alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
CBA: Kemenkes Doyan Proyek, KPK Kapan Panggil Menteri Kesehatan Jokowi?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd56e8b60e24bf1238b4567/cba-kemenkes-doyan-proyek-kpk-kapan-panggil-menteri-kesehatan-jokowi

CBA: Kemenkes Doyan Proyek, KPK Kapan Panggil Menteri Kesehatan Jokowi?

CBA: Kemenkes Doyan Proyek, KPK Kapan Panggil Menteri Kesehatan Jokowi?
Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek/Foto : Dok. Humas DPD

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di tahun 2016 melalui Satuan Kerja Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, menjalankan proyek Pembuatan dan Promosi iklan layanan masyarakat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di media. Untuk proyek ini, anggaran yang dihabiskan sebesar Rp39.000.000.000, adapun perusahaan yang dimenangkan oleh pihak kemenkes adalah PT Global Trimitra Mandiri.

Baca juga:
Pilkada Serentak 2018: Benarkah Kita Dipaksa Memilih Calon Kepala Daerah Berstatus Terduga Korupsi?
KPU dan Bawaslu Disebut Pemicu Kerawanan Pecah dalam Pemilu
Pengamat Cium Adanya Indikasi Ketidakharmonisan Antara KPU dan Bawaslu

Koordinator Investiagasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menjelaskan temuan kuat tindak pidana korupsi dari proyet tersebut. Pertama, kata Jajang, bimenangkannya PT Global Trimitra Mandiri oleh pihak Kemenkes diduga melanggar Perpres tentang pengadaan barang/jasa. Sebelumnya pihak Kemenkes dan pelaksana proyek menandatangani surat perjanjian terkait pelaksanaan proyek pada 23 Februari 2016.

Baca juga: 
Nilai Tukar Rupiah Rp 15 Ribu Dinilai Berpotensi Kuat Membuat Jokowi Kalah di Pilpres 2019
5 Biang Kerok Daya Beli Masyarakat Terus Menurun
Nilai Tukar Rupiah Merosot, Daya Beli Masyarakat Jatuh

“Dalam perjanjian ini disepakati biaya proyek sebesar Rp 39 miliar, dan waktu pengerjaan selama 75 hari (mulai dari tanggal 24 Februari sampai dengan 8 Mei 2016,” kata Jajang, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Baca juga: 
Jokowi: Saya Sangat Sedih Lho, Jangan Dipikir Saya Senang
Pencairan Dana Kelurahan Jelang Pilpres Dinilai Politis, Jokowi: Sontoloyo
Jumhur Hidayat: Kebijakan TKA Sontoloyo!

“Namun, hanya dalam waktu sehari, yakni tanggal 24 Februari 2016 pihak Kemenkes dan Perusahaan melakukan Addendum (Perubahan kontrak). Dalam isi perjanjian kontrak baru tersebut, terdapat perubahan waktu dan tempat pengerjaan,” imbuhnya.
Kedua, lanjut Jajang, isi dari perubahan perjanjian kontrak yang baru sangat tidak wajar. Pihak PT Global Trimitra Mandiri tercatat hanya menjalankan kewajibannya berupa penayangan iklan dari 25 Februari sampai dengan 15 Maret 2016 atau hanya 20 hari saja. Selain itu, terdapat perubahan spesifikasi jumlah spot.

Baca Juga:
Presiden Jokowi Akui Cari Opsi Untuk Atasi Sengkarut BPJS Kesehatan

Sengkarut Defisit BPJS Kesehatan, Kewenangan Siapa?
BPJS Kesehatan: Gali Lubang Tutup Lubang Siasati Timbunan Utang
Defisit Anggaran, BPJS Kesehatan Klaim Masih Mampu Bayar Rumah Sakit

“Anehnya, meskipun ada perubahan waktu kerja dan spesifikasi namun biaya yang dibayarkan oleh Kemenkes tidak berubah,” ujarnya.

Baca juga: 
FNI: Nelayan Buntung, Asing Untung
Politisi Ini Merasa Kasihan dengan Tito Karnavian
Sungguh Terjadi, Neraca Dagang Perikanan Indonesia Nomor 1 Se-ASEAN
Sudah Dibom, Diledakkan dan Ditenggelamkan, Kapal Asing Tak Jera Curi Ikan di Indonesia

Ketiga, kata Jajang, perubahan kontrak yang janggal ini diperparah dengan tidak adanya berita acara berupa hasil negosiasi teknis dan harga. Hal ini memperkuat adanya indikasi permainan dalam proyek Pembuatan dan Promosi iklan layanan masyarakat PIN Polio di media oleh oknum Kemenkes.

Baca Juga:

Atas catatan di atas, CBA mendorong pihak berwenang khususnya KPK untuk membuka penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum Kemenkes dalam proyek dan Promosi iklan layanan masyarakat PIN Polio di media.
“Segera panggil dan periksa Pejabat terkait seperti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan jika perlu KPK Juga tidak ada salahnya memanggil Menteri Kesehatan Nila Moeloek untuk dimintai keterangan mengingat terlalu banyak temuan dugaan permainan proyek, di bawah kepeminpinannya,” tandasnya.

Baca juga:
Modus Baru Nelayan Nakal yang Merugikan Perikanan Indonesia
Anomali Ekonomi, Tax Ratio Makin Kecil Utang Tambah Besar

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Baca Juga:



CBA: Kemenkes Doyan Proyek, KPK Kapan Panggil Menteri Kesehatan Jokowi?


pada saat nya brew
Quote:
adalah benar
peneliti non ASN per proyek tuh bayaran besar banget bisa nyampe 20 juta bersih perproyek


dan lu mikir yang PNS perproyek berapa gajinya hahaha

Kemenkes banyak proyeknya tuh
coba tanya pejabat pembuat komitmennya,dulu.

moga clear dah.
ini menteri emang ga beres dari dulu, dan ga pernah dikasih warning ama jokowi
ya sudah dilaporkan belum ke kpk? atau konfirmasi belum ke kementerian terkait

iklan media harus cerdas emoticon-Big Grin banyak salah tuu emoticon-Ngakak2:
Iklan apa sampe 39M? Ane ga ada liat ya


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di