alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd65e656208819e448b4570/cirebon-waspada-stroke-sebagai-penyakit-mematikan-nomor-dua

Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua

Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua
Ilustrasi hasil pemindaian otak
Hari ini, 29 Oktober 2018 merupakan Hari Stroke Sedunia. Untuk itu, Kota Cirebon, Jawa Barat memperingatinya dengan mencanangkan waspada stroke.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik. Ia mengungkapkan ada beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke, misalnya saja dengan menjaga pola dan asupan makanan.

‘’Selain itu, lakukan pula senam otak untuk membantu mencegah terjadinya stroke, ‘’ kata Dedi kepada Republika.co.id, di area Car Free Day (CFD) Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (28/10).

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cirebon Waspada Stroke, yang diprakarsai oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Cabang Cirebon dengan mengusung tema "Up Again After Stroke".

Kegiatan yang digelar guna melaksanakan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai waspada dan deteksi dini stroke ini digelar dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10).

Ada serangkaian kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat. Misalnya saja talk show seputar stroke dan deteksi dini, simposium dokter ber-SKP IDI, dan deteksi dini kepikunan (demensia).

Lalu pada hari puncaknya, Minggu (28/10), kegiatan dipusatkan pada CFD Siliwangi dengan senam otak, konsultasi dengan dokter spesialis saraf, dan prediksi indibidu tentang faktor risiko stroke.

“Kami harap masyarakat bisa mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan secara gratis ini, untuk dapat meningkatkan pengetahuan mereka dan kesadaran mereka terhadap risiko stroke,” terang Sekretaris Perdossi Cabang Cirebon dr Ludmila Mardiana, Sp S, seperti dikutip Radar Cirebon, Kamis (25/10).
Penyakit stroke di Indonesia
Stroke merupakan gangguan yang terjadi di pembuluh darah otak. Penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan pada otak atau kecacatan.

Pada era 90-an, penyakit tersebut bahkan tak masuk ke dalam perhitungan. Saat itu ada Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) yang dijuluki pembunuh nomor wahid. Namun, mulai 2000-an, stroke naik ke posisi lima dan terus merangsek ke atas.

Menurut data Sample Registration Survey (SRS) 2014, survei kematian skala nasional terhadap 41.590 kematian sepanjang 2014 yang dilakukan Balitbangkes Kementerian Kesehatan menunjukkan, stroke dan jantung adalah penyebab kematian pertama dan kedua di Indonesia pada 2014 dengan persentase masing-masing 21,1% dan 12,9%.

Status tersebut juga diperkuat dengan studi terbaru yang dilakukan The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dari University of Washington dan peneliti dari Indonesia yang dipimpin dr Nafsiah Mboi, Sp.A.

Studi bertajuk, "On the road to universal health care in Indonesia, 1990-2016: a systemic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016," yang dipublikasikan melalui jurnal The Lancet pun mengurutkan 10 penyakit penyebab kematian yang banyak diidap masyarakat Indonesia pada 2016.

Jantung, stroke, diabetes, Tuberkulosa (TBC), sakit pinggang bawah dan nyeri Leher, Komplikasi disebabkan kelahiran prematur, masalah yang berhubungan dengan panca indra, cedera kecelakaan lalu lintas, penyakit kulit, serta penyakit yang berhubungan dengan diare, adalah 10 penyakit tersebut.

Demikian juga dalam pemaparan yang diberikan oleh staf medis divisi Neurovaskulat dan Stroke, Departemen Neurologi, FMUI RSCM, dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S (K) dijelaskan bahwa penyakit ini merupakan nomor dua di dunia yang paling mematikan setelah jantung. Sebesar 80 persen stroke dialami oleh masyarakat di negara berkembang.

"Di China, India, Rusia, Brasil dan Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian nomor dua setelah Jantung," kata Mohammad, seperti dikutip Viva.co.id, di Jakarta, Kamis (20/9).

Penyakit stroke juga tak mengenal batasan usia atau strata sosial. Stroke bisa menyerang orang tua, atau anak muda.

Pada orang di atas usia 58 tahun, gejala yang paling umum ialah fibrilasi atrium (FA) atau kelainan irama jantung, yakni saat detak jantung tidak reguler yang disebabkan oleh kekacauan kontraksi dari ruang serambi jantung, sehingga memicu pengentalan darah dalam rongga jantung. Selain itu ada pula hipertensi, diabetes dan kolesterol.

Sedangkan pada anak muda, biasanya disebabkan karena kelainan bawaan. Salah satu yang mungkin terjadi adalah irama jantung dan kelainan autoimun.

Dedi Taufik juga sempat mengungkapkan, penyakit stroke yang terjadi selama 2007 hingga 2015 diprediksi mengakibatkan defisit ekonomi sebesar Rp50 triliun di Indonesia. Itu berarti, stroke akan menyebabkan defisit ekonomi setara 10 persen dari total anggaran kesehatan negara Indonesia setiap tahunnya.
Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ikan-nomor-dua

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua Hujan batalkan peringatan Sumpah Pemuda di Bogor

- Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua Tabrak pesepeda, daftar kecelakaan bus Transjakarta makin panjang

- Cirebon waspada stroke sebagai penyakit mematikan nomor dua Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di