alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd684609e740434068b4568/narkoba-musuh-bersama-yang-masih-sulit-diberantas

Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas

Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas

Jakarta, IDN Times - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat prihatin dengan masih maraknya peredaran narkoba di Indonesia, sehingga belum bisa terbebas dari kondisi gawat darurat narkoba. Berdasarkan survei Badan Narkotika Nasional dengan Universitas Indonesia mengenai jumlah pengguna narkoba di Indonesia di tahun 2017, sekitar 3,376 juta atau 1,71% penduduk Indonesia menggunakan narkoba. 


1. Kerugian ekonomi akibat narkoba mencapai triliunan rupiah
Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas
Survei BNN dan UI mencatat kerugian ekonomi akibat narkoba mencapai Rp84,7 triliun. Sekitar Rp77,42 triliun terbuang untuk mengonsumsi narkoba, pengobatan, dan biaya proses hukum. Sementara Rp7,27 triliun merupakan angka kerugian biaya sosial seperti anjloknya produktivitas, sakit, kematian dini, dan lain sebagainya.

"Negara melalui serangkaian kebijakannya terus memberantas peredaran Narkoba. Gembong Narkoba yang dihukum mati juga sudah tak terhitung jumlahnya, apalagi yang masuk penjara. Namun, efek jera seperti itu tidak memberikan reaksi apa-apa. Karenanya, perlu didorong penyadaran yang dilakukan organisasi masyarakat ke segala lapisan warga," ujar Bamsoet saat memberikan sambutan dalam acara ulang tahun sekaligus pelantikan Pengurus Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), di Jakarta, Minggu malam (28/10/18).

Hadir dalam acara ini Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri), Komjen Pol Heru Winarko (Kepala Badan Narkotika Nasional), Henry Yosodiningrat (Ketua Umum DPP GRANAT), Komjen Pol Purnawirawan Togar Sianipar (Ketua Dewan Pembina GRANAT), Firman Soebagyo (Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI), Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta) serta pengurus DPP dan DPD GRANAT se-Indonesia.


2. Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam memerangi narkoba
Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas
Politisi Partai Golkar ini yakin segenap pengurus DPP dan DPD GRANAT bisa konsisten berjuang bersama masyarakat dalam memerangi narkoba. Sebagai sebuah bakti kepada Ibu Pertiwi dalam menjaga dan menyelamatkan anak-anak bangsa

"Tidak akan ada keberhasilan tanpa perjuangan yang tak mengenal lelah. Tak akan ada perjuangan tanpa kebersamaan. Organisasi masyarakat seperti GRANAT yang selama ini sudah terbukti konsistensinya, tak boleh kendur dalam berjihad melawan narkoba," tandas Bamsoet.

Legislator Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini mengingatkan, besarnya wilayah dan populasi Indonesia menjadi "pasar gemuk" bagi para sindikat narkoba Internasional. Mulai dari Amerika, Nigeria, dan bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia. 


3. Sindikat narkoba mulai menyusupi tubuh birokrasi Indonesia
Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas
DPR RI sudah meminta TNI dan Polri serta segenap kementerian lembaga terkait, seperti Ditjen Imigrasi dan Bea Cukai untuk mewaspadai berbagai pintu masuk Indonesia. Khususnya, pada pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau terdepan Indonesia.

"Kejahatan narkoba sudah masuk skala transnasional organized crime. Tak bisa lagi kita remehkan dan pandang sebelah mata. Selama Agustus-Oktober 2018 saja, otoritas Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta berhasil menangkap delapan orang yang ditenggarai bagian dari sindikat internasional. Berton-ton penyelundupan Narkoba juga berhasil kita gagalkan. Namun perang terhadap narkoba belum cukup berakhir sampai disini," tegas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini meminta semua pihak waspada. Sindikat narkoba kini tidak hanya membidik komunitas pemadat, tetapi juga memperkuat cengkeramannya dengan menyusup ke tubuh birokrasi negara. Dengan begitu, urgensi dari tindakan tegas pemerintah bukan semata melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Tetapi, juga sebagai serangan balik terhadap sindikat narkoba yang coba membangun kekuatan dan menanamkan pengaruhnya di tubuh birokrasi negara.

"Keberhasilan sindikat narkoba menyusup ke tubuh birokrasi negara sudah bukan rahasia lagi. Dari mulai Kepala Lembaga Pemasyarakatan hingga sejumlah sipir sudah dikendalikan sindikat itu. Para anggota sindikat pun sudah menguasai beberapa perguruan tinggi," imbuh Bamsoet.


4. Negara wajib menindak tegas para produsen dan pengedar narkoba
Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas
Bambang Soesatyo menilai sebelum keadaannya bertambah buruk, negara harus berani bertindak tegas terhadap produsen dan pengedar narkoba. Salah satu tindakan tegas itu adalah dengan mengeksekusi mati para terpidana kasus narkoba yang grasinya sudah ditolak presiden.

"Sebagai lembaga legislasi pembuat undang-undang, DPR RI sudah memasukan tindak pidana peredaran narkoba sebagai kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, sama seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia dan korupsi. DPR RI juga terus mendukung supaya anggaran untuk penanggulangan narkoba dinaikkan sesuai dengan keperluannya," pungkas Bamsoet.


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas Perkara Fariz RM dan Penegakan Hukum Rehabilitatif

- Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas 3 Hal Inilah yang Membuat BNN Sulit Membongkar Jaringan Lapas

- Narkoba, Musuh Bersama yang Masih Sulit Diberantas Jadi Kurir Narkoba Seorang Tukang Las Diciduk BNN

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di