alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
16 Dari 19 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Berasal Dari Parpol Pendukung Jokowi
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd569131a997537208b4568/16-dari-19-kepala-daerah-yang-terjaring-ott-kpk-berasal-dari-parpol-pendukung-jokowi

16 Dari 19 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Berasal Dari Parpol Pendukung Jokowi

16 Dari 19 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Berasal Dari Parpol Pendukung Jokowi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) boleh dibilang menjadi ganjalan tersendiri bagi Joko Widodo yang kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Pasalnya, data menunjukkan 15 dari 19 kepala daerah yang terjaring OTT KPK berasal dari parpol pendukung Jokowi.

Baca juga: 
Nilai Tukar Rupiah Rp 15 Ribu Dinilai Berpotensi Kuat Membuat Jokowi Kalah di Pilpres 2019
5 Biang Kerok Daya Beli Masyarakat Terus Menurun
Nilai Tukar Rupiah Merosot, Daya Beli Masyarakat Jatuh

Kasus OTT terbaru kembali menimpa kader PDI Perjuangan, yang diketahui merupakan partai politik arus utama yang mengusung Jokowi. Komisi antirasuah menangkap Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra, yang kini meringkuk di balik jeruji besi usai ditangkap tangan KPK pada Rabu 25 Oktober 2018. Dia ditangkap atas kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018.

Baca juga: 
Jokowi: Saya Sangat Sedih Lho, Jangan Dipikir Saya Senang
Pencairan Dana Kelurahan Jelang Pilpres Dinilai Politis, Jokowi: Sontoloyo
Jumhur Hidayat: Kebijakan TKA Sontoloyo!

Sunjaya adalah kader PDI Perjuangan yang mengantarkannya menang di Pilkada Cirebon 2018.
Sebelum kasus Sunjaya terbongkar, nama Neneng Hasanah menggema di seluruh penjuru nusantara. Bupati Bekasi dari Partai Golkar ini ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap perizinan mega proyek Meikarta. Sialnya, Neneg tercatat sebagai tim sukses pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019 sebelum akhirnya diberhentikan.

Baca Juga:
Presiden Jokowi Akui Cari Opsi Untuk Atasi Sengkarut BPJS Kesehatan
Sengkarut Defisit BPJS Kesehatan, Kewenangan Siapa?
BPJS Kesehatan: Gali Lubang Tutup Lubang Siasati Timbunan Utang
Defisit Anggaran, BPJS Kesehatan Klaim Masih Mampu Bayar Rumah Sakit

Sebelum Neneng, ada pula nama Setiyono, Wali Kota Pasuruan yang juga berhasil ditangkap KPK dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan Tahun Anggaran 2018.

Baca juga: 
FNI: Nelayan Buntung, Asing Untung
Politisi Ini Merasa Kasihan dengan Tito Karnavian
Sungguh Terjadi, Neraca Dagang Perikanan Indonesia Nomor 1 Se-ASEAN
Sudah Dibom, Diledakkan dan Ditenggelamkan, Kapal Asing Tak Jera Curi Ikan di Indonesia

16 Dari 19 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Berasal Dari Parpol Pendukung Jokowi

Data Kepala Daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa)
Setiyono adalah kader Partai Golkar yang diusung partai beringin tersebut dan PDI Perjuangan. Dia juga tercatat sebagai Koordinator Wilayah Tim Kampanye Daerah (Korwil TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Kota Pasuruan.

Baca juga:
Pilkada Serentak 2018: Benarkah Kita Dipaksa Memilih Calon Kepala Daerah Berstatus Terduga Korupsi?
KPU dan Bawaslu Disebut Pemicu Kerawanan Pecah dalam Pemilu
Pengamat Cium Adanya Indikasi Ketidakharmonisan Antara KPU dan Bawaslu

Bulan Juli 2018, KPK juga menangkap kader PDI Perjuangan, Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap dalam kasus dugaan suap di lingkungan pemerintah daerah Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Baca Juga:


Adapun sejumlah nama lain kepala daerah dari parpol pendukung Jokowi yang tertangkap KPK di antaranya Bupati Tulungagung Sahri Mulyo (PDIP), Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar (PDIP), Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (diusung PDIP), Bupati Bener Meriah Ahmadi (Golkar), Bupati Purbalingga Tasdi (PDIP), Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (Perindo), Bupati Bandung Barat Abubakar (PDIP), Bupati Lampung Tengah Mustafa (Nasdem), Bupati Subang Imas Aryuminungsih (Golkar), Bupati Ngada Marianus Sae (PDIP) Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat (PDIP) dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (Golkar).

Baca juga:
Modus Baru Nelayan Nakal yang Merugikan Perikanan Indonesia
Anomali Ekonomi, Tax Ratio Makin Kecil Utang Tambah Besar

Selebihnya terdapat nama lain seperti Bupati Sungai Tengah Abdul Latif (Berkarya), Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (PAN), dan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (PAN). (eda/bbs)

Baca Juga:


SUMBER BERITA: https://nusantaranews.co/15-dari-19-...dukung-jokowi/


Wow berarti kpk bukan alat politik kowi emoticon-Matabelo
masih ada yang ragu sama KPK sekarang...!!!

emoticon-Cool


Kalo masih ada yg menyerang KPK coba cek mungkin dia keluarga, kerabat, atau karyawan koruptor yang tidak terima dihukum
Diubah oleh nyairara
ya bagus... emoticon-shakehand

itu brarti KPK memang indiependen... emoticon-thumbsup
Ayo kpk , bos gdenya tangkep emoticon-Big Grin
Balasan post trimusketeers
Quote:


Hanya koruptor yg gak mau kowi 2 periode
Balasan post nyairara
Quote:


Quote:


Tuh kan ... memang kontradiktif nasbung2x ini ...
Kemarin ngomong A hari ini B ...
Bisa konsisten sedikit ga jadi nasbung ?
say no to parte kobokan
Rakyat indonesia emg seneng dipimpin sam koruptor/pro koruptor. Jd ya berita2 kek gini g ngefek apa2. Tetep aja ntar partai ky pdip, golkar banyak yg milih
Kebanyakan bupati ya gan...gubernurnya ada berapa biji tuh ga...
zumi zola kok ga masuk?
Quote:

Wow ada bukti emoticon-Matabelo
Quote:

emoticon-Bingung
kalo di negara maju kpk masuk dalam lingkaran eksekutif,,mekanisme nya ya dikontrol legislatif dan yudikatifemoticon-Big Grin
Jadi hsmpir semua partai politik .
Yang sering menjadi pertanyaan, dari mana dana operasional partai poilitk...entah itu buat kampanye, sewa gedung, gaji karyawan, transport dan lainnya. Padahal parpol tidak menghasil barang/jasa yang dapat dijual
lah yg menang pilkada partai pendukung pemerintah kebanyakan..ntar ganti rezim klo kpk ga diuatak atik juga bakal kenak banyak emoticon-Ngakak
BAGUS

tidak ada tebang pilih
Quote:
juarah😂😂😂😂😃
Meneruskan tradisi juara bertaham
Siapapun rejimnya emoticon-Leh Uga
Garong semua di kubu si koplo
Balasan post the.commandos
Quote:


Nice joke 👍🏼


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di