alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Gerakan Anti Vaksin Bikin Eropa Kembali Diserang Campak
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd7078131e2e6a3378b4567/gerakan-anti-vaksin-bikin-eropa-kembali-diserang-campak

Gerakan Anti Vaksin Bikin Eropa Kembali Diserang Campak

Gerakan Anti Vaksin Bikin Eropa Kembali Diserang Campak


Pada 2018, tercatat sudah ada lebih dari 41 ribu kasus campak di Eropa. NBC News bahkan melaporkan korban tewas akibat campak di Eropa sudah mencapai 40 orang. Menurut para ahli, tren ini bisa menyebar jika kelompok anti vaksin terus berkembang dan anggotanya semakin banyak.

Dijelaskan bahwa sejumlah negara di Eropa memiliki banyak penduduk yang memegang sikap anti vaksin. Mereka biasanya adalah orang dewasa yang memilih untuk tidak memberikan vaksin pada anaknya.

Anca Paduraru, staff Komisi Eropa di Brussels, Belgia, berkata tren meningkatnya anggota kelompok anti vaksin merupakan faktor utama penyebab campak muncul kembali di Eropa. Itu mengapa tren ini, menurut Paduraru, harus segera dihentikan.

"Sangat tidak bisa diterima bahwa kita di abad ke-21 masih terkena penyakit yang seharusnya telah dan bisa diberantas," ujar Paduraru dikutip dari Newsweek.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan, untuk mencegah terjadinya wabah suatu penyakit menular, minimal 95 persen populasi harus mendapatkan dua dosis vaksin. Namun di beberapa negara Eropa, jumlah populasi yang divaksinasi berada di bawah 70 persen, menurut laporan Newsweek.

Di AS sendiri telah terjadi peningkatan kasus campak pada 2018. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Center for Disease Control/CDC) melaporkan, ada 137 kasus campak di AS per 8 September 2018. Pada 2017, tercatat hanya ada 118 kasus campak di AS.

Selain itu, CDC juga menjelaskan bahwa memang ada tahun-tahun di mana terjadi peningkatan angka kasus campak karena suatu kejadian tak terduga. Misal pada 2015 lalu, sempat terjadi wabah campak yang penyebarannya dihubungkan dengan taman hiburan.

"Kemunduran ini menunjukkan bahwa setiap orang yang tidak imun tetap rentan terkena penyakit, tak peduli di mana ia tinggal, dan setiap negara harus terus mendorong untuk meningkatkan cangkupan serta menutup celah rentan itu," kata dokter WHO Nedret Emiroglu kepada NBC News.

Di AS sendiri dilaporkan bahwa jumlah anak yang tidak diberikan vaksi meningkat setiap tahunnya. Newsweek melaporkan hal ini terjadi karena banyak orang tua di AS termakan rumor tidak jelas, seperti misalnya vaksin bisa menyebabkan autisme.

CDC sendiri mengatakan telah banyak riset yang dilakukan untuk mempelajari hubungan antara vaksinasi dengan autisme. Namun tidak ada penelitian yang menunjukkan korelasi atau pun hubungan sebab-akibat di antara keduanya.

Pada 2001 hanya 0,3 persen anak-anak yang tidak diberikan vaksin terhadap 14 penyakit menular. Namun pada 2015, menurut laporan USA Today, jumlahnya mencapai 1,3 persen.

CDC menyarankan kepada para orang tua yang tidak memberikan vaksin kepada anaknya untuk bersiap menghadapi wabah. Seperti misalnya harus melarang anak ke sekolah dalam jangka waktu yang cukup lama ketika terjadi wabah atau harus mempersiapkan daftar khusus vaksin yang tidak didapatkan si anak saat kejadian medis darurat.

Menurut CDC, hal ini tak hanya untuk menjaga si anak yang tidak divaksin tetap aman, tapi juga untuk melindungi orang lain dari paparan penyakit menular yang mungkin menyerang dari si anak yang beljum diberi vaksin ke orang lain.


Sumber:

https://kumparan.com/@kumparansains/...13422866620946

Orang2 Eropa kayanya gak sabar ingin kejadian seperti wabah pes terulang lagi. emoticon-Big Grin
Gara2 si braham
Kebodohan yang menular dgn cepat
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Balasan post billy.moon
Quote:


Ini gan. emoticon-Toast

The proportion of respondents who think vaccines are safe in each EU country: Portugal 95.1%; Denmark 94%; Spain 91.6%; Hungary 91.4%; United Kingdom 89.9%; Finland 89%; Netherlands 87.9%; Luxembourg 87.2%; Italy 85.3%; Ireland 84.9%; Greece 84.5%; Sweden 83.7%; Germany 83.6%; Austria 82.7%; Romania 82.2%; Estonia 81.1%; Lithuania 81%; Slovenia 81%; Cyprus 79.9%; Belgium 78.9%; Czech Republic 78.6%; Croatia 78.4%; Malta 74.9%; Slovakia 74.7%; Poland 72.4%; France 69.9%; Latvia 68.2%; Bulgaria 66.3%.

Anti-vaxxers most prominent in Bulgaria, Latvia and France, says survey

https://www.euronews.com/2018/10/26/anti-vaxxers-most-prominent-in-bulgaria-latvia-and-france-says-survey

Negara2 V4 banyak juga orang Arabnya... gak nyangka... emoticon-Matabelo
Ini gara-gara hoax di internet yang ditelan mentah-mentah oleh para retard dan hipster. Gak bakal kaget kalau California juga bakal kena wabah campak, sumber awal gerakan anti vaksin kan dari sana.
para penolak vaksin jangan2 sebenarnya adalah agen2 wahyudi, remason dan halusinasi yang sengaja disebar untuk memperlancar agenda wahyudi emoticon-Wakaka
mantaf... biar pada punah tu bule bule
emoticon-Ngakak meme meme meme meme meme virus
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
anjayyy makin oon aja eropah sejak imigrasi penduduk sunagakure...
sosialisasinya kurang, itu kan mayoritas yg nolak vaksin karena takut anaknya kena autis,

beda sama dimari gara" masalah halal-haram emoticon-Traveller
bodoh dan bebal itu selalu ada,
penyakit manusia yang susah untuk di hilangkan....
Mo ikutin sumbu pendek


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di