alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd6c7de529a450e0c8b457a/oceana-sorot-penangkapan-ikan-ilegal-dan-sampah-plastik-di-laut

Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut

Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut
Foto udara menunjukkan kegiatan pembersihan sampah di kawasan Pantai Kuta saat Pre-Event Our Ocean Conference (OOC) 2018: Beach Clean Up di Bali, Minggu (28/10/2018).
Organisasi konservasi laut Oceana ikut berpartisipasi dalam pertemuan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, pada 29-30 Oktober 2018.

"Masalah kelautan dan penangkapan ikan ilegal. Kita harus terlibat memerangi itu semua," kata Pejabat Eksekutif atau CEO Oceana, Andrew Sharpless, persoalan terbesar lingkungan laut saat jumpa media di Nusa Dua, Minggu (28/10/2018).

Selain itu Oceana juga mengampanyekan peningkatan transparansi pengelolaan manajemen perikanan. Sharpless menjelaskan pendekatan antarnegara diperlukan untuk mendapatkan kebijakan yang memulihkan dan meningkatkan kelimpahan laut.

"Indonesia menerapkan contoh dengan membuat data pelacakan kapal agar dapat terbuka di ranah publik," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah Our Ocean Conference merupakan negara pertama yang merilis data pelacakan atau Vessel Monitoring System (VMS). Peru, kata Sharpless, juga melakukan hal serupa agar bisa memantau pergerakan kapal perikanan komersial.

Hal itu disebut membantu upaya pengawasan dan pengendalian untuk memerangi penangkapan ikan ilegal. Dan Peru kebetulan negara penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Adapun Oceana sebagai mitra pendiri Global Fishing Watch (GFW) telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Peru untuk meningkatkan transparansi penangkapan ikan komersial.

Selain itu Oceana juga menyoroti polusi sampah plastik yang mengancam lautan. Ironisnya, sampah plastik sulit terurai sampai ratusan tahun. "Kita sudah tidak ada, tapi plastik masih di laut," ujarnya.

Pemimpin Bidang Kebijakan Oceana, Jacqueline Savitz, pun menganggap permasalahan plastik terus tumbuh karena barangnya terus diproduksi. Menurut Savitz, perlu desakan agar kalangan industri mengurangi plastik sebagai kemasan barang produksi.

Adapun upaya daur ulang plastik ia anggap tidak mampu menjadi solusi utama. "Kalau pengelolaan daur ulang terus tetap saja masih ada yang terbuang," katanya.

Sementara aktor Joshua Jackson yang turut mendukung konferensi ini menganggap laut mengalami eksploitasi sehingga menurunkan sumber daya makanan untuk waktu yang lama. "Itu alasan utama saya hadir di acara Our Ocean Conference di Bali," katanya.

Jackson menjelaskan kelestarian laut perlu dirawat untuk generasi selanjutnya. Permasalahan laut perlu terus ditangani karena berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. "Saat ini sudah masuk masa yang krisis," katanya.

Jackson sudah menekuni dunia perfilman selama lebih dari 20 tahun. Aktor asal Kanada ini antara lain pernah membintangi film The Skulls (2000) dan Sky (2015).

Pada 2010, aktor 40 tahun ini pernah mendapatkan penghargaan Best Actor Genie Award untuk peran dalam film One Week. Adapun One Week adalah film drama Kanada yang disutradarai oleh Michael McGowan dan dibintangi oleh Joshua Jackson, Liane Balaban, dan Campbell Scott.

Jackson bukan baru kali ini saja peduli pada urusan lingkungan. Dengan lautan, ia mengaku sudah akrab sejak kecil.

Nadine Chandrawinata, pesohor yang juga tergabung sebagai pendukung Oceana, mengatakan bahwa upaya untuk mengurangi pencemaran limbah plastik perlu dimulai dari pola konsumsi.

"Mulai menolak menggunakan botol plastik, sedotan. Itu peran penting kita membantu menemukan solusi," katanya. Kepedulian tersebut, menurut Nadine, perlu dilakukan meski dimulai secara perlahan-lahan. "Pelan-pelan belajar supaya menjadi habit baru," katanya menambahkan.

Nadine menyadari kemajuan zaman membuat penggunaan barang semakin serba praktis dan instan. Namun, kata Nadine, itu yang perlu dikendalikan. "Kita lupa segala yang instan akan merusak," katanya.

Nadine berharap pendidikan untuk anak-anak pun perlu ditanamkan kepedulian yang menyoroti permasalahan lingkungan. "Informasi dan edukasi itu aset untuk anak perlu diajarkan bukan hanya cuci tangan sebelum makan. Tapi kebersihan (menyangkut) orang lain perlu ditanamkan dari kecil," ujarnya.
Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut
Aktor Joshua Jackson (kiri) dan Nadine Chandrawinata melayani pertanyaan awak media di Nusa Dua, Bali, Minggu, 28 Oktober 2018.Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...lastik-di-laut

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut Lion Air JT610 jatuh di Karawang

- Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen

- Oceana sorot penangkapan ikan ilegal dan sampah plastik di laut Serangan Israel dan guncangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di