alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Horseback Archery Bukan Sekedar Berkuda dan Memanah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd5de7062088156448b4569/horseback-archery-bukan-sekedar-berkuda-dan-memanah

Horseback Archery Bukan Sekedar Berkuda dan Memanah

Sportsmen emoticon-Angkat Beer

Ane kalo udah tertarik sama satu hal, bakalan coba ngedalemin dan ninggalin yang sebelum-sebelumnya..

Iya gan ane bocahnya kurang pokus.. emoticon-Ngakak
Tapi ane ninggalin bukan sekedar ninggalin, memorinya masih ada ehhh.. Dan ane respek sama memori-memorinay (Buat dia yang kalo aja membaca ini)

Biar gak makin OOT: ane masih tertarik banget sama dunia equestrian, dan archery.. So, mungkin beberapa waktu ke depan ane mau ngulas soal-soal yang terkait kuda dan panahan.

Dan masih ngomongin horseback archery, kalo udah sempet baca-baca trit ane, sekarang mungkin agan udah mulai tau sedikit sejarah horseback archery, tokohnya, dan info-info kecil lainnya.

Let's go deeper..

Horseback Archery Bukan Sekedar Berkuda dan Memanah

Horseback archery jadi satu frasa, gak bisa dipisah baik secara latihannya maupun filosofinya.. Seorang master berkuda, belum tentu bisa memanah sambil berkuda. Seorang pemanah ulung, belum tentu bisa memanah, juga, dari atas kuda yang bergerak. Seni horseback archery menggabungkan dua jenis olahraga ini jadi satu. Sehingga pendekatannya pun agak beda.

Kuda terbaik untuk balapan mungkin eksis, tapi tidak ada kuda yang terbaik untuk ditunggangi sambil memanah. Semua jenis kuda bisa dilatih. Mau kuda Arab, Quarter, Mustang, Ras Pulau, Mangalarga Marchador, Fox Trotter, Rocky Mountain, Draft, Thoroughbred, bahkan mungkin poni.

Bukan pada kudanya apa, tapi kudanya gimana.. Ketenangannya, sensitivitasnya, kemauannya, bermain sebagai faktor yang menentukan apakah kuda tersebut bisa diajak kompromi atau enggak.
Sama seperti manusia yang punya trait dan flaw, kuda pun gitu.

Mengambil contoh dari seorang expert dalam horseback archery, ada beberapa hal yang dia cari pada sifat kuda:
  • Kudanya bisa meligas (canter) pelan dan galloping, secara halus, ritmik dan bisa dikontrol
  • Terlatih menggunakan bantuan, dan tidak bergantung pada kekang untuk arah dan kecepatan
  • Yang bisa bersosial dan nyambung sama kuda lainnya. Inget, ini hewan, bukan alat, kalo mereka tetiba pengen kimpoi dan kita gak bisa kontrol kan kocak.


Horseback Archery Bukan Sekedar Berkuda dan Memanah
The Flying Duchess


Bagi Katie Stearns, The Flying Duchess, aspek yang susah dalam mempelajari horseback archery adalah kuda itu sendiri. Menjinakkan kuda untuk bisa ditunggangi boleh aja, tapi pendekatannya di horseback archery beda lagi. Di horseback archery, manusianya harus bisa kerja sama dengan kudanya, dan kudanya juga mau kerja sama ama pemiliknya. Beda dengan menunggangi, karena di sini, kegunaan tali kekang sangat minim. Sedangkan gimana caranya ngontrol si kuda kalo gak banyak menggunakan tali kekang?

Horseback Archery Bukan Sekedar Berkuda dan Memanah

Trust..

Dan itu baru satu contohnya yang teknis.. Seberapa pun jago manusianya menembakkan panah dari atas kuda, tapi attitude dan mood kuda bisa mempengaruhi performa. Makanya, manusia dan kuda di horseback archery adalah satu kesatuan. Kalo saling selek, boro-boro kompetisi, mending benahin dulu hubungan kalian, baru kerja bareng lagi.

OK, lagi-lagi hampir OOT..

Apakah kudanya bisa dipercaya untuk terus lari ke arah yang sesuai keinginan ridernya?
Apakah manusianya bisa ngertiin kudanya?

Jadi pertanyaan buat bahan kontemplasi ketika seseorang memutuskan untuk partisipasi di horseback archery. Karena ini bukan soal kuda untuk transportasi, untuk kerja (which is sekarang udah jarang yak, kecuali yang make buat delman), atau sekedar alat balapan.

Ini adalah petualangan antara dua insan dari spesies yang berbeda, tapi punya satu visi dan satu tuuan..

Njay, romansa abes..

Katie Streans punya tips buat bikin manusia dan kudanya bisa berteman baik:

Seni berkuda untuk horseback archery membutuhkan kepercayaan dan kesabaran. Lakukan semuanya pelan, selayaknya menjalin sebuah relasi. Kuda mungkin gak punya intelektual yang identik dengan manusia, tapi mereka termasuk hewan yang cerdas dan juga emosional. Dan batasannya ada pada komunikasi, tapi mereka punya mata dan pemahaman yang baik. Jadi untuk membiasakan kuda untuk horseback archery, tekniknya adalah dengan mengenalkan kuda pada lingkungan memanah.
Katie Stearns selalu melakukan panahan ketika kudanya ada di sampingnya, entah sambil makan, atau jalan-jalan. Biar terbiasa sama kondisi dalam horseback archery.




So, horseback archery bukan hanya sekedar berkuda dan memanah, tapi ada teamwork antara manusia dengan kuda untuk menggapai sebuah tujuan, at least, di olahraga ini tujuannya adalah menembak target di satu titik ke titik berikutnya yang harus ditempuh dengan waktu singkat dengan bantuan kuda.

Oke, saatnya cari equestrian center terdekat..

Ciao gan, jan lupa emoticon-Cendol (S)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di