alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd57f5c5a516301278b4569/ingat-akan-sumpah-pemuda-beda-pilihan-gak-perlu-musuhan

Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan

Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan
Klik banner untuk menuju event


Disclaimer:
Tulisan ini adalah pendapat pribadi TS. Tidak terafiliasi dengan agama, golongan, suku atau pilihan politik apapun. Sekedar beropini. Mungkin ada yang berbeda pendapat. Saya tetap menghargainya. Seperti saya ingin dihargai juga dalam berpendapat.

emoticon-shakehand


Hampir seabad yang lalu, tepatnya 90 tahun nan silam, hari ini 28 Oktober 1928, pemuda-pemudi bangsa Indonesia (yang waktu itu bahkan kita belum merdeka), mengikrarkan 3 sumpah sakti ber #TUMPAHDARAH, ber #BANGSA, dan ber #BAHASA yang sama yakni #INDONESIA. Tanpa 3 sumpah ini, mungkin 17 Agustus 1945 tidak ada Proklamasi Kemerdekaan yang ditandatangani oleh Soekarno-Hatta.

Tapi kenapa kini, berbeda pilihan saja banyak di antara kita yang harus bermusuhan?

Berbeda pilihan apa saja. Dari yang paling prinsip seperti beda keyakinan, beda memilih pemimpin, sampai beda klub idola sepakbola. Kalau udah beda sodara bisa jadi musuh, kawan bisa jadi lawan. Suami bisa jadi istri. Eh, enggak mungkin sih.

#BedaKeyakinan

Mau sampai kapanpun, kita ini negara beragama. Bukan negara agama tertentu saja. Gak perlu lah saling memaksakan pendapat atau keyakinan. Sekarang ini kita gampang banget diprovokasi. Dikit-dikit boikot produk anu. Dikit-dikit demo turun ke jalan Aksi Bela Anu lah. Bukan sih gak boleh. Tapi menurut gue gak perlu berlebihan. Bendera dibakar siapa sih yang gak marah? Bendera club bola dibakar aja gue pribadi bisa marah, padahal bendera Manchester United, misalnya. Apalagi bendera agama. Tapi menurut gue gak perlu lah membanjiri jalanan semua kota di negeri ini dengan isi yang sama. Toh saat tempat ibadah agama lain ada yang dibakar atau dibom reaksinya juga gak sama.

Gue mengutuk keras aksi bakar bendera tertentu. Tapi gue juga tidak setuju jika ada aksi anarkis akibatnya.

Gak usah beda keyakinan, satu keyakinan aja bisa beda pendapat. Seperti pembubaran acara kebudayaan karena dikaitkan-kaitkan dengan pendapat tertentu. Saling menghargai saja. Gak perlu mengganggu. Seperti kita yang juga gak ingin diganggu.

Oh ya, satu lagi. Sebagian dari kita mudah sekali kini mengkafirkan orang lain. Mengecap orang lain golongan setan lah dan mensucikan golongannya sebagai golongan surga. Bukankah surga dan neraka itu domainnya Tuhan ya? Pencipta dari surga dan neraka itu sendiri?

Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan


emoticon-Merdeka


#BedaPilihanPemimpin

Ini yang paling gue rasakan banget. Sampe akhirnya gue pribadi memutuskan untuk gak aktif di socmed baik itu twitter, instagram, facebook, apalagi friendster, multiply dan myspace. Het, tahun berapa ituh?

C'mon, beda memilih pemimpin kenapa gak disikapi layaknya beda pilihan tempat makan siang sih? Yang makan di warteg gak perlu gontok-gontokkan sama yang makan siang di warung padang. Yang makan di gado-gado gak perlu kafir-kafirin mereka yang makan siang mie ayam. Udah dewasa, kenapa sih ada panggilan nastak dan nasbung? Ada cengan kardus dan kecebong?

Beda agama dikafirin. Udah seagama masih juga saling bully. Bukan ulama diketawain. Udah jelas-jelas ulama tetap saja masih salah. Maunya apa sih?

Last but not least, semangat #AsalSeiman menurut gue gak relevant dengan kondisi sekarang. Karena kita memilih pemimpin sosial masyarakat, bukan pemimpin agama. Kalau pemimpin agama jelas, harus seiman. Tapi pemimpin sosial masyarakat? Bernegara? Sekali lagi, kita bukan negara berisi 1 agama tertentu saja.

Isi Sumpah Pemuda kenapa gak dimasukkin 1 point beragama yang satu, agama tertentu? Karena pemuda-pemudi saat itu, yang juga pendiri negeri ini kelak sadar, Indonesia adalah bangsa majemuk dan plural. Banyak suku dan agama di dalamnya. So, kalau mengakui sumpah pemuda, cukuplah bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia. Agama jadi urusan pribadi kita dengan Tuhan.

Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan
Kalau begini kan adem emoticon-Big Grin


emoticon-Merdeka


#BedaClubIdola

Dan ini yang menurut gue paling konyol dah. Apa gunanya slogan "Garuda di Dadaku" kalau pas ketemu sebagai lawan club saling berantem bahkan harus ada yang meregang nyawa? Sama-sama Indonesia gitu. Kalau mau ganyang negara sebelah karena main bolanya gak fair meski gak dibenarkan juga, masih masuk akal. Lah ini sama-sama Indonesia!

Dagelan banget. Apalagi melibatkan 2 kota yang saling bertetangga. Yang dalam kehidupan sosialnya pasti saling bersinggungan. Ada orang dari Kota A ketemu jodoh lah dari Kota B, ada yang orang dari Kota A kerja di Kota B atau sebaliknya. Tapi supporter sepakbolanya harus saling bunuh? Apa perlu dibikin "Sumpah Pemuda 2.0" yang menambahkan 1 sumpah lagi yakni: Kami putra dan putri Indonesia menjujung tinggi suportifitas sepakbola, yakni Sepakbola Indonesia, apa perlu?

Ingat Akan Sumpah Pemuda, Beda Pilihan Gak Perlu Musuhan
Semoga tidak terulang lagi di masa yang akan datang emoticon-Angel


emoticon-Merdeka


Sumpah Pemuda akan menjadi seremoni semata jika kita tidak menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

emoticon-I Love Indonesia

Spoiler for Bonus:
Reseved
sangat setuju sekali mas... emoticon-shakehand

terimakasih buat rekan2 kaskus,. (trutama anak2 BP) yg telah mampir di konteR saya.. emoticon-Salaman

walau kita berbeda pilihan, kita tetap indonesia emoticon-I Love Indonesia
kita harus tetap tidak melupakan sisi humanity...

karena walaupun pilihan berbeda...

rasa haus dan lapar tetaplah kita sama2 merasakannya
yg terakhir asli dah
cucok gak perlu musuhan..saling bully aja ganemoticon-Cendol Gan
MantaBH
Quote:


bukan lu kan bro? emoticon-Shutup
Quote:


Untungnya bukan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di