alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kapal Riset Baruna Jaya I Makin Canggih Memetakan Laut
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd6a2d4dcd770ce108b4567/kapal-riset-baruna-jaya-i-makin-canggih-memetakan-laut

Kapal Riset Baruna Jaya I Makin Canggih Memetakan Laut

https://m.akurat.co/id-89881-read-kapal-riset-baruna-jaya-i-makin-canggih-memetakan-laut

*Kapal Riset Baruna Jaya I Makin Canggih Memetakan Laut* Kapal Riset Baruna Jaya I Makin Canggih Memetakan LautKapal Riset Baruna Jaya I Makin Canggih Memetakan Laut

Dian Eko Prasetio Minggu, 26 November 2017 15:06 WIB
Kapal Riset Baruna Jaya I | BPPT.GO.ID

AKURAT.CO, Kapal riset Baruna Jaya I diyakini akan makin canggih dalam memetakan laut seiring. Peningkatan kemampuan ini terjadi seiring dengan penggantian Multibeam Echosounder (MBES).

Selama ini Baruna Jaya I memang disiapkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan tugas hidro-oseanografi dan survei batimetri di laut dangkal hingga laut dalam.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, Muhammad Ilyas, mengatakan kapal riset tersebut akan dilengkapi beberapa sensor pendukung dan sistem akuisisi data MBES.

"Alat ini juga dilengkapi dengan beberapa sensor pendukung antara lain system positioning atau DGPS, sensor gerak, sensor kecepatan suara di permukaan air, sensor profiler kecepatan suara, beserta sistem akuisisi dan processing (pengolahan) data MBES," ujar Ilyas.

KR.Baruna Jaya I, lakukan Sea Trial, uji multibeam echosounder di laut, guna menentukan profil permukaan dasar laut & kedalaman air @jokowi pic.twitter.com/sIChWekvn2

— BPPT RI (@BPPT_RI) November 26, 2017
Kapal yang beroperasi sejak 1989 ini juga akan menjalani Sea Acceptance Test (SAT), sebuah tes kelayakan untuk menguji MBES di laut. Sejatinya, Multibeam adalah alat untuk menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area dasar laut yang luas.

Pemaksimalan alat ini diharapkan dapat membantu Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam melengkapi peta lingkungan laut nasional terutama di laut dalam. Juga dapat digunakan untuk pemetaan jalur kapal di pelabuhan, studi geodinamik dan migas.

"Multibeam echosounder yang dimiliki kapal Baruna Jaya I menjangkau kedalaman kurang lebih dari 11.000 meter yang mana belum ada kapal-kapal riset di Indonesia yang memiliki kemampuan pemetaan dasar laut dari kedalaman dangkal 20 meter hingga kedalaman tersebut," lanjutnya.

PT Samudera Marine Indonesia (SMI) dan Telefyne Techoligies dari Denmark didapuk oleh BPPT sebagai penyedia teknologi multibeam echosounder. Dimana pemasangannya berlangsung selama tiga minggu sejak 1 hingga 23 November 2017.

Pengujian MBES akan dilakukan secara bertahap, uji laut pertama berlangsung selama sembilan hari muai dari 25-29 November 2017. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada 30 November sampai 3 Desember.[]

++++

*Penuhi Kebutuhan Air Bersih, BPPT Kirim Kapal Riset Baruna Jaya I*
Vidyandini Agivonia Jumat, 05 Oktober 2018 15:16 WIB

AKURAT.CO Pemulihan pasca gempa dan tsunami Palu-Donggala datang dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang mengirimkan Kapal Riset Baruna Jaya I ke perairan Palu dan Donggala. Kapal tersebut guna mendeteksi morfologi laut setempat serta mengetahui dan mempelajari fenomena bawah air pascagempa dan tsunami, Jumat (28/9).

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, Kamis (4/10) mengatakan Baruna Jaya I yang beroperasi sejak 1989 dilengkapi perangkat multibeam echosounder untuk Survei Batimetri, untuk mengetahui morfologi perairan Palu dan Donggala.

Alat itu, menurut dia, membantu menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area dasar laut yang luas.

"Multibeam echosounder yang dimiliki kapal Baruna Jaya I menjangkau kedalaman kurang lebih dari 11.000 meter yang mana belum ada kapal-kapal riset di Indonesia yang memiliki kemampuan pemetaan dasar laut dari kedalaman dangkal 20 meter hingga kedalaman tersebut," lanjutnya.

Ia mengatakan operasi yang dimotori oleh Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) itu selain memiliki misi penelitian, juga membawa Teknologi Air Siap Minum untuk menyediakan air bersih dan air siap minum kepada korban bencana di Kota Palu dan Donggala.

Teknologi Arsinum sebelumnya telah diterapkan untuk membantu korban bencana gempa di Lombok Utara.

Terbukti selama pengoperasian alat tersebut, sejak 9 September 2018 telah menghasilkan sekitar 65.000 liter air siap minum yang aman dikonsumsi oleh korban gempa.

Bahkan, teknologi itu ada yang sifatnya bergerak, dipasang pada mobil berkabin ganda, sehingga mampu menembus wilayah terdampak bencana dan menyediakan kebutuhan air bersih dan air siap minum.

"BPPT bawa teknologi Arsinum ini ke wilayah bencana Palu dan Donggala dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT," ujar Hammam.

Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT melakukan operasi Survey Bakti Teknologi dan Bakti Sosial, dimulai Rabu (3/10) hingga dua pekan ke depan. Angkat sauh dari Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

https://m.akurat.co/id-340897-read-penuhi-kebutuhan-air-bersih-bppt-kirim-kapal-riset-baruna-jaya-i

Hem..canggih yax..
Gimana koment agan2 neh..jikalo diketemukan kapal jaman purba di dasar laut donggala palu...
Urutan Terlama
semoga pemetaan nya bisa lebih akurat ya gan. emoticon-Traveller
canggih mana sm spica / rigel ?
Kapal ini sudah dilokasi kecelakaan lion air??? Bagaimana hasil temuan???
siip lah.
biar makin membantu penelitian di bidang kelautan.
Quote:
Balasan post andika.1stravel
Yg dtg ke lokasi laka, yg rasi bintang gan punyanya tni al
alhamdulillah


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di