alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Berikan Padaku 10 Milenial!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd68bcddad7700f658b457d/berikan-padaku-10-milenial

Berikan Padaku 10 Milenial!

Berikan Padaku 10 Milenial!



Koran Sulindo – Juni 1948 itu adalah kali pertama Presiden pertama Republik Indonesia itu berkunjung ke Aceh. Negeri baru yang dipimpinnya belum juga genap 3 tahun merdeka dan bekas penjajah sudah berada di gerbang untuk kembali menginjakkan kakinya.

Di sela-sela kunjungan itu Presiden Soekarno menyempatkan diri memberi kursus politik (kurpol) kepada para pemuda-pemudi di Atjeh Bioskop (lalu berganti nama menjadi Bioskop Garuda), Kutaraja (kini Banda Aceh), pada 16 Juni 1948, pukul 21.00 WIB.

Malam itu ribuan pemuda memadati gedung pemutaran film itu, konon hingga 800 orang di dalam bioskop. Para pemuda yang hadir meluap hingga ke lapangan Blang Padang dan hanya bisa berpuas diri mendengarkan lewat pengeras suara.

Kurpol itu hanya berlangsung singkat. Hari itu, sebelumnya, Bung Karno yang mendarat pukul 12.45 WIB itu sudah berpidato di 2 tempat lain dengan audiens yang lebih beragam. Tapi kini berjibun ratusan orang anak muda yang bersemangat duduk dan berdiri di hadapannya. Ia membuka pidatonya dengan memanggil para pemuda itu sebagai “anak-anakku sekalian”, lalu mengutip penyair Amerika Serikat, Ralph Waldo Emerson, “Pasanglah engkau punya cita-cita setinggi bintang di langit.”

“Pemuda yang tidak bercita-cita bukan pemuda, tetapi pemuda yang sudah mati sebelum mati.” Bung Karno meneruskan.

Setelah itu Presiden yang 10 hari sebelumnya memasuki usia 47 tahun tersebut membentangkan mimpinya untuk Indonesia di hadapan anak-anak muda Aceh yang bergelora itu.

“Kalau negara nasional ini selamat terpelihara oleh ketabahan kita, 25 tahun lagi, Insya Allah, jika kalender menyatakan tahun 1975, aku bercita-cita…di dalam tahun 1975 di dalam tiap-tiap rumah Indonesia, walaupun rumah di puncak gunung, akan menyala lampu listrik.”

Bung Karno juga bercita-cita tentang kereta api yang bersimpang siur memenuhi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Tiap-tiap rumah tangga di Indonesia punya radio, sehingga tiap manusia Indonesia bisa menyimak kabar tanah air dan dunia.
Cita-cita besar bak gelombang laut yang dahsyat. Tidak seorang pun bisa menghentikannya.

Bung Karno menutup pidatonya dengan kalimat yang kelak akan sering dikutip ini: “Berikan padaku 1.000 orang tua, 10.000 orang tua, 100.000 orang tua, 1 milyun orang tua, Aku bisa memindahkan Pulau Weh ke daerah Tanah Jawa. Tetapi berikan padaku 1.000 pemuda, 10 pemuda, tetapi yang hatinya betul-betul berkobar dengan api kemerdekaan, dengan 10 pemuda itu aku menggemparkan seluruh dunia.”

Negeri Pemuda
Setelah 72 tahun Bung Karno ke Kutaraja itu, Aceh berubah banyak, demikian pula Indonesia. Perubahan yang paling penting, terutama, adalah negeri ini kini hampir separuh penduduknya berusia muda, golongan yang diseru Bung Karno akan menggemparkan seluruh dunia.





Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/berikan-pad...u-10-milenial/
Urutan Terlama
lah, di masa skrg, blum sampe 10 sih, br 7 pemuda pemudi saja, gan....

Ini Dia 7 Anak Muda RI Paling Berpengaruh versi Forbes

Berikut tujuh pemuda Indonesia yang namanya tercatat di '30 Under 30 Asia' Forbes 2018.

1. Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan
Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan merupakan anak muda Indonesia yang berhasil masuk '30 Under 30 Asia' Forbes 2018 kategori Finance & Venture Capital. Mereka adalah pendiri dari startup Modalku. Yang paling menjadi sorotan adalah ketika kedua milenial ini berhasil memberikan pinjaman sebesar US$75 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.

2. Talita Setyadi
Anak muda Indonesia lainnya yang masuk '30 Under 30 Asia' Forbes 2018 kategori The Arts adalah Talita Setyadi. Ia merupakan pendiri dari bisnis kuliner berupa roti khas Prancis dengan nama BEAU. Bisnis tersebut sukses dan sudah masuk ke 100 kafe di Indonesia. Omzetnya pun sudah lebih dari Rp10 miliar per tahun.

3. Dian Pelangi
Siapa yang tidak kenal dengan desainer busana muslim Dian Pelangi? Salah satu ikon hijabers Indonesia itu masuk ke dalam daftar '30 Under 30 Asia' Forbes 2018. Ia merupakan pendiri dari komunitas hijab di Indonesia sejak 2009. Dian Pelangi juga sering eksis di berbagai pekan mode dunia. Ia pun berhasil masuk ke dalam dua kategori yakni The Arts dan Celebrities.

4. Adrian dan Eugenie Patricia Agus
Pendiri bisnis silky pudding dengan nama Puyo, Adrian dan Eugenie Patricia Agus, masuk ke dalam kategori The Arts di '30 Under 30 Asia' Forbes 2018. Kini kedua kakak-beradik itu sudah memiliki 40 gerai di Indonesia. Mereka berhasil masuk Forbes juga karena pengembangan program kemanusiaan yang emban keduanya. Mereka menyumbang sekitar US$15 ribu atau Rp228 jutaan untuk pengembangan perpustakaan di daerah-daerah.

5. Brian Imanuel
Nama Brian Imanuel atau yang dikenal dengan sebutan Rich Brian sukses masuk '30 Under 30 Asia' Forbes 2018 dalam kategori The Celebrities. Penyanyi berusia 18 tahun itu banyak dikenal lewat YouTube bahkan pernah berkolaborasi dengan Diplo dan Pharell Williams.

6. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon
Marshall Utoyo dan Krishnan Menon merupakan pendiri dari brand furniture Fabelio. Mendirikannya di 2015, kedua pemuda tersebut membantu 2.000 pengrajin Indonesia. Keduanya masuk kategori Retail & E-Commerce '30 Under 30 Asia' Forbes 2018.

7. Stanislaus Tandelilin
Stanislaus Tandelilin masuk ke dalam kategori Retail & E-Commerce '30 Under 30 Asia' Forbes 2018. Ia merupakan salah satu dari pendiri e-commerce Sale Stock. Kini e-commerce tersebut sudah melayani transaksi 'bayar di tempat' ke lebih dari 7.000 tempat.


sayang nya, ke 7 muda mudi ini, produk2 nya ane br tau skrg ada di tanah air ini, gan..... emoticon-Belum Tidur
kalau sekarang ganti gan beri aku 48 orang niscaya ku jadikan meraka idol grup emoticon-Ngakak
ga suka disebut milenial. kerasa alay


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di