alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd592e71a99756e608b456c/dampak-ekonomi-bencana-sulteng-mencapai-1848-t

Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T

Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T

JPP, JAKARTA - Dampak ekonomi kerugian dan kerusakan akibat bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, terus meningkat. Peningkatan itu terjadi akibat data kerusakan yang digunakan sebagai basis data lebih banyak dan lengkap dibandingkan sebelumnya.

Kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulawesi Tengah sebesar Rp18,48 triliun per Sabtu (27/10/2018). Jumlah ini lebih besar daripada sebelumnya sebesar Rp13,82 triliun per Minggu (21/10/2018). Diperkirakan dampak ekonomi berupa kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulawesi Tengah masih terus bertambah karena belum semua data kerusakan selesai dihimpun.

Dari total Rp18,48 triliun dampak ekonomi, diketahui kerugian mencapai Rp2,89 triliun dan kerusakan mencapai Rp15,58 triliun. Pengertian kerusakan adalah nilai kerusakan stok fisik aset. Sedangkan kerugian adalah arus ekonomi yang terganggu akibat bencana, yaitu pendapatan yang hilang dan atau biaya yang bertambah akibat bencana pada 5 sektor. Yakni, permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.

Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana sebesar Rp18,48 triliun ini berasal dari sektor permukiman mencapai Rp9,41 triliun, sektor infrastruktur Rp1,05 triliun, sektor ekonomi Rp4,22  triliun, sektor sosial Rp3,37 triliun, dan lintas sektor mencapai Rp0,44 triliun.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman di sana.

Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa dan adanya likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge, dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.

Berdasarkan sebaran wilayah, kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp8,3 triliun, Kabupaten Sigi Rp6,9 triliun, Donggala Rp2,7 triliun, dan Parigi Moutong mencapai Rp640 miliar. Tim Hitung Cepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB dan UNDP, teru menghitung dampak dan kebutuhan untuk pemulihan nantinya.

Kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan lebih dari Rp10 triliun. Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun pemerintah dan pemda akan siap membangun kembali nantinya.



Update Korban

Sementara itu, data korban hingga Minggu (28/10/2018), tercatat 2.086 orang meninggal dunia. Yaitu dengan sebaran, di Kota Palu 1.705 orang, Kabupaten Donggala 171 orang, Sigi 188 orang, dan Parigi Moutong 15 orang. Sebanyak 1.309 orang hilang. Korban luka-luka tercatat 4.438 orang, dan mengungsi sebanyak 206.524 orang.

Secara umum kondisi masyarakat sudah kondusif, perekonomian masyarakat mulai berjalan normal. Sinyal telekomunikasi dan internet telah pulih. Pelayanan listrik PLN sudah mencapai 97 persen.

Namun di empat kecamatan, yaitu di Kabupaten Sigi, meliputi Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Titikor masih agak terisolir karena akses menuju daerah tersebut tertimbun longsor kembali sejak Minggu (21/10/2018).  Hujan deras menyebabkan longsor dan banjir di wilayah tersebut.

Upaya membuka daerah dengan membersihkan material longsor dengan alat-alat berat masih dilakukan. Sejauh ini, akses jalan dilakukan dengan buka tutup. Kendaraan truk berbadan sedang yang mampu mengangkut logistik 3 ton ke atas tidak dapat melalui jalan tersebut. Untuk droping bantuan, heli MI-8 BNPB masih dioperasikan. Sebanyak 18 kali penerbangan dengan membawa logistik sebanyak 32,7 ton sudah didistribusikan.

Sementara itu, pembangunan huntara terus dilakukan, baik yang dibangun pemerintah maupun dari berbagai pihak. Masyarakat sekitar pantai di Parigi Moutong mulai kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mengungsi pada sejak Jumat (26/10/2018) lantaran hoax atau isu menyesatkan yang disebarkan banyak pihak bahwa akan terjadi gempa dan tsunami besar pada 26-28/10/2018. (bnpb) 


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/sosial-b...ncapai-18-48-t

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T Ketika Siswa Palu dan Sigi Belajar di Tenda UNICEF

- Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T Desa Jono Oge, Satu Dusun yang Hilang Diterjang Gempa Bumi

- Dampak Ekonomi Bencana Sulteng Mencapai 18,48 T Empat Tahun Jokowi-JK, Ekonomi Makro Sehat dan Kuat



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di