, dan seharusnya tiba di Pangkal Pinang, Bangka Belitung tersebut, maskapai Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737 tipe terbaru, Max 8.

Lion Air baru mengoperasikan pesawat itu pada 15 Agustus 2018, atau dua hari setelah pesawat diserahterimakan oleh Boeing, perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat (AS).

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bahkan mencatat total waktu mengudara pesawat--sebelum kecelakaan--baru mencapai 800 jam.

Secara global, Boeing 737 Max 8 beroperasi komersial pada 2017. Kecelakaan yang terjadi Senin pagi ini pun menjadi catatan pertama yang menimpa tipe pesawat yang diklaim sebagai "pesawat masa depan".

Klaim itu agaknya yang membuat Lion Air, jauh sebelum kecelakaan terjadi, jatuh hati pada Boeing 737 Max 8. Ketika itu, maskapai milik Rusdi Kirana ini langsung memesan hingga 219 unit. Lion Air tercatat menjadi salah satu pelanggan terbesar Boeing.

Pembelian borongan oleh Lion Air itu seolah mengaburkan fakta yang pernah dilaporkan Reuters, sekitar satu tahun lalu. Pada 11 Juli 2017, media asal Inggris ini melaporkan bahwa Boeing untuk sementara menghentikan uji coba pesawat tipe 737 Max akibat masalah pada mesinnya.

Tidak dijelaskan kerusakan mesin yang dimaksud. Akan tetapi, mesin itu dibuat oleh CFM Internasional, perusahaan patungan yang terdiri dari General Electric Co (asal AS) dan Safran SA (asal Prancis).

Untuk diketahui, perusahaan ini memasok mesin yang sama untuk semua tipe 737 Max, baik 7 hingga 10.

Penundaan itu terjadi beberapa hari sebelum Boeing dikirimkan kepada sebuah maskapai penerbangan. Katadata menyebut maskapai itu adalah Malindo Air--anak usaha Lion Air.

Akan tetapi, keputusan penundaan ini bagai pisau bermata dua. Jika diteruskan, maka keselamatan penumpang bisa menjadi ancaman. Jika ditahan, maka perusahaan tidak bisa mendapatkan untung.

Sebab, pembayaran utuh dari pembelian pesawat baru benar-benar bisa cair ketika sudah diserahkan.

Alhasil Boeing tetap mengirim, meski terlambat beberapa hari. Rencananya, Malindo Air akan menggunakan 737 Max untuk pertama kalinya pada penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Singapura pada 19 Mei 2017.

Akibat keterlambatan pengiriman, penerbangan perdana itu baru terjadi 22 Mei 2017 dengan nomor penerbangan 0D803.

Untuk diketahui, Lion Air harus merogoh kocek hingga $110 juta AS (sekitar Rp1,6 triliun) untuk membeli satu buah pesawat Boeing 737 Max. Namun, lanjut laporan Reuters, setiap konsumen 'besar' dari pesawat jenis ini akan mendapatkan diskon yang cukup besar dari setiap pembelian.

Boeing tipe 737 Max diklaim sebagai yang paling laris di antara tipe lainnya. Catatan CNN menyebut, pesawat tipe ini telah dipesan sebanyak 4.700 unit oleh berbagai maskapai di dunia, mulai dari American Airlines, Korean Air, Malaysia Airlines, Qatar Airways, Ryanair, Turkish Airlines, dan lainnya.

Lion Air memang sangat bangga ketika berhasil memiliki pesawat yang memiliki daya terbang cukup besar--3.550 mil atau setara 6.750 kilometer--pertama di Indonesia. Sementara maskapai rivalnya, Garuda Indonesia, dikabarkan baru menyusul langkah ini beberapa waktu lalu.

Kendati diklaim paling canggih, pesawat yang baru bukan tidak memiliki risiko. Pengamat penerbangan Gerry Soejatman kepada BBC menekankan, pesawat yang masih baru pada dasarnya juga membawa risiko tinggi.

Risiko itu bisa disebabkan oleh sobekan (snags) pada mesin yang baru terlihat setelah digunakan secara rutin. "Ini biasanya teratasi dalam tiga bulan pertama," tuturnya.

Sementara pengamat penerbangan lainnya, Jon Ostrower, mengatakan pesawat baru pada umumnya tidak melalui perawatan yang intensif seperti pesawat lama, karena pada umumnya semua interior dan eksteriornya masih baru.

"Selalu ada masalah saat tumbuhnya teething baru...itu umum, tetapi jauh dari sesuatu yang dapat mengancam keamanan sebuah pesawat," tukas Jon.
Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...nah-bermasalah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah Para raja inginkan Jokowi jadi presiden lagi

- Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah Bisakah hidup tanpa vaksin

- Mesin Boeing 737 Max pernah bermasalah Kesimpangsiuran bendera HTI

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di