alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd6b5969e740481308b4572/mungkinkah-jokowi-maruf-mencapai-target-suara-70-persen

Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen

Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen
Calon Presiden petahana Joko Widodo bersama Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan ketua Tim Pemenangan Erick Thohir di Jakarta, Jumat (7/9/2018). Tim Kampaye Jokowi-Ma'ruf menargetkan perolehan suara 70 persen.
Tim Kampanye Nasional pasangan Capres-Cawapres Joko 'Jokowi' Widodo-Ma'ruf Amin menargetkan perolehan suara 70 persen dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyanto menyatakan target itu sesuai hasil rekomendasi Rakernas .

"Rakernas Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin menyepakati pencapaian target Pilpres sebesar 70 persen," ujar Hasto membacakan butir ketiga rekomendasi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018) seperti dikutip dari Merdeka.com.

Target ini memang tak mudah. Jokowi sendiri menilai target ini berat. Tapi Jokowi merasa target ini bisa dicapai. "Tetapi kalau kami lihat dalam perencanaan, saya meyakini angka 70 persen itu bisa kami lewati," kata Jokowi di depan ribuan kader Partai Nasdem di Surabaya, Minggu (28/10/2018) seperti dipetik dari Kompas.com.

Pilpres kali ini ibarat tanding ulang antara Jokowi dengan Prabowo dibanding Pilpres 2014. Bedanya, pada wakil yang mendampingi mereka. Selain itu, koalisi partai politik yang mengusung keduanya.

Pada Pilpres empat tahun lalu Jokowi berpasangan dengan Jusuf 'JK' Kalla. Empat partai mengusung pasangan Jokowi-JK, mereka adalah PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hati Nurani Rakyat.

Walau JK adalah dedengkot dari Partai Golkar, tapi Golkar tak mendukung pasangan ini. Golkar sempat gamang hingga akhirnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Pasangan Prabowo-Hatta didukung koalisi tujuh partai politik: Gerindra, PAN, Demokrat, PKS, Golkar, PPP, dan PBB.

Hitung-hitungan di atas kertas saat itu, jika dibandingkan hasil perolehan kursi di parlemen, Jokowi-JK saat itu ditaksir hanya bakal memperoleh suara 40 persen.

Namun dalam Pilpres 2014 itu, mereka unggul dengan perolehan 53,15 persen dari suara sah dengan 70,9 juta suara. Sedangkan Prabowo meraih 62,5 juta suara atau 46,85 persen. Jokowi, unggul di 23 provinsi dan daerah pemilihan luar negeri. Sedangkan Prabowo hanya unggul di 10 provinsi.

Meloncat dari 53 persen ke 70 persen bukanlah perkara mudah. Mungkinkah target 70 persen ini bisa dicapai?

Hasto menilai, target ini mungkin dicapai. Sebab, melihat empat tahun kinerja Jokowi-JK sudah bisa menjelaskan kualitas Jokowi. Selain itu, ada sembilan partai politik yang mengawal Jokowi-Ma'ruf. Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja akan menggerakkan seluruh elemennya, agar bisa menaikkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf.

"Baik struktur partai, kepala daerah, dan wakil kepala daerah, seluruh anggota legislatif di semua tingkatan, serta seluruh anggota partai untuk bergerak serentak memenangkan pasangan Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin," kata Hasto, seperti dikutip dari idntimes.com, Senin (29/10/2018).

Sembilan partai itu terdiri dari enam partai politik parlementer PDIP, PPP, PKB, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sedangkan tiga partai pendukungnya adalah PKPI, PSI, dan Perindo.

Prabowo kini diusung empat partai politik; Gerindra, PAN, PKS, dan Partai Demokrat. Partai Berkarya ikut mendukung Prabowo. Urusan dukungan, pengusung Jokowi mungkin bisa optimistis dan mendukung target tersebut.

Namun ada juga faktor yang membuat target itu malah menjauh. Misalnya, sosok Calon Wakil Presiden. Menurut survei nasional yang digelar Indikator Politik Indonesia, Jokowi memang unggul dibanding Prabowo.

Dari 1.220 orang yang disurvei awal September lalu, sebanyak 57,7 persen responden bakal memilih Jokowi. Namun jika Jokowi disandingkan dengan Ma'ruf Amin, maka elektabilitasnya turun jadi 54,9 persen. Sedangkan Prabowo, suaranya malah bisa naik jika disandingkan dengan Sandiaga, dari 32,3 persen menjadi 35,1 persen. Sebab publik meyakini sosok Sandiaga lebih baik dibandingkan dengan Ma'ruf.

Faktor penghambat lainnya adalah kinerja ekonomi. "Saya percaya isu utama adalah ekonomi, lapangan kerja dan biaya hidup," kata Sandiaga, Kamis (4/10/2018) seperti dinukil dari Liputan6.com.

Selama ini, isu agama dan politik identitas kerap menggema di ruang publik. Pemilihan Ma'ruf Amin sebagai Cawapres, diyakini untuk meredam isu politik identitas dan agama.

Tapi angin politik beralih menjadikan isu ekonomi menjadi fokus kampanye. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat ekonomi Indonesia masuk angin. Selain faktor eksternal, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) turut melemahkan rupiah hingga tembus Rp15 ribu. Kebijakan proteksionisme yang dipilih Indonesia, belum bisa menyangga rupiah.

Dua isu ini bisa mengganjal target Jokowi meraih 70 persen suara. Tapi kondisi bisa berubah, sebab masih ada waktu lima setengah bulan sebelum hari pencoblosan.
Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...uara-70-persen

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen Serangan Israel dan guncangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

- Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen Lion Air JT 610 jatuh di Karawang

- Mungkinkah Jokowi-Ma'ruf mencapai target suara 70 persen Cirebon waspada strok sebagai penyakit mematikan nomor dua

jangan deh
apa jadinya negara ini nanti??


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di