alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda
2.7 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd7531262088121118b4572/sebenarnya-sepele-tapi-ini-bisa-mencederai-sumpah-pemuda

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928, merupakan hasil refleksi para Pemuda Indonesia atas sering kandasnya perjuangan bangsa Indonesia dalam menumpas para penjajah dari bumi pertiwi ini. Mereka melihat, tampaknya para tokoh pahlawan hanya berjuang hanya untuk memerdekakan daerahnya sendiri. Cut Nyak Dien misalnya, hanya untuk wilayah Aceh, atau Tuanku Imam Bonjol untuk pulau Sumatra.

Akibatnya, hasil perjuangan tidak maksimal, karena perlawanan hanya bersifat separatis dari masing-masing daerah. Bahkan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Belanda untuk menerapkan politik Devide et Impera, dengan memecah belah dan mengadu domba antar wilayah, sehingga mereka lebih mudah menguasai Indonesia.

Menyadari hal tersebut, maka tercetuslah Sumpah Pemuda yang isinya adalah menyadarkan dan mengikat seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu melawan penjajah dengan menyatukan visi bahwa Indonesia itu adalah satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.
***
Sekarang ini, sepertinya makna Sumpah Pemuda itu mulai luntur di hati pemuda Indonesia, khususnya dalam hal bahasa. Hal ini Ane simpulkan dari beberapa kasus yang Ane lihat sendiri. Sebenarnya sih sepele, tapi hal tersebut menurut Ane dapat mencederai makna Sumpah Pemuda. Hal-hal sepele tersebut adalah sebagai berikut:


1. Menyambut Orang Asing Dengan Bahasa Mereka

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Suatu waktu Ane sedang duduk santai sama teman di Lobi Hotel. Tiba-tiba datang dua orang Bule menuju resepsionis. Sang resepsionis dengan lancar dan fasih berbahasa Inggris menyambut kedatangan mereka, hingga mereka menerima kunci kamar.

Ane berpikir, enak banget ya jadi orang asing kalo datang ke Indonesia. Mereka akan disambut dengan bahasa ibu mereka, sehingga tak perlu susah-susah mempelajari bahasa Indonesia. Ane jadi teringat tetangga Ane yang mau jadi TKW ke Arab Saudi. Dia membeli Kamus Saku Bahasa Arab untuk menghafal kosakata yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ada pula teman Ane yang mengikuti kursus bahasa Inggris ketika akan bepergian ke luar negeri.

Kejadian seperti itu bukan hanya terjadi hotel. Di tempat-tempat objek wisata juga sering Ane dengar para pembimbing turis dengan lancar berbahasa Inggris dalam memandu mereka saat menjelajahi tempat tersebut.

Terlihat ironi, memang. Masa orang Indonesia di tanah airnya sendiri, yang punya pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” harus menggunakan bahasa asing? Lupakah mereka dengan Sumpah Pemuda? Dan bukankah seharusnya para turis asing itu belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum datang ke sini? Malukah mereka dengan bahasa persatuan ini ketika berkomunikasi dengan orang asing?

Ane kira, orang asing pun akan giat mempelajari bahasa Indonesia, jika setiap kedatangan mereka selalu disambut dengan bahasa nasional.


2. Tulisan Menggunakan Bahasa Lokal

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Sungguh, Ane sangat senang dengan kehadiran dunia maya sekarang, sebab Ane dapat dengan mudah dan cepat memperoleh informasi dengan membaca tulisan atau mendengarkan ceramah yang bertebaran di jagat angin ini. Namun yang sering bikin jengkel adalah adanya tulisan atau ceramah yang menggunakan bahasa lokal, tanpa disertai terjemahnya, sehingga Ane tidak mengerti maksudnya. Padahal penulis/pembicaranya adalah orang Indonesia, dan kontennya tersebar ke seluruh negeri ini, seolah-olah materi itu hanya ditujukan untuk kelompoknya saja. Ini menurut Ane dapat mencederai makna Sumpah Pemuda yang pada intinya ingin menyatukan rakyat dengan bahasa yang dapat dipahami oleh semuanya. Karena itu, jika ingin berkomunikasi dengan seluruh warga Indonesia, gunakanlah bahasa nasional.


3. Sok-Sokan Dengan Bahasa Asing

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Belakangan ini juga sering terlihat dan terdengar orang yang sok-sokan menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi. Mungkin supaya dinilai keren, terdidik, luas pergaulan, atau apalah, sehingga mereka dengan bangga berbicara atau menulis dengan lebih banyak menggunakan istilah atau kosa kata asing, padahal kata tersebut sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

Hal tersebut menurut Ane juga dapat mencederai makna Sumpah Pemuda, karena mereka tampaknya tidak menghargai atau bangga dengan bahasa bangsanya sendiri.
***
Nah itulah tiga hal sepele yang menurut Ane dapat mencederai makna Sumpah Pemuda, khususnya di bidang bahasa. Namun hal itu tidak berlaku jika tujuannya atau penggunaanya dalam konteks edukasi / pembelajaran. Lalu, bagaimana menurut GanSis, ada yang perlu ditambahkan atau didiskusikan? Silakan tulis pada kolom komentar. (*)
Diolah berdasarkan pemikiran sendiri. Foto-foto dari Google.
Diubah oleh Aboeyy
Halaman 1 dari 4
Reservasi
Diubah oleh Aboeyy
jadi pemuda yang fleksible, ngikuti perkembangan jaman
bule males belajar bahasa Indonesia,
kalo dia keceletot salah bukannya dibenerin malah dicengin diketawain diviralin
Quote:


Yup fleksibel dan dinamis, tp tetap bangga dgn bhsa nasional.


Quote:


Soalnya terdengar sangat lucu ketika dia kecelotot itu. 🤣
lebih baik dinonton bokep lokal daripada bokep luar gitu yaawww
Ane ngak setuju ma ts Ya karena inggris bahasa international emoticon-Big Grin
Quote:


nah true story banget iniemoticon-Ngakak (S)
sekarang abg kecanduan sama boyband Korea sampe bahasa Korea jadi bahasa yang dipelajari buat merekaemoticon-Ngakak (S)
TS menyebut dirinya sendiri "Ane" padahal itu juga bukan bahasa Indonesia. 🤣
dulu ditoko ane kadang tiap minggu ada aja bule blanja breh
slesei blanja doi bilang thanks
ane bales aja sama sama
tu bule cengar cengir gitu breh emoticon-Leh Uga
Quote:


Ya, tapi itu udah jadi bahasa umum yg bisa dipahami semua org Indonesia, khususnya warga Kaskus ini. 🤣
Bicara sumpah pemuda..hmm..Sumpah pemuda jaman sekarang hanya tinggal ephoria nya saja
setiap tanggal 28 oktober baru ingat sama sumpah pemuda, kata kata disusun rapi untuk mengucapkan sumpah pemuda, bikan acara sana sini setelah itu udah selesai
padahal inti sumpah pemuda bukan itu isi yg tertuang dalam sumpah pemuda harus dijalankan setiap hari oleh generasi muda secara estafet oleh pemuda yg merasa dirinya indonesia
bukan ephoria peringatan yg setelah itu hilang tak berbekas
lah gimana om membandingkan:
org asing yg sedang/akan wisata ke daerah kita, lalu bertanya sama resepsionis dgn bahasa asing (english, bahkan org jepang sekalipun nyematin bahasa english terbata")
dengan
org TKI yg sedang/akan bekerja di negara luar?

klo org asing yg bekerja/kerjasama/tinggal (devisa terbatas) di indonesia.tentu ane sepakat.

lah ini org yg sedang berwisata.....gimana #@$@#..ugghh..eghh hablumnya om emoticon-Bingung (S)
Mungkin sebaiknya kita genosida kaum alay yang suka bikin bahasa yang gak jelas
pejwan dulu
pernah jumatan di pandeglang, khotbah ny full bhs sunda. cm manggut2 aj deh
Quote:


ente cuma bisa ngomong dari sisi kaca mata turis emoticon-Ngakak (S)

turis itu mereka hanya temporary emoticon-Embarrassment

bagaimana dengan sudut pandang bisnis..bnyk pebisnis asing yg menggunakan bahasa indonesia,walaupun indony blepotan sih emoticon-Hammer (S)

seenggakny mereka mau menghargai kita sih emoticon-Embarrassment
Jadi pemuda yg mau berfikir sebelum mengetik emoticon-Shakehand2
Yang paling terasa sih dijaman skrg sih kebanyakan anak anak muda jaman sekarang itu lebih suka menggunakan bahasa yang campur aduk dan juga kadang berbicara kasar seakan hal itu sudah biasa aja padahal mah gak sopan
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di