alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd5873eded770ee138b4580/penembakan-11-warga-dan-14-paket-bom-gemparkan-as

Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS

Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS
Agen FBI memeriksa sinagoge Tree of Life di Squirrel Hill, Pennsylvania, AS (27/10/2018), setelah terjadi penembakan yang menewaskan 11 orang.
Dua peristiwa yang tak berkaitan menggemparkan Amerika Serikat sepanjang pekan lalu. Pertama adalah pengiriman 14 paket berisi bom kepada 11 orang pengkritik Presiden Donald Trump. Kemudian, terjadi penembakan di sebuah sinagoge--rumah ibadah penganut agama Yahudi--yang menewaskan 11 orang.

Peristiwa horor terjadi di sinagoge Tree of Life (Pohon Kehidupan) yang berlokasi di Squirrel Hill, Pittsburgh, Sabtu (27/10/2018). Media AS mengabarkan, seorang lelaki memberondongkan peluru sembari melontarkan umpatan anti-semit ke arah sekitar 100 jamaah yang tengah beribadah Sabat di sinagoge tersebut.

Lelaki yang kemudian diketahui bernama Robert D. Bowers tersebut, menurut The New York Times dan BBC, bersenjatakan senapan serbu bergaya AR-15 ditambah tiga pistol genggam. Dalam penembakan yang berlangsung selama 20 menit, sambil berteriak "semua Yahudi harus mati", ia menewaskan 11 jemaah sinagoge dan melukai dua lainnya.

Ketika akan kabur, Bowers diadang tim SWAT (pasukan khusus polisi AS). Mereka terlibat tembak-menembak dan pelaku berlindung ke lantai tiga sinagoge. Empat polisi terluka. Beberapa menit kemudian ia menyerah. Rupanya Bowers juga mengalami luka tembak.

Polisi segera menahannya, lalu melarikannya ke University of Pittsburgh Medical Center. Kondisinya dinyatakan stabil.

Squirrel Hill dikenal sebagai salah satu kawasan dengan populasi penganut agama Yahudi yang besar di AS. Pada Sabtu (27/10) pagi itu mereka tengah beribadah Sabat sembari melakukan upacara penamaan bayi yang baru lahir. Tak ada anak kecil yang menjadi korban penembakan itu.

Gubernur Pittsburgh Tom Wolf mengutuk aksi penembakan tersebut dan menyatakan "kekerasan bukanlah bagian normal dari kehidupan bangsa Amerika."

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan penembakan tersebut adalah sesuatu yang "amat, amat burut." Ia menyebut pelaku sebagai seorang maniak dan menyatakan hukuman mati harus ditegakkan. Ia memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang hingga 31 Oktober 2018.

Namun, seperti pada kasus-kasus penembakan di AS sebelumnya, Trump menegaskan pengetatan aturan kepemilikan senjata takkan ada gunanya. Ia menyatakan, "kalau mereka punya perlindungan di dalam, mungkin situasinya akan berbeda".

Pembunuhan ini disebut sebagai aksi kekerasan terburuk terhadap warga Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat. Oleh karena itu, dikabarkan USA Today, komunitas Yahudi di AS segera meningkatkan keamanan di tempat ibadah mereka.

Mereka langsung mengaktifkan sistem peringatan bahaya melalui ponsel, SMS, dan surel, meski penggunaan teknologi sebenarnya dilarang pada hari Sabat.

"Kita hidup dalam dunia yang penuh peniruan kejahatan," kata Elliot Forchheimer, direktur eksekutif Westchester Jewish Council.

Pelaku bakal didakwa dengan 29 tuntutan terkait kejahatan karena kebencian (hate crime). Jaksa Agung AS, Jeff Session, menyatakan ada kemungkinan dakwaan tersebut bakal berakhir dengan vonis hukuman mati untuk Bowers.

Bowers, dikabarkan The Daily Caller, diketahui kerap mengunggah ujaran kebencian kepada Yahudi dan soal teori konspirasi melalui akun media sosialnya.

Agen khusus FBI Bob Jones menyatakan hingga saat ini motif tindakan Bowers belum diketahui tetapi ia diperkirakan bertindak sendirian.
14 Paket bom untuk 11 pengkritik Trump
Sebelum insiden di Pittsburgh itu, penegak hukum AS disibukkan dengan upaya mencari pengirim paket berisi bom kepada 11 tokoh politik, aktor, pebisnis, wartawan, dan mantan pejabat tinggi negara tersebut.

Mulai dari mantan Presiden Barack Obama, wakilnya Joe Biden, Hillary Clinton, miliuner George Soros, hingga aktor Robert de Niro, menerima bom pipa rakitan yang dibungkus amplop cokelat. Biden dan anggota kongres dari Demokrat California, Maxine Waters, masing-masing bahkan menerima dua paket.

Walau bom rakitan itu diperkirakan tak berfungsi sempurna, tetapi pihak keamanan menangani semua layaknya menangani bom aktif.

Karena para penerima adalah tokoh Partai Demokrat atau penentang Trump, beberapa pendukung sang presiden sempat menduga bahwa bom itu adalah hoaks dari kubu Demokrat untuk menarik simpati menjelang pemilihan umum sela (mid-term election) pada November mendatang.
Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS
Foto yang disebarkan Broward Sheriff's Office menunjukkan wajah Cesar Altieri Sayoc yang ditangkap di Plantation, Florida, AS (26/10/2018), terkait kasus pengiriman paket bom kepada beberapa orang penting di negara itu.
Sidik jari pengirim yang rupanya tersisa pada sebuah paket akhirnya membongkar identitas peneror tersebut. Namanya Cesar Altieri Sayoc Jr. Umurnya 56 tahun.

Mengutip BBC, Ia ditangkap di Florida pada Jumat (26/10) dan dijatuhi lima tuntutan, termasuk pengiriman bahan peledak dan mengancam hidup mantan presiden.

Sayoc adalah pendukung partai Republik yang amat mengagumi Trump. Mobil van tempat ia tinggal, dihiasi banyak stiker jargon kampanye sang presiden.

Melalui akun Twitter dan Facebook-nya--sekarang sudah ditutup--Sayoc kerap mengunggah pujian kepada Trump, mengancam politikus Demokrat, dan foto rumah-rumah orang yang dikiriminya bom itu dengan pesan penuh ancaman.

The New York Times menginvestigasi perilaku Sayoc di media sosial dan menemukan bahwa perilakunya berubah setelah terpapar oleh banyak informasi palsu (salah) yang dihembuskan melalui media sosial ketika kampanye Presiden AS berlangsung.

Tulisan-tulisan media sayap kanan AS menjadi makanan lelaki tersebut dan dicernanya mentah-mentah.

Menanggapi kejadian tersebut, Trump menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk para teroris di AS. Namun kemudian, dikutip BBC, ia menyalahkan media AS terlalu mengeksploitasi kasus Sayoc tersebut dan menggunakannya untuk menyerang dirinya dan Republik menjelang Pemilu Sela.
Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...m-gemparkan-as

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS Masuk masa transisi huntara ditargetkan selesai dalam 60 hari

- Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital

- Penembakan 11 warga dan 14 paket bom gemparkan AS Dolly Salim, gadis 15 tahun dalam Sumpah Pemuda 1928



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di